Tuesday, 4 April 2017

Abu Janda(Permadi Arya) pengikut Abdullah bin Ubay bin Salul

[Laskarsyahadat]  Tersebarnya Video Dungu Abu Janda(Permadi Arya)  yang MENGAKU ustad menantang dr.  Zakir
Naik namun sembunyi dibalik layar,  membuat geram ustad Muda Hilmi Firdausi!

Abu Janda dengan Abu Jahal

Abu Janda atau Permadi Arya dijadikan Ustad oleh kaum munafik dan Kafirun,  kepandaian lisan dan kelihaian bersembunyi menjadi celah untuk terus menggerogoti iman muslim generasi Muda,  khususnya yang bergabung dengan NU.

Hati-hati bagi generasi muda,  khususnya generasi NU yang masih bersahabat dan berteman setia dengan Abu Janda (PERMADI Arya)  yang mengaku Ustad.

Hal itu disampaikan oleh Ustad Hilmi Firdaus tentang sebab adanya Abu Janda(Permadi Arya) adalah pengikut Abdulllah bin Ubay bin Saluli si tokoh Munafik!

Asbabun Nurul (Abu Janda) 

Sebenarnya Asbabun Nuzul Al-Maidah 51 ini sudah beberapa kali saya bahas, tapi okelah karena ada mention dari beberapa jamaah agar saya menjawab Video Abu Janda yang "menantang" Dr.Zakir Naik, saya akan coba bantu jelaskan dengan bahasa yang ringan dan sederhana, tapi ini spesial buat orang beriman lho...kan ayat depannya berbunyi "Yaa Ayyuhalladziina Amanu", jadi yang non muslim please ga usah ribut. Ayat ini bukan untuk anda.

Sebelumnya, mari kita bahas singkat saja, apa itu Asbabun Nuzul. 

Para ulama Al Qur’an menyebutkan bahwa sebab turunnya ayat dalam Al Qur’an ada 2 macam yaitu SABAB IBTIDA'I, artinya suatu ayat turun tanpa sebab yang melatarbelakanginya dan SABAB NUZUL , yakni ada sebab yang melatarbelakangi turunnya suatu ayat, bisa karena adanya suatu peristiwa atau adanya pertanyaan yang diajukan kepada Rasulullah ﷺ lalu Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى, menurunkan ayat-Nya untuk menjelaskan peristiwa atau jawaban dari pertanyaan tersebut.
Perlu sahabat semua ketahui Ayat yang turun dengan sebab jumlahnya jauh lebih sedikit dibanding ayat yang turun tanpa sebab, jadi Allah سُبْحَانَهُ وَ تَعَالَى memang sengaja menurunkan sebuah ayat sebagai sebuah hukum baru untuk orang-orang beriman.

Kemudian penentuan sebab turunnya sebuah ayat adalah mutlak melalui jalur periwayatan yang shahih sesuai dengan kaidah-kaidah dalam ilmu hadits, bukan melalui akal atau logika apalagi dipelintir untuk kepentingan tertentu. Jelas ya..

Kalau anda mengecek tafsir dari yang klasik hingga kontemporer, semua Ulama mufassir sepakat bahwa Al Maidah 51 ini adalah ayat tentang "Aspek Kepemimpinan dan Perlindungan".

Alkisah setelah kekalahan di Perang Uhud yang sengaja Allah timpakan kepada kaum mu'minin sebagai sebuah hikmah dan bahan evaluasi, ada dua kelompok manusia yang menyikapi kekalahan tersebut dengan berbeda. Kelompok pertama yang dipelopori 'Ubadah bin Shamit yang tetap berikrar setia kepada Allah dan RasulNya sebagai pelindung, lalu kelompok kedua dipelopori oleh "gembongnya munafik" Abdullah bin Ubay bin Salul yang lebih suka menjadikan Yahudi sebagai pelindung. Siapa yang berfungsi sebagai pelindung ???...ya maksudnya Pemimpin. Jadi ini bukan masalah memilih teman, ini masalah meminta perlindungan dari orang-orang berpengaruh, maka Awliya dalam ayat ini sungguh sangat jelas artinya adalah Pemimpin yang berkewajiban melindungi. Jelas sampai disini...???

Riwayat lain mengatakan, ayat ini diturunkan ketika terjadi serangan yang dahsyat terhadap suatu kelompok pada perang Uhud. Mereka takut bila orang kafir menyiksa mereka. Berkata salah seorang Muslim, “Saya bergabung dengan orang Yahudi dan menjadikan mereka sebagai tempat berlindung, karena saya khawatir orang-orang Yahudi menyiksa saya”. Sementara seorang lagi berkata, “Saya bergabung dengan orang Nasrani dari Syam dan menjadikannya pelindung.” Maka turunlah ayat ini sebagai larangan terhadap mereka berdua untuk menjadikan orang Yahudi dan Nasrani sebagai pelindung alias pemimpin.

Masih ada riwayat lain tentang Asbabun Nuzul ayat ini, tapi kepanjangan kalau saya sampaikan satu persatu. Intinya ayat ini memang tentang larangan memilih pemimpin/pelindung dari golongan Yahudi dan Nasrani. Lalu Abu Janda dan banyak Ahoker bilang ini kan ayat pada saat peperangan ? Pada saat masa genting ? Sekarang Indonesia kan aman-aman saja, jadi nggak pas donk diterapkan dalam konteks Pilkada, Pilpres atau semacamnya.

Saya kasih tau ya...seseorang akan keluar sifat aslinya pada saat situasi genting, yang munafiq akan kelihatan munafiq. Nah, Allah wanti-wanti kepada orang beriman agar tetap berpegang kepada Allah dan RasulNya dan menjadikan orang beriman sebagai Awliya pada situasi apapun. Justru yang aneh adalah, kalau dahulu...orang kelihatan munafiq pada saat genting (sifat asli munafiq memang cari aman), tapi kenapa sekarang dalam kondisi Indonesia aman sudah bermunculan orang-orang munafiq ? Bagaimana nanti Indonesia dalam keadaan genting ??? Jawab sendiri...

Sebenarnya agak lucu juga ketika Abu Janda mengkritik Dr.Zakir Naik tanpa keilmuan yang memadai, jadi makin kelihatan "kebodohan dan arogansinya". Apakah anda sudah merasa lebih hebat dibanding Dr.Zakir Naik yang telah menjadi Sabab hidayah banyak orang untuk memeluk Islam. Lebih jauh buat anda Abu Janda dan Ahoker semua apakah merasa lebih hebat dan pintar dibanding Ulama Mufassirin semisal At-Thobari, Al-Qurtubi, As-Suyyuti atau Ibnu Katsir sehingga berani menafsirkan ayat berbeda dengan mereka yang hafal Qur'an dan puluhan ribu hadits ??? Siapa Anda !?

Saya malah berpikir, boleh jadi "Asbabun Nuzulnya" Abu Janda turun ke muka bumi adalah sebagai pembeda, siapa golongan pembela Allah dan RasulNya dan siapa golongan pengikut Abdullah bin Ubay bin Salul. Wal'iyadzubillah

FB : Hilmi Firdausi
FP : Kajian Hilmiyah
IG/Twitter : @hilmi28

Bagikan

Jangan lewatkan

Abu Janda(Permadi Arya) pengikut Abdullah bin Ubay bin Salul
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

loading...