Showing posts with label Hikmah Jumat. Show all posts
Showing posts with label Hikmah Jumat. Show all posts

Thursday, 27 July 2017

Taliban dan Mujahidin Memasuki Wilayah Palestina, Israel Ketakutan!!!

[laskarsyahadat] IRING-IRINGAN TALIBAN DAN MUJAHIDIN BERSENJATA LENGKAP MASUK PALESTINA, ISRAEL KETAKUTAN


RakyatSumatera.
Iring-iringan kendaraan perang terpantau menuju Palestina. Surat kabar Aljazeera menyebutkan, Taliban dan Mujahidin bertanggungjawab atas konvoi yang membuat Israel ketakutan tersebut.
Bersatunya kedua militan tersebut terjadi setelah otoritas Israel secara brutal dan keji melakukan pembunuhan terhadap warga Palestina yang demo minta Al-Aqsa dibebaskan.

Hal ini memicu ketakutan Israel dan mendesak negara-negara sekutunya agar secepatnya mengirimkan bantuan.
Seperti dilansir AFP, Rabu (26/7/2017), Israel masih terus memberondongkan pelurunya ke arah kerumunan warga Palestina yang demo.

Sementara itu, Liga Arab memperingatkan Israel untuk tidak melewati "garis merah" dalam konflik Israel-Palestina yang sedang berlangsung di kota suci Yerusalem. Liga Arab menyatakan, jika Israel melewati garis tersebut, maka Israel telah mencari gara-gara dengan seluruh negara Arab dan Muslim.

"Pemerintah Israel bermain dengan api dan mempertaruhkan krisis besar dengan dunia Arab dan Islam," kata Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul Gheit dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Russia Today pada Senin (24/7).
"Yerusalem adalah garis merah yang tidak akan dibiarkan oleh Muslim dan Arab untuk dilewati, dan apa yang terjadi hari ini adalah upaya untuk menerapkan sebuah realitas baru di kota suci," sambungnya.
Dia juga meminta Israel untuk tidak memperdalam konflik tersebut dan mendesak masyarakat internasional untuk mewajibkan pemerintah Israel untuk mempertahankan status quo di wilayah tersebut.

"Karena kebijakannya saat ini "melukai perasaan" seluruh dunia Muslim, tidak hanya orang-orang Palestina," ungkapnya.(aljazeera)
Baca selengkapnya

Bulog Milik Pemerintah Ternyata Penjahat Makanan Pokok!!!

[laskarsyahadat]Penggerebekan gudang Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Subdivre Lahat, Sumatera Selatan (Sumsel) mengungkap seperti apa operandi dari pelaku selama ini mendistribusikan beras sejahtera (rastra) yang dioplos kepada warga miskin. Beras itu dijual dengan harga normal. Beras itu telah didistrbusikan ke sejumlah kecamatan.

Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto yang didampingi Wakapolda Brigjen Asep Suhendar dan Direktur Reskrimsus Kombes Irawan David Syah menerangkan, dugaan pengoplosan rastra itu terjadi di gudang Bulog Subdivre Lahat.


"Dari sana, tim menemukan 39.330 kilogram (kg) atau 39 ton lebih beras oplosan. Ada 1.089 ton yang ternyata sudah didistribusikan kepada masyarakat," bebernya seperti diberitakan oleh Jawapos.com

Ciri beras oplosan tersebut, butirnya pecah dan bercampur dengan banyak gabah. "Ini contohnya," kata Agung sembari menunjukkan sampel beras oplosan tersebut.

Di lokasi yang telah dipasangi garis polisi, tim juga menemukan 25 karung beras berkualitas buruk dalam kemasan 15 kg dari pengadaan 2016. Ada juga 25 karung beras kualitas baik ukuran 50 kg dari pengadaan 2017. "Itu yang belum sempat dioplos," tambahnya.

Dari gudang, tim juga mengamankan peralatan berupa dua drum modifikasi, dua timbangan kapasitas 500 kg, dan mesin jahit karung beras. "Bulog terindikasi mengoplos dan mendistribusikan beras tidak layak konsumsi atau kualitas rendah kepada masyarakat," kata Agung.

Beras itu didistribusikan kepada warga penerima rastra di enam kabupaten/kota. Yakni Lahat, Muara Enim, Empat Lawang, Pagaralam, PALI, dan Prabumulih.

