Sunday, 18 December 2016

Peringatan Panglima TNI! CHINA akan kuasai Indonesia!

Sejarah China sebagai penduduk yang memiliki integritas kemauan yang kuat telah memenuhi jagad seluruh negara.  Keberhasilan China menguasai pasar dunia bukan perihal sepele,  segala hal dan bidang China telah kuasai.  Bagaimana dengan penguasaan terhadap sebuah negara,  apakah China akan menguasai juga?

Sejarah perjuangan Indonesia tidak terlepas dari perang ideologi,  perang kepemimpinan dan perang kebutuhan.  Sejak awal kemerdekaan dan sampai peristiwa kudeta yang digerakkan oleh partai komunis sokong China pada 30/Sep 1965 berdampak luas sampai pengusiran dan penolakan terhadap etnis China pada masa kepemimpinan Soekarno dan kepemimpinan Soeharto.

Alm.  Ir. Soekarno  pernah mengeluarkan pp. No 10 tahun 1959, tentang badan  usaha dan hak usaha,  dan sampai pengusiran etnis china


Namun,  Pada periode reformasi,   saat kepemimpinan Alm.  Gusdur,  etnis China mendapat tempat di Indonesia dan diberikan hak beragama di NKRI. Sampai pada, era kepemimpinan presiden Joko Widodo, China semakin leluasa dalam meraup keuntungan di negeri Indonesia. Persaingan usaha dan politik China sudah mulai merambah dan memasuki era perebutan kekuasaan berdasarkan hak usaha dan hak berwarganegara di Indonesia.

Berikut ungkapan dari panglima TNI jenderal Gatot Nurmantyo, dalam acara Maulid Nabi.

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mengingatkan kepada seluruh pihak untuk waspada dengan upaya yang dilakukan pemerintah Cina terhadap Indonesia. Hal tersebut diungkapkan saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan, Jakarta Pusat, Ahad malam (11/12/2016).

Panglima TNI mengungkapkan tiga peristiwa sebagai contoh bagaimana Cina melakukan penjajahan. Pertama, peristiwa di Tibet. Dahulu Tibet berdaulat lalu kerjasama dengan negara Cina komunis. Setelah ada kerjasama, Cina mengirim ribuan tenaga kerja ke Tibet, mereka membangun kota, membangun jalan dan lain-lain.

"Setelah pekerjaan selesai, para tenaga kerja itu angkat senjata melakukan pemberontakan di Tibet, ternyata para pekerja itu adalah tentara merah. Setelah itu Tibet jatuh dikuasai Cina, dan pimpinan agama tertinggi Tibet yaitu Dalai Lama ditangkap dan diusir ke luar negeri sampai hari ini," ujarPanglima TNI.

Oleh karena itu, ia mengingatkan agar mewaspadai masuknya tenaga kerja Cina ke Indonesia yang jumlahnya diperkirakan ratusan ribu orang. "Karena kita sudah lihat bagaimana tegapnya badan mereka, bagamana perawakan mereka, itu lebih mirip tentara ketimbang pekerja buruh kasar," ungkapnya.

Contoh kedua, salah satu negeri di Afrika yaitu Angola. Awalnya Angola dibantu Cina, setelah diikat dengan utang yang besar, Cina mulai mengatur Angola. "Dan saat ini parlemen Angola mengeluarkan kebijakan yang isinya Islam tidak boleh ada di Angola, dan seluruh masjid harus ditutup, alasannya bertentangan dengan adat istiadat Angola. Lihat bagaimana dahsyatnya pengaruh komunis Cina di Angola," kata Panglima TNI

Oleh karena itu, ia mengingatkan agar mewaspadai masuknya tenaga kerja Cina ke Indonesia yang jumlahnya diperkirakan ratusan ribu orang. "Karena kita sudah lihat bagaimana tegapnya badan mereka, bagamana perawakan mereka, itu lebih mirip tentara ketimbang pekerja buruh kasar," ungkapnya.

Contoh kedua, salah satu negeri di Afrika yaitu Angola. Awalnya Angola dibantu Cina, setelah diikat dengan utang yang besar, Cina mulai mengatur Angola. "Dan saat ini parlemen Angola mengeluarkan kebijakan yang isinya Islam tidak boleh ada di Angola, dan seluruh masjid harus ditutup, alasannya bertentangan dengan adat istiadat Angola. Lihat bagaimana dahsyatnya pengaruh komunis Cina di Angola," kata Panglima TNI

Dan yang ketiga adalah Zimbabwe, awalnya juga diberi utang besar-besaran oleh Cina, setelah utang membengkak dan tidak mampu membayar, CIna menawarkan dibebaskan utang namun konsekuensinya harus meninggalkan mata uangnya dan memakai mata uang Cina yaitu Yuan.
Oleh sebab itu, lanjut Panglima TNI, kita wajib hati-hati karena saat ini Cina

komunis mulai mengobok-obok negeri ini. "Mereka mamasukan banyak tenaga kerja ke Indonesia, dan minggu lalu Presiden mengingatkan kepada para pengusaha untuk menggunakan Yuan,"
"Bulan lalu, Jokowi juga mengeluarkan Kepres bahwa orang asing termasuk Cina komunis diberikan hak untuk memiliki tempat tinggal dan perkebunan di Indonesia. Ini belum pernah terjadi sebelumnya, ada apa gerangan negara ini?" tanya Panglima TNI

Baca juga : komunis siap bangkit!  Pancasila dan Bhineka akan dihancurkan! 

Tidak sampai disitu, ia juga mengingatkan apa yang terjadi di reklamasi Jakarta yang tetap berjalan walapun DPR, ulama dan tokoh nasional sudah berteriak menolak itu.
Kata Panglima TNI, Reklamasi Jakarta terdapat *17 pulau*, yang *16 pulau* rata-rata luasnya *50 hektar*. Artinya ada *800 hektar* dan sekarang sedang dibangun tower tower apartement yang semuanya bisa menampung *50 juta orang.*
"Itu semua untuk siapa? kita lihat, perusahan-perusahaan properti di pantai reklamasi sudah membuat iklan yang ditayangkan di *Beijing, Macau, Goangzhou, Singapura* dan lain-lain, di tempat orang-orang Cina," jelasnya. "Dan mereka mendapatkan hak milik apartemen dan tanahnya, *50 juta* itu berarti *3 kali* penduduk Jakarta," tambahnya.



Tidak berhenti disitu, kata Panglima TNI, Menkumham pernah mengirim utusan untuk datang ke KBRI di Beijing, mengumumkan ke penduduk Cina jika ingin jadi penduduk Indonesia bisa mendaftar Via Online. "Mereka dimudahkan, sementara rakyat kita sendiri di kawasan Penjaringan, Luar Batang, Akuarium, mereka diusir, innalillahi wa inna ilaihiroojiun," tuturnya.

Sumber : Reef Lavan

Bagikan

Jangan lewatkan

Peringatan Panglima TNI! CHINA akan kuasai Indonesia!
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

loading...