Saturday, 12 August 2017

Buas!!! Menurut Imam Syafii Haram, Jokowi Tetap Makan Kelelawar!!

[laskarsyahadat]  Gragas,  Kelakuan Jokowi yang cari sensasi,  Kelelawar Pun jadi korban!!!

Sesampainya Presiden RI Joko Widodo dan rombongan di Bandara Sam Ratulangi Manado Kamis (19/10/2016), mereka mampir makan siang di Restoran Mapanget Indah, yang berlokasi tak jauh dari bandara.

Jokowi tak lama makan siang, hanya sekitar 15 menit lalu bertolak ke Minahasa Utara dengan pengalawan super ketat.
Dua hari sebelum kedatangan Presiden, pengelola rumah makan Mapanget Indah mendapat pemberitahuan bahwa Jokowi akan mampir makan siang di restoran tersebut.


Kami dapat info dua hari sebelum. Waktu itu ada beberapa TNI yang datang makan. Pas mau bayar, mereka langsung bilang Jokowi akan datang," ujar Chinthia Karundeng, sang kasir.

Ia yang pertama kali diberitahu, karena dia kasir. Namun ini bukan kali pertama, sebelumnya restoran ini sempat disebut akan dikunjungi Jokowi, tapi yang pertama batal.

"Sudah dua kali, tapi yang pertama tak jadi," ucapnya.
Kabar kepastian Jokowi makan siang di situ sudah diterima pihak restoran.
Sehari sebelum kedatangan, kata Chinthia kepala rumah tangga presiden datang langsung untuk memesan menu.
"Jadi mereka memesan 63 orang. Menu khusus yang diminta yakni bebek bumbu RW, telur cakalang, tude woku, paniki (kelelawar) santan. Katanya paniki ini pesanan khusus dari pak presiden," ucapnya.

Pihak restoran pun langsung siap-siap. Karena mendadak, mereka pun mempersiapkan semua dengan buru-buru agar bisa tertangani. "Kami persiapkan semua dengan cepat. Bersih-bersih, siapkan semua menu yang diminta," ujarnya.

Jokowi menebar senyum pada karyawan restoran. Sebelum pergi, mereka mengaku ia sempat berkata terima kasih.
Para pelayan antusias dengan kedatangan Jokowi. Namun karena penjagaan ketat, mereka hanya bisa memotretnya dari jauh.

Sumber:
Tribun


Lalu bagaimana hukum Kelelawar dalam pandangan Islam,  apakah Jokowi tidak mengetahui atau memang tidak mau tahu.  Berikut penjelasan tentang Hukum memakan hewan Kelelawar

Hukum Makan Kelelawar

Ulama berselisih pendapat tentang hukum memakan kelelawar. Ada tiga pendapat utama dalam hal ini:

1. Madzhab Syafi’i dan Hambali mengharamkan memakan kelelawar.

2. Madzhab Maliki menyatakan hukumnya makruh dan tidak sampai haram, namun bukan sesuatu yang mubah untuk dikonsumsi.

3. Sementara para ulama dari Madzhab Hanafi berselisih pendapat, ada yang menyatakan halal dan ada yang berpendapat tidak halal.

Imam Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni menukil keterangan ulama sebelumnya, An-Nakha’i mengatakan, “Semua burung halal, kecuali kelelawar… hewan ini haram karena menjijikkan, bukan termasuk hewan yang thayib menurut masyarakat Arab, dan merekapun tidak memakannya.”

Sementara Imam An-Nawawi dalam Al-Majmu’ Syarh Muhadzab menyatakan, “Kelelawar haram, sementara Ar-Rafi’i mengatakan, ‘Sebenarnya terdapat perbedaan dalam hal ini’.”
Demikian kesimpulan dari Fatawa Syabakah Islamiyah, no.103303

InsyaAllah, pendapat ulama yang menganggap tidak halalnya kelelawar lebih mendekati kebenaran. Di antara dalil yang menguatkan haramnya kelelawar keterangan sahabat, Abdullah bin Amr radhiallahu’anhuma, bahwa beliau mengatakan,

لا تقتلوا الضفادع فإن نقيقها تسبيح ولا تقتلوا الخفاش فإنه لما خرب بيت المقدس قال يا رب سلطني على البحر حتى أغرقهم

“Janganlah kalian membunuh katak, karena suaranya adalah tasbih. Janganlah membunuh kelelawar, karena ketika baitul Maqdis dirobohkan, dia berdoa, ‘Ya Allah, berikanlah aku kekuasaan untuk mengatur lautan, sehingga aku bisa menenggelamkan mereka (orang yang merobohkan baitul maqdis)’.” (Riwayat Al-Baihaqi, no. 19166. Al-baihaqi mengatakan, Keterangan ini mauquf (keterangan sahabat), dan sanadnya sahih).

Setelah menyebutkan hadis tersebut, Imam Al-Baihaqi menyatakan,

والذي نهى عن قتله يحرم أكله إذ لو كان حلالا لأمر بذبحه ولما نهى عنه كما لم ينه عن قتل ما يحل ذبحه وأكله والله أعلم

“Binatang yang dilarang untuk dibunuh haram untuk dimakan. Karena jika hewan itu halal, tentunya akan diperintahkan untuk disembelih dan tidak dilarang untuk dibunuh, sebagaimana binatang lainnya yang halal dikonsumsi. Allahu a’lam” (Sunan Baihaqi, keterangan riwayat no. 19166).

Dijawab oleh Ustadz Ammi Nur Baits (Dewan Pembina Konsultasi Syariah)
Artikel www.KonsulatasiSyariah.com

Bagikan

Jangan lewatkan

Buas!!! Menurut Imam Syafii Haram, Jokowi Tetap Makan Kelelawar!!
4/ 5
Oleh

Subscribe via email

Suka dengan artikel di atas? Tambahkan email Anda untuk berlangganan.

loading...