Menurut Kapolda, jajarannya melakukan penyelidikan selama lima hari, mulai 18 hingga 22 Juli. Awalnya, ada laporan warga dari enam daerah itu. "Mereka menolak beras yang didistribusikan Bulog," ucap Agung.

Penolakan terjadi karena kualitas beras yang dibagikan tidak layak konsumsi. Berbekal informasi tersebut, dilakukan penyelidikan. Kecurigaan lalu mengarah ke gudang Bulog. Tim lantas menyambangi tempat itu dan mendapati beras beda tahun dan beda kualitas yang sudah dioplos maupun yang belum dioplos.

"Hasil oplosannya dikemas dari karung Bulog rastra 15 kg dan didistribusikan kepada masyarakat. Dijual seharga Rp 7.000 per kg, sama dengan harga jual beras layak konsumsi," ujarnya.

"Dari pemeriksaan dokumen, tim mengetahui sudah ada 1.089 ton beras yang telah didistribusikan kepada masyarakat," beber Kapolda.

Untuk kepentingan penyidikan, dia membenarkan bahwa timnya sudah menyegel gudang dan lokasi pencampuran beras.

Dia menambahkan, ada tiga pegawai Bulog Subdivre Lahat yang dibawa untuk dimintai keterangan. Yakni Febri, 30, selaku kepala gudang; penanggung jawab pelaksana proses ulang Adit, 29; dan M. Agus, 26, selaku kepala subdivre. "Dari ketiganya, diambil keterangan lebih lanjut. Status saat ini masih saksi," papar dia.

Namun, tidak tertutup kemungkinan status ketiganya berubah menjadi tersangka. "Bergantung nanti dari hasil pemeriksaan," imbuh Agung. Jika terbukti salah, tersangka akan dijerat pasal 62 (1) jo pasal 8 (1) huruf (a) Undang-Undang 8/1999 tentang Perlindungan Konsumen. Ancaman hukumannya 5 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar.
Baca selengkapnya

Wednesday, 26 July 2017

Bertaruh Jabatan Jendral :Tito Karnavian Harus Bisa Membuktikan Tuduhan Tentang Beras Oplosan!!

[laskarsyahadat] TITO KUWALAT HRS
Kalau Bukan Berasnya, Berarti Informasinya yang Oplosan
by Asyari Usman

Hari-hari ini, Kapolri Jenderal Tito Karnavian tampaknya harus bekerja keras untuk membuktikan kebenaran tuduhan bahwa PT Indo Beras Unggul (IBU) melakukan pengoplosan beras bersubsidi menjadi beras premium yang dijual dengan harga mahal. Negara dikatakan rugi ratusan triliun rupiah, sedangkan fakta menunjukkan omzet IBU hanya empat triliun per tahun.

Kalau tidak bisa membuktikannya, Pak Tito akan kehilangan muka, kredibilitas dan bahkan bisa kehilangan jabatan. Kalau kehilangan muka, mungkin bisa diganti dengan muka baru. Kehilangan jabatan, bisa dibuatkan jabatan baru. Yang berat adalah kehilangan kredibilitas, apa ada yang mau kasih kredit baru?.
Jelasnya, harus kerja keras untuk menghadapi serangan balik IBU. Mungkin, inilah kecerobohan tingkat tinggi dengan risiko tinggi.

IBU membantah tuduhan polisi dengan data yang lengkap. Kemudian, bantahan itu didukung oleh sejumlah pejabat tinggi dan banyak anggota DPR dari berbagai partai. Dukungan kepada IBU juga sangat deras datang dari netizen.


Bulog, kata Mensos Khofifah Indar Parawangsa, memastikan IBU tidak mengoplos rastra (dulu raskin) yang diperuntukkan bagi kalangan tak mampu. Kemudian, bermunculan fakta-fakta bahwa IBU membeli beras dari petani dengan harga jauh lebih tinggi dari harga beli Bulog. Praktik IBU ini sangat membantu petani.

Seterusnya, ada sejumlah testimoni (kesaksian) dari orang-orang yang sudah berpengalaman berbisnis beras. Intinya, apa yang dilakukan IBU dalam pengolahan gabah sampai menjadi beras premium merupakan praktik yang wajar. Tidak ada yang harus dipersoalkan.

