Showing posts with label Hikmah Jumat. Show all posts
Showing posts with label Hikmah Jumat. Show all posts

Tuesday, 23 May 2017

Lengkap, Buku Kasus korupsi Ahok! Download disini!

[Laskarsyahadat] Lengkap,  inilah buku Kasus Korupsi Ahok yang perlu diketahui oleh rakyat Indonesia

Download disini
https://drive.google.com/file/d/0B0RMRxVawZtQWkFIUDFyVXZBYWc/view

Diuraikan dengan detail. Rangkaian

Buku yang ditulis oleh Marwan Batubara,  dengan judul 'Usut Tuntas Kasus Korupsi Ahok,  Menuntut Keadilan Rakyat' dengan pengantar M.  AMIEN RAIS.


buku dengan tebal halaman mencapai 285, dengan daftar isi menguraikan 14 kasus yang perlu diusut tuntas oleh penegak Hukum.

Buku tersebut sangat berani mengungkapkan Kasus Korupsi Ahok. Nama Jokowi pun dicatut sebagai bagian dari Rentetan alur kasus yang menjerat Ahok.  Lalu,  bagaimana pihak penegak hukum menyikapi Buku tersebut.  Apakah akan membiarkan dan tetap tidak menjerat Ahok dengan seabrek kasus yang melibatkan kekuasaannya.
Baca selengkapnya

MUI fatwakan Hukuman Mati Bagi Pelaku LGBT!

[Laskarsyahadat] MUI berharap pemerintah menjatuhkan hukuman berat pada pelaku homoseks.
Sementara itu santrinews memberitakan, MUI meminta pemerintah dan DPR agar tak melegalkan keberadaan komunitas homoseksual.

Selain itu, MUI berharap pemerintah menjatuhkan hukuman berat pada pelaku homoseks untuk menjadi peringatan dengan cara memasukkan perilaku seks menyimpang sebagai delik umum.

“Memasukkan aktivitas seksual menyimpang sebagai delik umum dan merupakan kejahatan menodai martabat luhur Indonesia,” tandasnya.


MUI juga mengharamkan pencabulan dan aktivitas pelampiasan nafsu seksual seperti meraba, meremas, dan aktivitas lainnya tanpa hubungan pernikahan yang sah.

“Pencabulan yang dilakukan seseorang baik pada lawan jenis, sesama jenis, pada dewasa ataupun anak-anak adalah haram,” tegasnya.

***

Hukuman Berat bagi Pelaku Homo ataupun Lesbi
By nahimunkar.com on 14 May 2014

Dalam Islam, haram dan dosa serta adzab atas pelaku homoseks telah dijelaskan di antaranya dalam Al-Qur’an Surat An-Naml ayat 54 – 58.:

وَلُوْطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِ أَتَأْتًوْنَ الْفَاحِشَةَ وَأَنْتًمْ تُبْصِرُوْنَ ( 54) أَئِنَّكُمْ لَتَأْتُوْنَ الرِّجَالَ شَهْوَةً مِنْ دُوْنِ النِّسَاءِ بَلْ أَنْتُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُوْنَ (55) فَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِ إِلاَّ أَنْ قَالُوْا أَخْرِجُوْا ءَالَ لُوْطٍ مِنْ قَرْيَتِكُمْ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُوْنَ (56) فَأَنْجَيْنَاهُ وَأَهْلَهُ إِلاَّ امْرَأَتَهُ قَدَّرْنَاهَا مِنَ الْغَابِرِيْنَ (57) وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَسَاءَ مَطُرٌ الْمُنْذَرِيْنَ (58) النمل : 54-58

Dan (ingatlah kisah) Luth, ketika dia Berkata kepada kaumnya: “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah[1101] itu sedang kamu memperlihatkan(nya)?”
55.”Mengapa kamu mendatangi laki-laki untuk (memenuhi) nafsu (mu), bukan (mendatangi) wanita? Sebenarnya kamu adalah kaum yang tidak mengetahui (akibat perbuatanmu)”.

