Monday, 3 April 2017

Inilah Tanggapan Resmi Ketua MUI Sumbar terkait pemberian Gelar Adat Kapolri.

[Laskarsyahadat] Inilah Tanggapan Resmi Ketua MUI Sumbar terkait pemberian Gelar Adat Kapolri.

Kapolri Tito Karnavian mendapat gelar 'Sutan Raja Paga Alam' adat dari Suku Sikumbang Kamang Mudiak.

Bagaimana ulama Sumbar,  terkhusus MUI Sumbar atas pemberian gelar adat.

Berikut uraian resmi dari ketua MUI Sumbar,  Buya Gusrizal melalui akun resmi Facebook. Buya menyampaikan rasa kecewa dan permohonan maaf kepada umat yang telah memberi amanah untuk menjaga marwah ulama dan umat.



Berikut isi pesan yang beliau sampaikan!

"Saya dipergunjingkan dalam Group WA FMM karena saya keluar dari Group itu akibat saya tidak setuju dengan pemberian gelar kepada Kapolri"

Bunyinya :
Nah....mari kita ambil hikmah yg dalam...sudah dua kali Buya Gusrizal yg kita banggakan selaku Ketua MUI Sumbar..meninggalkan Forum kita ini....
Kalaupun kita salah....rasanya tak bijak Buya meninggalkan umatnya..
Tempi hari Buya Gusrizal juga marah2 lalu keluar dari FMM krn menurut beliau kita hanya sibuk mengurus Pariwisata saja....melupakan Agama dan akhlak generasi muda di kampuang....

Sekarang Buya berbeda pandangan lagi tentang Pemberian Gelar Kehormatan Adat dari Suku Sikumbang...lalu beliau tunggalkan kita....padahal ambo berkunsultasi yg banyak dan serius dg Buya ttg pemberian gelar kehormatan ini.. beliau sampaikan arahan2nya...dan ambo teruskan arahan2 Buya tsb ke Pak Kapolda dan Ketua Panitia serta ke Pak Dt Palindih...insyaAllah semua arahan Buya Gusrizal sdh diakomodir...sdh dilaksanakan...sekarang beliau bersikap seperti ini..🙏🙏🙏

Ambo tdk pada tempatnya mendebat apalagi melawan ke Buya Gusrizal...tapi kalau ini mau dijadikan contoh dan diambil hikmahnya.. utk pembelajaran khususnya bagi kito semua....ambo siap berdiskusi dg Buya Gusrizal dihadapan pituo2 Minang.
🙏🙏🙏

Maka :
Maaf, kalau ada perantau merasa telah membantu MUI Sumbar kemudian merasa berhak pula mengadili pandangan saya yang saya sampaikan dengan pertimbangan syari'at untuk menjaga Marwah Umat dan Ranah Minang bahkan sampai memakai istilah pituo-pituo, maka

saya katakan:
Keilmuan tidak menyangkut tua muda dan kalau perhatian dan bantuan yang membuat saudara-saudara merasa pantas "basilandeh", silahkan diambil kembali dan saya tak pernah bergantung lebih tinggi kepada manusia dibandingkan kepada Allah swt.

Uang itu masih utuh dalam rekening MUI Sumbar !
Tak perlu dibandingkan saya dengan para ulama yang hadir dengan senyum dan tawa pada acara itu karena dari semenjak saya terjun ke MUI, saya sudah sangat banyak berbeda dengan mereka dalam menjaga marwah umat Islam di Ranah Minang.
Saya tak pernah diajak bicara perkara pemberian gelar itu karena tidak ada pertanyaan dari lembaga terkait tapi umat perlu diberi peringatan akan prilaku yang merusak marwah umat Islam di Ranah Minang.

Bahkan kalau tidak saya protes, malah ada rencana dari pihak tertentu yang akan mendeklarasikan kesepakatan Tungku Tigo Sajarangan dengan menjadikan saksi orang yang tidak patut untuk itu.
Maaf kalau ada yang tersinggung atau menuduh saya tidak bijak pula.
Semua dikembalikan kepada Allah swt dan kita akan mempertanggungjawabkan semuanya di akhirat kelak.

Tugas kita hari ini adalah menilai terlebih dahulu apakah langkah kita dalam ridha-Nya atau tidak.
Wallahu a'lam.
 

Bagikan

Jangan lewatkan

Inilah Tanggapan Resmi Ketua MUI Sumbar terkait pemberian Gelar Adat Kapolri.
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

loading...