Semula dituduhkan bahwa IBU mengemas beras bersubsidi IR64 dengan harga beli Rp6,000 sampai Rp7,000 per kilo menjadi beras premium dengan harga jual Rp20,000 per kilo. Maknyuss dan Ayam Jago adalah dua label yang dikatakan beras oplosan.
Mantan menteri pertanian, Anton Apriyantono, yang duduk sebagai komisaris PT Tiga Pilar Sejahteran yang merupakan induk IBU, menegaskan bahwa sekarang ini beras IR64 sudah sangat jarang ditemukan. Sudah berganti varitas baru. Anton mengatakan dia akan menuntut pihak-pihak yang menuduh perusahaannya melakukan pengoplosan.
Kenapa penggerebekan beras oplosan itu berbalik menerpa Pak Tito?

Salah satu kemungkinannya adalah bahwa informasi yang disajikan kepada beliau adalah “informasi oplosan”. Informasi yang tidak akurat. Informasi yang menyesatkan. Kata seorang pemerhati, bisa jadi informasi yang dibisikkan oleh tengkulak gabah yang kalah bersaing dengan IBU. Si tengkulak tak sanggup membeli beras dengan harga tinggi dari petani seperti yang dilakukan IBU.

Jadi, kelihatannya kita akan menyaksikan drama baru yang pasti akan seru. Pasti seru, karena Pak Tito dihadapkan pada dua pilihan. Pertama, harus melanjutkan tuduhan itu dengan “risiko premium” (bukan “risiko rastra”). Kedua, meminta maaf secara terbuka dan, biasanya di negeri lain, diikuti oleh penyerahan jabatan secara sukarela.
(Penulis adalah wartawan senior)
Baca selengkapnya

Monday, 24 July 2017

MasyaAllah!!! Jenazah Mujahid Palestina Gunakan Kain Kafan Merah Putih!!!

[laskarsyahadat] Kain Kafan Merah Putih,  Mujahid Palestina Memanggil Indonesia!

Mujahid Palestina korban Kebiadaban Yahudi memanggil Indonesia. Hal tersebut tersiirat dari kain kapan yang digunakan.  Dengan keadaan terbaring,  jenazah Mujahid yang sedang diaholatkan menggunakan kain Kafan merah putih.


Baca selengkapnya

ALLAHU AKBAR! REMAJA PALESTINA KORBAN ISRAEL INI MENUNJUK KE LANGIT SAMBIL BILANG "AKU LIHAT SURGA"


[laskarsyahadat] ALLAHU AKBAR! REMAJA PALESTINA KORBAN ISRAEL INI MENUNJUK KE LANGIT SAMBIL BILANG "AKU LIHAT SURGA"

Foto yang jadi headline di beberapa media di Timur Tengah ini membuat merinding. Hasyim (17) remaja yatim piatu yang jadi korban kebrutalan Israel ini menunjuk ke langit saat jelang ajalnya. Sambil tersenyum ia berkata, "Wahai saudaraku, aku melihat surga."

Ahmad (38) warga Palestina yang ikut mengevakuasi remaja tersebut bercerita bahwa remaja tersebut akhirnya meninggal dunia.


"Saat kami evakuasi, kulihat tangan anak itu menunjuk ke langit sambil berbicara pelan dan memberitahu kami, kalau dia melihat surga," ujar Ahmad sambil menyeka airmatanya.
"Banyak yang iri pada perjuangannya. Ini adalah janji Allah untuk para syuhada," sambung Ahmad dan disambut teriakan "Allahu Akbar" warga Palestina yang masih menciumi jasad remaja pemberani itu.
Baca selengkapnya

Tak Mampu Menjamin Warga yang Miskin, Jokowi Libatkan Siswa untuk Memberi Makan ORANG miskin!

[laskarsyahadat] Tak Mampu Menjamin Warga yang Miskin,  Jokowi Libatkan Siswa untuk Memberi Makan ORANG miskin!

 Presiden Joko Widodo menyampaikan usulan agar kurikulum juga memasukkan kegiatan sosial sebagai pekerjaan rumah (PR) bagi pelajar di sekolah. "Bisa saja mereka diberikan PR misalnya menengok tetangganya yang sakit. PR-nya itu menengok tetangganya yang sakit, atau menengok kawannya yang sakit," kata Jokowi dalam sambutannya saat menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Pimpinan Nasional PGRI di Hotel Sahid Jaya Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (22/7).

Selain itu, Presiden juga mengusulkan contoh PR lain seperti memberi makan warga miskin dan mengikuti kerja bakti di daerah masing-masing. Hal itu diharapkan Presiden dapat menumbuhkan sikap tenggang rasa dan memupuk kerukunan di masyarakat.