Maka tidak lain jawaban kaumnya melainkan mengatakan: “Usirlah Luth beserta keluarganya dari negerimu; Karena Sesungguhnya mereka itu orang-orang yang (menda’wakan dirinya) bersih[1102]”.
Maka kami selamatkan dia beserta keluarganya, kecuali isterinya. Kami telah mentakdirkan dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).
Dan kami turunkan hujan atas mereka (hujan batu), Maka amat buruklah hujan yang ditimpakan atas orang-orang yang diberi peringatan itu. (An Naml: 54-58).
[1101] perbuatan keji: menurut Jumhur Mufassirin yang dimaksud perbuatan keji ialah perbuatan zina, sedang menurut pendapat yang lain ialah segala perbuatan mesum seperti : zina, homosek dan yang sejenisnya. Menurut pendapat Muslim dan Mujahid yang dimaksud dengan perbuatan keji ialah musahaqah (homosek antara wanita dengan wanita).

[1102] perkataan kaum Luth kepada sesamanya. Ini merupakan ejekan terhadap Luth dan orang-orang beriman kepadanya, Karena Luth dan orang-orang yang bersamanya tidak mau mengerjakan perbuatan mereka.

Homoseks adalah laki-laki mendatangi (melakukan perbuatan seks dengan laki-laki). Sedang lesbi adalah seorang wanita mendatangi wanita lainnya (melakukan perbuatan seks).

( 1138 ) – وَعَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : { مَنْ وَجَدْتُمُوهُ يَعْمَلُ عَمَلَ قَوْمِ لُوطٍ فَاقْتُلُوا الْفَاعِلَ وَالْمَفْعُولَ بِهِ , وَمَنْ وَجَدْتُمُوهُ وَقَعَ عَلَى بَهِيمَةٍ فَاقْتُلُوهُ وَاقْتُلُوا الْبَهِيمَةَ } رَوَاهُ أَحْمَدُ وَالْأَرْبَعَةُ وَرِجَالُهُ مُوَثَّقُونَ , إلَّا أَنَّ فِيهِ اخْتِلَافًا .

.–الجزء :4 (سبل السلام) الصفحة :25

Dari Ibnu Abbas, bahwasanya Nabi shallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: ٍSiapa-siapa yang kamu dapati dia mengerjakan perbuatan kaum Luth (homoseksual, laki-laki bersetubuh dengan laki-laki), maka bunuhlah yang berbuat (homoseks) dan yang dibuati (pasangan berbuat homoseks itu); dan barangsiapa kamu dapati dia menyetubuhi binatang maka bunuhlah dia dan bunuhlah binatang itu._ (HR Ahmad dan Empat (imam), dan para periwayatnya orang-orang yang terpercaya, tetapi ada perselisihan di dalamnya).

Dalam Kitab Subulus Salam dijelaskan, dalam hadis itu ada dua masalah. Pertama, mengenai orang yang mengerjakan (homoseks) pekerjaan kaum Luth, tidak diragukan lagi bahwa itu adalah perbuatan dosa besar. Tentang hukumnya ada beberapa pendapat: Pertama, bahwa ia dihukum dengan hukuman zina diqiyaskan (dianalogikan) dengan zina karena sama-sama memasukkan barang haram ke kemaluan yang haram. Ini adalah pendapat Hadawiyah dan jama’ah dari kaum salaf dan khalaf, demikian pula Imam Syafi’i. Yang kedua, pelaku homoseks dan yang dihomo itu dibunuh semua baik keduanya itu muhshon (sudah pernah nikah dan bersetubuh) atau ghoiru muhshon (belum pernah nikah) karena hadits tersebut. Itu menurut pendapat pendukung dan qaul qadim As-Syafi’i.

Masalah kedua tentang mendatangi/ menyetubuhi binatang, hadits itu menunjukkan haramnya, dan hukuman atas pelakunya adalah hukum bunuh. Demikianlah pendapat akhir dari dua pendapat Imam As-Syafi’i. Ia mengatakan, kalau hadits itu shahih, aku berpendapat padanya (demikian). Dan diriwayatkan dari Al-Qasim, dan As-Syafi’I berpendapat dalam satu pendapatnya bahwa pelaku yang menyetubuhi binatang itu wajib dihukum dengan hukuman zina diqiyaskan dengan zina.. (Subulus Salam, juz 4, hal 25).

Dari ayat-ayat, hadits-hadits dan pendapat-pendapat itu jelas bahwa homoseks ataupun lesbian adalah dosa besar. Bahkan pelaku dan pasangannya di dalam hadits dijelaskan agar dibunuh. Maka tindakan dosa besar itu wajib dihindari, dan pelaku-pelakunya perlu dijatuhi hukuman.

