Sunday, 18 December 2016

BERTAJUK ZDIKIR, penipuan oleh Tim Ahok-Djarot ketahuan!!!

Tim Ahok-Djarot tidak berputus asa.  Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan suara pemilu khususnya rakyat Jakarta. Penolakan dan pengusiran terhadap pasangan Ahok-Djarot membuat tim pemasangan berpikir keras dan membuat Siasat.  Suara terbanyak adalah masyarakat yang muslim,  sehingga akan sangat telak kalah,  jika ummat muslim Jakarta terus menolak.  Siasat pun dimulai,  bertajuk ZDIKIR dengan menghadirkan KH.  Junaedi Albaghdadi pimpinan Majelis zikir manaqib.

Berikut kronologis lengkap yang diungkapkan oleh ustad.  Alfian Tanjung melalui Fanspage resminya.

RMOL. Pemimpin Majelis Zikir Manaqib, KH Junaedi Albaghdadi (Abah) geram dengan panitia penyelenggara kegiatan pengajian akbar yang rencananya digelar di Stadion Rawamangun, Jakarta Timur (Minggu, 18/12), pukul 14.00 WIB.

Sebab dalam undangan acara bertajuk zikir akbar tersebut, termuat gambar pasangan calon nomor urut 2, Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat. Bahkan, pengumuman senada dipublikasikan melalui sebuah harian ibukota, beberapa hari lalu. "Itu yang membuat Abah komplain (ke panitia), karena tanpa pemberitahuan sebelumnya," kata dia saat dikonfirmasi, beberapa saat lalu. "Yang saya khawatirkan, ini kampanyenya salah satu kandidat diiringi zikir sama abah. Nah, itu yang salah," kata dia.

Sumber: FP  ustad Alfian Tanjung 


Menurut abah, seharusnya acara zikir tak disusupi oleh agenda lain, termasuk memuat salah satu calon kontestan pilkada. "Kan sama saja mempolitisir itu, mendompleng itu," kesalnya.

Baca juga : Ahok dan Hary Tanoe sama saja!  Beda cara mau menguasai Indonesia! 

Abah pun telah meminta penjelasan panitia penyelenggara dan mengalamatkan kekecewaannya. "Langsung ke ketua panitianya, si Mochtar (bekas Walikota Bekasi Mochtar Mohamad) sama si Ditor," bebernya.

Akibat ulah panitia, Abah mengaku membuat puluhan ribu jamaahnya kecewa dan batal menghadiri pengajian tersebut. "Mereka enggak terima," kata pimpinan umum Pondok Pesantren Barokatul Qodiri ini.

Dia pun memastikan tak akan hadir dalam zikir akbar tersebut.

Lebih lanjut, Abah memastikan lepas tangan apabila nantinya ada dugaan pelanggaran kampanye, lantaran acara itu dipublikasikan melalui sebuah surat kabar dan diduga melanggar UU Pilkada.

Sebab, zikir akbar tersebut bukanlah inisiasinya, melainkan hanya mendapatkan tawaran dari panitia untuk memimpin jalannya pengajian. "Abah kan ibarat penyanyi yang diundang," jelasnya.

Dia mengaku, tidak mengetahui lembaga mana yang menyelenggarakan zikir akbar, lantaran cuma mengenal secara personal panitia pelaksana. [ipk]

Wah ulah yang keterlaluan dan sangat mencoreng wibawa.  Belum jadi gubernur sudah memotong rakyat,  apalagi sudah jadi gubernur,  semakin berani saja dan tidak tanggung tanggung bohong ya bertajuk keagamaan.
Sumber : FP ustad Alfian Tanjung

Bagikan

Jangan lewatkan

BERTAJUK ZDIKIR, penipuan oleh Tim Ahok-Djarot ketahuan!!!
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

loading...