Presiden mengaku sudah menyampaikan hal itu kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy agar pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam ruang kelas atau lingkungan sekolah. "Inilah pembangunan karakter yang lama kita lupakan. Oleh sebab itu, sekali lagi, marilah kita isi anak-anak kita dengan jiwa-jiwa yang baik, jiwa-jiwa yang mulia karena guru adalah tokoh panutan, guru adalah yang memberi inspirasi, guru adalah yang memberi teladan," tambah Kepala Negara.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menegaskan pendidikan dasar nilai-nilai kebangsaan perlu ditanamkan kepada siswa-siswi Indonesia antara lain yang berkaitan dengan etos kerja, kejujuran, kedisiplinan, integritas, kerja keras, hingga pantang menyerah. Jokowi telah melakukan kunjungan kerja di Yogyakarta sejak Jumat petang (21/7) hingga Sabtu sore.
Dia menghadiri Kongres Pancasila Ke-9 di Balairung UGM, membuka Rapat Koordinasi Pimpinan Nasional PGRI, serta memberikan kuliah umum di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta sekaligus meletakkan batu pertama peresmian pembangunan Museum Muhammadiyah.

Pada Sabtu petang, Presiden beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo melanjutkan kunjungan kerja ke Kota Semarang untuk menghadiri halal bihalal Kebangsaan di YPI Nasima. Usai acara tersebut, Jokowi dan rombongan melanjutkan kunjungan kerja ke Pekanbaru, Riau menumpang pesawat kepresidenan Indonesia Satu untuk menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional 2017 pada Ahad (23/7).
Red: Karta Raharja Ucu
Source: Antara
Baca selengkapnya

Kapolri Jendral Tito Karnavian Pembohong Besar dan Tukang Fitnah!!!

[laskarsyahadat] Komisaris Utama PT Tiga Pilar Sejahterah (TPS) Anton Apriyantono membantah tuduhan jika pihaknya memalsukan mutu beras dari jenis medium menjadi beras premium. Anton menegaskan tuduhan tersebut adalah fitnah bagi perusahaannya.


Anton menjelaskan bahwa beras IR 64 yang disebut-sebut kepolisian sebagai bahan baku yang digunakan sebagai beras produksinya juga keliru. Di lapangan lanjutnya beras varietas IR 64 sudah tidak banyak ditemukan karena berganti denganvarietasbaru yakni Inpari dan Ciherang.
"Selain itu tidak ada yang namanya beras IR 64 yang disubsidi, ini sebuah kebohongan publik yang luar biasa. Yang ada adalah beras raskin, subsidi bukan pada berasnya tapi pada pembeliannya, beras raskin tidak dijual bebas, hanya untuk konsumen kurang mampu," jelasnya melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Ahad (23/7).

Selain mengenai tuduhan bahwa perusahaan telah merugikan negara ratusan triliun, Anton juga membantahnya. Menurut dia omzet yang dimiliki PT TPS hanya empat triliun rupiah per tahun.

"Kalau dibilang negara dirugikan, dirugikan dimananya? Apalagi sampai bilang ratusan triliun, lha wong omzet beras TPS saja hanya 4 T per tahun, lagi-lagi Kapolri melakukan kebohongan publik. Apa enggak takut azab akhirat ya?," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satgas Pangan menggerebek gudang beras di Bekasi yang diduga telah membohongi konsumen berbuntut panjang. PT Indo Beras Unggul (PT IBU) yang diduga telah memalsukan mutu beras medium menjadi bebas premium membuatnya harus berurusan dengan kepolisian.

Untuk diketahui pasca penggrebekan pada Kamis (20/7) sore itu telah diamankan 16 orang karyawan dan pengurus PT IBU. Hingga saat ini Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Porli masih belum menetapkan siapa tersangka dalam kasus tersebut.
Baca selengkapnya

Sunday, 23 July 2017

MasyaAllah Penduduk Gaza Berkata "Kami Sholat 6kali Sehari" Subuh, Zuhur, Ashar, Magrib, Isya dan Jenazah!

[laskarsyahadat]  Penduduk Gaza Berkata "Kami Sholat 6kali Sehari"!

Semoga Allah Azza wa Jalla senantiasa menjaga dan menolong saudara-saudaramuslim kita di seluruh dunia, khususnya saudara-saudara Muslim kita di Palestina yang sedang di dzolimi oleh zionis Israel Laa'natullah alaih.. Aamiin.


Baca selengkapnya
loading...