Hukum positif dan kenyataan gay

Keberadaan gay dan lesbian secara hukum positif jelas tidak diakui, apalagi pernikahan di antara sesama gay, di Indonesia merupakan sesuatu yang mustahil terjadi. Dari sudut pandang agama (Islam), orientasi seks menyimpang ini dilaknat Allah. Bahkan Allah Subhanahu Wa Ta’ala pernah memusnahkan kaum Nabi Luth yang mengidap homoseks ini rata dengan tanah.

Pembunuhan berantai yang dibarengi dengan mutilasi, sebagaimana dilakukan pengidap penyakit homoseks bernama Verry Idam Henyansah alias Ryan, belum memasuki tahapan akhir penyidikan, sudah muncul lagi kesadisan serupa yang dilakukan pengidap penyakit homoseks lainnya. Kali ini pelakunya Burhan alias Joses alias Han Han (23 tahun), sedangkan korbannya yang juga pasangan Burhan, bernama Ari Purwanto Suprapto (49 tahun), karyawan Bank Mandiri bagian Customer Service.

Ari Purwanto tewas dengan 34 luka tusukan di sekujur tubuhnya. Peristiwa itu terjadi di apartemen Taman Rasuna Tower 9 kamar 11-G, Jl. HR Rasuna Said, Setiabudi, Jakarta Selatan (Rabu, 30 Juli 2008).

Dari kasus Ryan dan juga Burhan yang sedemikian sadistis, citra buruk kaum homoseks kian terpuruk. Di sejumlah teve, segerombolan pengidap penyakit homoseks berusaha memberikan imbangan dengan memberikan pernyataan, bahwa kesadisan Ryan bukanlah disebabkan oleh orientasi seksualnya, tetapi didorong oleh nafsu menguasai harta korban-korbannya.

Larangan tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran

Kenyataan yang membahayakan bagi kehidupan ini tidak lain karena mereka telah melakukan kerusakan yang fatal, berupa tolong menolong dalam hal dosa dan pelanggaran. Padahal manusia ini sebagai hamba Alloh justru disuruh agar tolong menolong dalam taqwa dan kebaikan, dan tidak boleh tolong menolong dalam dosa dan pelanggaran.

Hal itu karena firman Alloh Ta’ala:

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya. (QS Al-Maaidah: 2).

Juga firman-Nya:

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُدَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ(78)كَانُوا لَا يَتَنَاهَوْنَ عَنْ مُنْكَرٍ فَعَلُوهُ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ(79)

Telah dila`nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan `Isa putera Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas.

Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu. (QS Al-Maaidah: 78, 79).

Dan sabda Nabi Muhammad shollallohu ‘alaihi wasallam:

(( مَنْ دَعَا إِلَى هُدَىً ، كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أجُورِ مَنْ تَبِعَه ، لاَ يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ أجُورِهمْ شَيئاً ، وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ ، كَانَ عَلَيهِ مِنَ الإثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ ، لاَ يَنْقُصُ ذلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيئاً )) رواه مسلم .صحيح مسلم – (ج 8 / ص 62)6980 –

Barangsiapa menyeru kepada petunjuk, maka baginya pahala seperti pahala orang yang mengikutinya sampai hari qiyamat, tanpa mengurangi pahala mereka (orang yang mengikuti petunjuk itu) sedikitpun. Dan barangsiapa menyeru kepada kesesatan, maka baginya dosa seperti dosa orang yang mengikutinya sampai hari qiyamat, yang demikian itu tidak mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka (orang-orang yang mengikutinya). (HR Muslim, dari Abu Hurairah, Shahih Muslim juz 8 halaman 62, nomor 6980).

32 حَدِيثُ أَبِي سَعِيدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : عَنْ طَارِقِ بْنِ شِهَابٍ قَالَ أَوَّلُ مَنْ بَدَأَ بِالْخُطْبَةِ يَوْمَ الْعِيدِ قَبْلَ الصَّلَاةِ مَرْوَانُ فَقَامَ إِلَيْهِ رَجُلٌ فَقَالَ الصَّلَاةُ قَبْلَ الْخُطْبَةِ فَقَالَ قَدْ تُرِكَ مَا هُنَالِكَ فَقَالَ أَبُو سَعِيدٍ أَمَّا هَذَا فَقَدْ قَضَى مَا عَلَيْهِ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ

32 Hadis Abu Said radhiyallahu ‘anh: Diriwayatkan dari Tariq bin Syihab radhiyallahu ‘anh, ia berkata: Orang pertama yang berkhutbah pada Hari Raya sebelum sholat Hari Raya didirikan ialah (Khalifah) Marwan. Seorang lelaki berdiri lalu berkata kepadanya: Sholat Hari Raya hendaklah dilakukan sebelum membaca khutbah. Marwan menjawab: Sesungguhnya kamu telah meninggalkan apa yang ada di sana (yaitu sunnah). Kemudian Abu Said berkata: Adapun orang (yang berbicara mengingkari Marwan) ini benar-benar telah membayar apa yang jadi kewajibannya (yaitu mengingkari kemunkaran), aku telah mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda: Barangsiapa di antara kamu melihat kemunkaran, maka hendaklah dia mencegah kemunkaran itu dengan tangannya (yaitu kekuasaannya). Jika tidak mampu, hendaklah dicegah dengan lidahnya. Kemudian kalau tidak mampu juga, hendaklah dicegah dengan hatinya (yaitu membencinya). Itulah selemah-lemah iman . (Hadits Muttafaq ‘alaih).

Syaikh Bin Baaz berkata: mengingkari dengan ahti adalah kewajiban atas setiap orang, yaitu membenci kemunkaran dan tak menyukainya, memisahkan diri dari ahlinya (pelakunya) ketika tidak mampu mengingkarinya dengan tangan dan lisan, karena firman Allah Ta’al

يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ وَإِمَّا يُنْسِيَنَّكَ الشَّيْطَانُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ الذِّكْرَى مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ(68)

Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika syaitan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). (QS Al-An’am: 68).(Arsip Multaqo Ahlil Hadits 2, juz 1 halaman 543). (haji/tede).

TV Trans7 menampilkan pasangan gay
Saat media massa masih gencar memberitakan kesadisan pelaku pengidap homoseks di dalam membantai pasangannya, eh tahu-tahu stasiun teve swasta TRANS7 pada tanggal 08 Agustus 2008, melalui mata acara EMPAT MATA yang digawangi TUKUL, menampilkan pasangan gay asal Indonesia yang telah menikah di negeri Belanda, karena hukum positif di Indonesia tidak memungkinkan mereka menikah.

Pasangan yang dilaknat Allah itu adalah dokter Mamoto Gultom yang menikah dengan Hendi Sahertian pada tahun 2002 di negeri Belanda, setelah berkenalan sejak 1999 di sebuah café khusus kaum gay di Jakarta.

Tidak bisa disalahkan bila ada yang mempunyai kesan bahwa TV Trans7 berusaha turut memperbaiki citra kaum gay yang menjadi kian rusak akibat perilaku Ryan dan Burhan, dengan menampilkan pasangan gay yang sudah menikah dan tetap hidup rukun hingga bertahun-tahun, sebagaimana coba dikesankan melalui penampilan Mamoto dan Hendi.

Dan tidak bisa disalahkan juga bila ada sejumlah anggota masyarakat yang mempunyai dugaan, “jangan-jangan produser acara EMPAT MATA adalah juga seorang pengidap penyakit homoseks.” Bahkan tidak bisa disalahkan bila ada yang juga menduga-duga bahwa Pemilik dan Direktur stasiun teve swasta Trans7 jangan-jangan mengidap penyakit serupa.

Yang jelas, tidak hanya pasangan Mamoto-Hendi yang dilaknat Allah Subhanahu Wa Ta’ala, tetapi juga mereka yang tolong-menolong di dalam upaya memperbaiki citra buruk kaum gay ini. Seperti, pembawa acara (Tukul), Cameramen, Floor Manager, bahkan penonton yang memberikan applause saat Mamoto atau Hendi memberikan pernyataan yang menjijikkan.

Dalam salah satu kesempatannya, Mamoto menjelaskan, bahwa seseorang dapat memperoleh kenikmatan seksual melalui mulut, alat kelamin dan lubang dubur. Itu semua merupakan karunia Tuhan yang harus dinikmati. Ketika itu, penonton pun bertepuk tangan, seolah-olah menyetujui pernyataan yang menjijikkan itu.

Akhir-akhir ini acara EMPAT MATA yang dibawakan TUKUL kian turun rating-nya. Mungkin, dengan menampilkan pasangan gay Mamoto-Hendi, dua tujuan dapat diraih sekaligus. Pertama, turut memperbaiki citra buruk kaum gay yang kian terpuruk. Kedua, untuk mendongkrak rating dengan menampilkan bintang tamu yang kontroversial. Kalau benar kedua alasan ini yang menjadi tujuan pengelola acara teve swasta tersebut, sungguh amat sangat disayangkan, mereka telah mengabaikan moral demi keuntungan sesaat.

Sikap dan pilihan TV TRANS7 di dalam menampilkan pasangan gay Mamoto-Hendi, apapun maksud dan latar belakang yang menyertainya, kian menunjukkan bahwa pemilik dan pengelola statisun teve swasta kita lebih mendahulukan rating (uang) ketimbang menjadikan stasiun tevenya sebagai media yang berguna di dalam membangun bangsa, terutama membangun moral.

TV penyebar aneka kemusyrikan dan kemaksiatan
Selama ini, statsiun teve di Indonesia dalam rangka mengejar rating, tidak segan-segan menampilkan mata acara yang vulgar, sarat pornografi dan pornoaksi, juga mata acara yang menjajakan kesesatan, kemusyrikan, dan aneka kemunkaran lainnya.

Dulu, goyang ngebor Inul ketika masih dijajakan dari panggung ke panggung, tidak begitu dikenal masyarakat secara luas. Masyarakat yang menggemarinya pun terbatas pada kalangan menegah ke bawah, itu pun di kawasan pesisir, tak jauh dari lokasi prostitusi alias pelacuran.
Namun setelah berkali-kali diberi kesempatan tampil di statisun teve, Inul dan goyang ngebor-nya pun lantas menjadi sangat populer. Rating stasiun teve yang menampilkan Inul berikut goyang ngebor-nya, meningkat tajam. Tarif Inul mencapai miliaran rupiah sekali tampil di teve, begitu juga dengan penampilan off air-nya pasca melambungnya popularitas Inul, mencapai miliaran rupiah, menyebabkan Inul mampu membeli rumah mewah ratusan miliar di kawan elite Pondok Indah, Jakarta Selatan.
Ini menunjukkan bahwa teve di Indonesia mampu memberikan kontribusi yang sangat besar di dalam mensosialisasikan kemunkaran. Setelah Inul sukses dengan goyang ngebor-nya, maka sejumlah pedangdut perempuan pun berkreasi menciptakan goyang maksiat lainnya, seperti goyang patah-patah, goyang gergaji, goyang ngecor, goyang dombret, dan sebagainya.

Ada yang menyimpulkan, sampai kini tidak ada teve di Indonesia yang meraih sukses tanpa maksiat, bersih dari pornografi dan pornoaksi, bersih dari mata acara yang menjajakan kemusyrikan. Kalau benar demikian, ini berarti teve di Indonesia lebih mengarah bukan sebagai agen perubahan yang konstruktif/ membangun, tetapi lebih mengarah sebagai agen perubahan yang destruktif/ merusak.

sumber : https://www.nahimunkar.com/?p=120#more-120

(nahimunkar.com)
Baca selengkapnya

Kerahkan Interpol, M. Iriawan jadi Sasaran Tembak Umat Islam!

[Laskarsyahadat]  Kerahkan Interpol,  M.  Iriawan jadi sasaran Tembak Umat Islam!

Ulah Kapolda Metro Jaya,  M. Iriawan yang sangat getol mengkriminalisasi Ulama, khususnya Habib Rizieq Syihab, membuat Umat Islam siap berhadapan langsung dengan kepolisian Metro Jaya.

Bersenjatakan Tasbih, Takbir dan Tahmid akan meluluhlantakan pasukan 'kutil babi'  yang sengaja disusupkan di aparat kepolisian. Umat Islam menyadari Polisi khususnya Polda Metro Jaya,  yang dikepalai Oleh 'kutil babi' M. Iriawan dimanfaatkan untuk menjatuhkan Wibawa umat Islam dan khususnya Wibawa Ulama dan Habaib.



Baca selengkapnya

Ngeri! Army_anons Telanjangi Divisi Humas Polri!

[Laskarsyahadat]  Ngeri!!   Army_anons telanjangi Divisi Humas Polri!

Kisruh 'geblek' Jendral Tito dan Kapolda M. Iriawan membuat Divisi Humas Polri dipermalukakn dimata dunia oleh tentara Anonyme. Polri diminta untuk segera menindak penyebar hoax 'fitnah terhadap ulama' namun malah membiarkan dan memburu bahkan membunuh 'karakter' seorang ulama.

Polri malah membiarkan Pemfitnah ulama untuk tetap santai bongsai di negeri Indonesia. Alhasil,  Web dan situs resmi Divisi Humas Polri 'mati' diserang oleh Army_anons ,



Ancaman Army_anons tidak main - main,  polisi harus segera bertindak cepat,  sebelum serangan meluas,  ancaman serangan Army_anons selain ke kepolisian,  serangan juga akan berlanjut ke data Bank.  Pihak kepolisian harus segera bertindak cepat.

Polisi harus segera menghentikan upaya pembunuhan karakter terhadap ulama.  Khusus M. Iriawan,  segera minta maaf sebelum jadi sasaran umat Islam.
Baca selengkapnya

Tegas! Jendral TNI Gatot Nurmantio, dukung Ulama dan Umat Islam Melalui Puisi!

[Laskarsyahadat] PUISI "TAPI BUKAN KAMI PUNYA"  dukungan resmi dari Jendral TNI Gatot Nurmantio terhadap Perjuangan Ulama dan Habaib.

Berikut puisi lengkap *'Tapi Bukan Kami Punya'* yang dibacakan Jenderal Gatot di Rapimnas Golkar di Balikpapan 22/5/2017


_Sungguh Jaka tak mengerti_
_Mengapa ia dipanggil polisi_
_Ia datang sejak pagi_
_Katanya akan diinterogasi_

_Dilihatnya Garuda Pancasila_
_Tertempel di dinding dengan gagah_
_Terpana dan terdiam si Jaka_

_Dari mata burung garuda_
_Ia melihat dirinya_
_Dari dada burung garuda_
_Ia melihat desa_
_Dari kaki burung garuda_
_Ia melihat kota_

_Dari kepala burung garuda_
_Ia melihat Indonesia_
_Lihatlah hidup di desa_
_Sangat subur tanahnya_
_Sangat luas sawahnya_
_TAPI BUKAN KAMI PUNYA_

_Lihat padi menguning_
_Menghiasi bumi sekeliling_
_Desa yang kaya raya_
_TAPI BUKAN KAMI PUNYA_

_Lihatlah hidup di kota_
_Pasar swalayan tertata_
_Ramai pasarnya_
_TAPI BUKAN KAMI PUNYA_

_Lihatlah aneka barang_
_Dijual belikan orang_
_Oh makmurnya_
_TAPI BUKAN KAMI PUNYA_

_Jaka terus terpana_
_Entah mengapa_
_Menetes air mata_
_Air mata itu IA YANG PUNYA_

-000-

_Masuklah petinggi polisi_
_Siapkan lakukan interogasi_
_Kok Jaka menangis?_
_Padahal ia tidak bengis?_

_Jaka pemimpin demonstran_
_Aksinya picu kerusuhan_
_Harus didalami lagi dan lagi_
_Apakah ia bagian konspirasi?_
_Apakah ini awal dari makar?_
_Jangan sampai aksi membesar?_

_Mengapa pula isu agama_
_Dijadikan isu bersama?_
_Mengapa pula ulama?_
_Menjadi inspirasi mereka?_

_Dua jam lamanya_
_Jaka diwawancara_

_Kini terpana pak polisi_
_Direnungkannya lagi dan lagi_

_Terngiang ucapan Jaka_
_Kami tak punya sawah_
_Hanya punya kata_
_Kami tak punya senjata_
_Hanya punya suara_

_Kami tak tamat SMA_
_Hanya mengerti agama_
_Tak kenal kami penguasa_
_Hanya kenal para ulama_

_Kami tak mengerti_
_Apa sesungguhnya terjadi_
_Desa semakin kaya_
_Tapi semakin banyak saja_
_Yang BUKAN KAMI PUNYA_

_Kami hanya kerja_
_Tapi mengapa semakin susah?_
_Kami tak boleh diam_
_Kami harus melawan_
_Bukan untuk kami_
_Tapi untuk anak anak kami_

-000-

_Pulanglah itu si Jaka_
_Interogasi cukup sudah_

_Kini petinggi polisi sendiri_
_Di hatinya ada yang sepi_

_Dilihatnya itu burung garuda_
_Menempel di dinding dengan gagah_
_Dilihatnya sila ke lima_
_Keadian sosial bagi seluruh rakyat Indonesia_

_Kini menangis itu polisi_
_Cegugukan tiada henti_

_Dari mulut burung garuda_
_Terdengar merdu suara_
_Lagu Leo kristi yang indah_
_Salam dari Desa_
_Terdengar nada:_
_"Katakan padanya padi telah kembang_
_Tapi BUKAN KAMI PUNYA"_

Mei 2017

http://m.tribunnews.com/nasional/2017/05/22/panglima-tni-gatot-nurmantyo-baca-puisi-di-rapimnas-golkar?page=3
Baca selengkapnya

Sunday, 21 May 2017

Tito dan M.iriawan Geblek!!!! Buku Jokowi Undercover PKI, Penulisnya yang ditangkap! Fitnah Chat, Habib Rizieq Syihab yang dikejar kejar!!

[Laskarsyahadat]  Kapolri dan Kapolda,  Aneh!

Kasus Habib Rizieq Syihab dipaksakan oleh pihak kepolisian. Umat Islam sudah  tidak percaya upaya dan tindakan kepolisian terhadap Habib Rizieq. Tampak usaha kriminalisasi dan pasal yang dipaksakan sebagai langkah penghancuran Wibawa Ulama.


Tito Karnavian dan M. Iriawan,  sebagai otak dan tentunya ada intelijen kafir yang mengkoordinir supaya Habib Rizieq dipenjara dengan 'menghancurkan moralitas'  dan menghilangkan kepercayaan umat pada ulama.

Hal itu bukan tidak berdasar,  ada kasus yang jelas sebagai perbandingan upaya kepolisian dalam menegakkan hukum.

Kasus 'buku Jokowi Undercover'  siapa yang ditangkap?  Apakah Jokowi atau  penulisnya?  Bambang Tri ditangkap dengan tuduhan yaang tidak jelas,  bukunya dilarang,  bahkan Jokowi diberikan berkeliaran tanpa dimintai keterangan sebagai saksi.

Hal itu berbeda dengan kasus fitnah Habib,  Chat Hoax tersebut dibuat dan disebarkan,  dan yang di kejar bukan Penulis atau penyebarnya,  namun  Habib Rizieq Syihab yang dikejar dan dihancurkan wibawanya.

Lalu dimana Kepatuhan dan Kepatutan Kepolisian terkait kasus tersebut!

Baca selengkapnya

Wednesday, 17 May 2017

Kasus Chat, Polda Metro Jaya Penyebar Hoax!!!

[Laskarsyahadat] Kasus Chat,  Polisi Penyebar Hoax

Rezim Jokowi terus membiarkan kasus kriminalisasi yang ditujukan untuk ulama. Tidak tanggung-tanggung,  Imam Besar FPI Habib Muhammad Rizieq yang juga Imam Besar umat Islam Indonesia menjadi sasaran utama.

Kasus Chat yang digoreng polisi menyita perhatian dunia. Apakah 'polisi'  bisa dipercaya?


Kepercayaan rakyat Indonesia terhadap Polisi 'era Tito Karnavian'  sudah hilang,  sejak aksi Bela Islam. Usaha polisi untuk membungkam Umat Islam tampak jelas dengan segala kekuatan untuk menghalangi persatuan umat Islam.

Kasus 'mesum'  menjadi Isu utama M.  Iriawan dan Tito Karnavian sebagai antek asing dalam menjatuhkan Wibawa Ulama.  Bagaimana tidak,  sekelas Habib difitnah isu Pornografi,  perlu polisi ketahui,  bahwa poligami dalam Islam diperbolehkan,  sekelas Habib yang biasa menghancurkan kemaksiatan dituduh oleh polisi 'penjaga' kemaksiatan.

Polisi penyebar 'Hoax'..  Sumber berita sudah hilang,  Penyebar berita tidak ada akan' Chat tersebut palsu' masih saja di buru!!!
Baca selengkapnya

Tuesday, 16 May 2017

Menyingkap Gratifikasi Berbalut Nasi Tumpeng dan Karangan Bunga Untuk Kepolisian!

[Laskarsyahadat]  Menyingkap Nasi Tumpang,  Berbalut Gratifikasi!

Heboh kantor Polisi mendapatkan karangan Bunga dari Pendukung Ahok. Hal tersebut membuat kalangan masyarakat Indonesia bertanya, dalam hal apa Pihak kepolisian menerima karangan bunga,  khususnya dukungan  terhadap Tito Karnavian dan Polda Metro Jaya untuk kasus Ahok.

Mungkin mengira masyarakat Indonesia hal tersebut boleh dan wajar bagi seseorang yang tidak ada kaitan dengan penyelenggaraan negara,  pihak kepolisian harus netral.  Jika pihak kepolisian menerima,  maka hal tersebut menampilkan posisi polisi sudah tidak netral.

Apakah hal tersebut merupakan gratifikasi untuk kasus yang sedang ditangani oleh kepolisian?

Karangan bunga berhasil menyita perhatian publik, dan kasus yang sedang ditangani pun berhasil digoyang terkhusus kasus Ahok.

Tidak berselang lama,  pihak kepolisian menangani kasus 'fitnah yang ditujukan kepada Imam Besar Umat Islam,  Habibana M Rizieq Syihab " nasi Tumpeng mewarnai Kantor Kepolisian?

Hello!!!!  apakah hukum gratifikasi sudah tidak berlaku untuk tuk aparat penegak Hukum?  Khususnya pihak kepolisian yag seharusnya dengannya tegas menolak pemberian dari golongan tertentu!


Berikut makna Gratifikasi jika Undang-undang itu masih berlaku!! (nasi Tumpeng masuk dalam  kategori Barang)

DEFINISI DAN DASAR HUKUM

Pengertian Gratifikasi menurut penjelasan Pasal 12B UU No. 20 Tahun 2001

Pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian uang, barang, rabat (discount), komisi, pinjaman tanpa bunga, tiket perjalanan, fasilitas penginapan, perjalanan wisata, pengobatan cuma-cuma, dan fasilitas lainnya. Gratifikasi tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik.

Pengecualian:
Undang-Undang No. 20 Tahun 2001 Pasal 12 C ayat (1) :
Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12B ayat (1) tidak berlaku, jika penerima melaporkan gratifikasi yang diterimanya kepada Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Peraturan yang Mengatur Gratifikasi

Pasal 12B ayat (1) UU No.31/1999 jo UU No. 20/2001, berbunyi
Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya,


Pasal 12C ayat (1) UU No.31/1999 jo UU No. 20/2001, berbunyi
Ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12B Ayat (1) tidak berlaku, jika penerima melaporkan gratifikasi yang diterimanya kepada KPK

Penjelasan Aturan Hukum

Pasal 12 UU No. 20/2001:

Didenda dengan pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar: Pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji, padahal diketahui atau patut diduga hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya.Pegawai negeri atau penyelenggara negara yang dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, atau dengan menyalahgunakan kekuasaannya memaksa seseorang memberikan sesuatu, membayar, atau menerima bayaran dengan potongan, atau untuk mengerjakan sesuatu bagi dirinya sendiri;

Sanksi

Pasal 12B ayat (2) UU no. 31/1999 jo UU No. 20/2001
Pidana penjara seumur hidup atau penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

B. WAJIB LAPOR

Penyelenggara Negara Yang Wajib Melaporkan Gratifikasi yaitu:

Berdasarkan Undang-Undang No. 28 Tahun 1999, Bab II pasal 2, meliputi :

Pejabat Negara pada Lembaga Tertinggi Negara.Pejabat Negara pada Lembaga Tinggi NegaraMenteriGubernurHakim

Pejabat Negara Lainnya :

Duta BesarWakil GubernurBupati / Walikota dan WakilnyaPejabat lainnya yang memiliki fungsi strategis :Komisaris, Direksi, dan Pejabat Struktural pada BUMN dan BUMDPimpinan Bank Indonesia.Pimpinan Perguruan Tinggi.Pimpinan Eselon Satu dan Pejabat lainnya yang disamakan pada lingkungan Sipil dan Militer.JaksaPenyidik.Panitera Pengadilan.Pimpinan Proyek atau Bendaharawan Proyek.Pegawai Negeri

Berdasarkan Undang-Undang No. 31 Tahun 1999, sebagaimana telah diubah dengan No. 20 tahun 2001 meliputi :

Pegawai pada : MA, MKPegawai pada L Kementrian/Departemen &LPNDPegawai pada KejagungPegawai pada Bank IndonesiaPimpinan dan Pegawai pada Sekretariat MPR/DPR/DPD/DPRD Propinsi/Dati IIPegawai pada Perguruan TinggiPegawai pada Komisi atau Badan yang dibentuk berdasarkan UU, Keppres maupun PPPimpinan dan pegawai pada Sekr. Presiden, Sekr. Wk. Presiden, Sekkab dan SekmilPegawai pada BUMN dan BUMDPegawai pada Badan PeradilanAnggota TNI dan POLRI serta Pegawai Sipil dilingkungan TNI dan POLRIPimpinan dan Pegawai dilingkungan Pemda Dati I dan D
Baca selengkapnya
loading...