Showing posts with label Mengapa. Show all posts
Showing posts with label Mengapa. Show all posts

Sunday, 19 May 2019

SEJARAH NABIYULLAH SYAM'UN AL-GHAZI AS (SAMSON) DAN HUBUNGANNYA DENGAN ASAL MUASAL LAILATUL QADR

SEJARAH NABIYULLAH SYAM'UN AL-GHAZI AS (SAMSON) DAN HUBUNGANNYA DENGAN ASAL MUASAL LAILATUL QADR

Nabi Syam’un al-Ghazi As, memiliki beberapa nama; dalam bahasa Arab, beliau disebut dengan Syamsyawn atau Syam'un.
dalam bahasa Ibrani, disebut Šimšon,
dalam bahasa Tiberias, disebut Šhimšhôn;
dalam Alkitab Nasrani, disebut Samson.
Nama Syam’un sendiri artinya "yang berasal dari matahari”, sedangkan al-Ghozi, artinya “yang berasal dari Ghazi” (Ghaza,Palestina sekarang).

Suatu ketika Nabi Muhammad saw, Berkumpul bersama para sahabat dibulan Suci Ramadhan.
Nabi Muhammad SAW, terlihat tersenyum sendiri, lalu ditanya oleh para sahabatnya
“Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah”"
Beliau menjawab,
“Diperlihatkan kepadaku dihari akhir, ketika seluruh manusia dikumpulkan dipadang mah’syar, ada seorang Nabi yang membawa pedang dan tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Syam'un”.


Kemudian Rasulullah bercerita tentang seorang Nabi bernama Sam’un Al Ghozi AS,
beliau adalah Nabi yang berasal dari Bani Israil yang diutus di tanah Romawi.
Nabi Sam’un Ghozi AS berperang melawan bangsa yang menentang Ketuhanan Allah SWT.
Nabi Syam’un al-Ghozi as. adalah seorang pahlawan berambut panjang yang memiliki
kemukjizatan dapat melunakkan besi, dan dapat merobohkan istana.

Baca juga :

Kisah Adzan Terakhir Bilal bin Rabah yang tidak pernah terselesaikan! 

Syam’un memiliki senjata semacam pedang yang terbuat dari tulang rahang unta
bernama Liha Jamal, dengan pedang itu dia dapat membunuh ribuan orang kafir.
Siapapun musuh yang berhadapan dengannya, pasti akan hancur dengan pedang ajaibnya.
Tidak hanya itu, bahkan ketika dia merasa haus dan lapar, dengan perantara pedangnya pula Allah memberikan makanan dan minuman.

Syam'un seorang muslim dan seorang yang ahli ibadah yang sangat disegani oleh kaum kafir.
Sudah tak terhitung lagi orang kafir yang mati di tangannya. Selain itu, Syam'un juga ahli ibadah dan tercatat ia sanggup beribadah selama 1000 bulan dengan shalat malam dan siangnya berpuasa, dimana selama 1000 bulan tak pernah lepas dari shalat malam dan siangnya selalu berpuasa.

Samson adalah seorang pembela agama tauhid (meng Esa kan 1 tuhan / ALLAH),
berperang melawan kaum kafir selama 1000 bulan, hanya berbekal tulang dagu unta sebagai senjata, tidak memiliki senjata lain.
Setiap kali menghantam kaum kafir dengan janggut untanya, terbunuhlah banyak kaum kafir dalam jumlah yang tidak terhitung.

فَإِذاَ عَطَسَ يَخْرُجُ مِنْ مَوْضِعِ الأَسْناَنِ ماَءُ عَذَبٍ فَيَشْرِبَهُ , وَإِذاَ جاَعَ يَنْبُتُ مَنْهُ لَحْمٌ فَيَأْكُلَهُ ,
فَكاَنَ عَلَى هَذاَ كُلَّ يَوْمٍ حَتَّى مَضَى مِنْ عُمْرِهِ أَلْفَ شَهْرٍ وَهِىَ ثَلاَثُ وَثَمَانُوْنَ سَنَةً وَأَرْبَعَةُ أَشْهُرٍ ,
فَعَجَزَ الكُفاَرُ عَنْ رَدِّهِ , فَقاَلُوْا ِلإِمْرَأَتِهِ وَهِىَ كاَفِرَةٌ إِنّاَ نُعْطِيْكِ أَمْواَلاً كَثِيْرَةً إِنْ قَتَلْتِ زَوْجَكِ , قاَلَتْ أَناَ لاَأَقْدِرُ عَلَى قَتْلِهِ

Dengan hanya bersenjatakan tulang rahang seekor unta yang di bentuk menyerupai sebuah
pedang pendek yang tajam, Nabi berperang melawan bangsa yang menentang Allah SWT,
dengan penuh keberanian dan selalu dapat mengalahkan mereka.
Ketangguhan dan keperkasaan Nabi Sam’un dipergunakan untuk menentang penguasa
kaum kafirin saat itu, yakni raja Israil.
Menghadapi kesaktian Nabi Syam’un al-Ghozi as, membuat para kafirun kewalahan.
Mereka mencari jalan untuk bisa menundukkannya.
Dengan segala kehebatannya itu, ia dibenci oleh para musuh, terutama dari golongan orang kafir.

Akhirnya sang raja Israil mencari jalan untuk menundukkan Nabi Sam’un.
Berbagai upaya pun dilakukan olehnya, sehingga akhirnya atas nasehat para penasehatnya diumumkanlah, barang siapa yang dapat menangkap Sam’un Ghozi,
akan mendapat hadiah emas dan permata yang berlimpah. Akhirnya ide licik-pun ditemukan.

Mereka menawarkan hadiah berupa uang dan perhiasan yang berlimpah kepada istri Nabi
(Istri samson), dengan syarat ia bersedia melumpuhkan suaminya.
Istri Nabi yang ternyata seorang kafir, sangat tergiur oleh hadiah itu. Mereka kemudian memanfaatkan Istri Syam’un, untuk ikut membantu membunuh Syam’un.
Setelah dirayu dengan imbalan yang menggiurkan, sang istri mengiyakan ajakan kaum kafir untuk membunuh Syam’un suaminya sendiri karena ada iming-iming harta benda yang banyak, si istri akhirnya mau melakukan kejahatan itu.

فَقاَلُوْا نُعْطِيْكِ حَبْلاً شَدِيْداً فَشَدِّى بِهِ يَدَيْهِ وَرِجْلَيْهِ فىِ نَوْمِهِ وَنَحْنُ نَقْتُلُهُ ,
فَشَدَتْهُ المَرْأَةُ فىِ نَوْمِهِ فاَسْتَيْقَظَ فَقاَلَ مَنْ شَدَّنِى ؟
فَقاَلَتْ شَدَدْتُ ِلأَجْرِبَكَ فَجَدَبَ يَدُهُ فَقَطَعَ الحَبَلُ , ثُمَّ جاَءَ الكُفاَرُ بِسِلْسِلَةٍ فَشَدَتْهُ المَرْأَةُ بِهاَ فاَسْتَيْقَظَ ,
فَقاَلَ مَنْ شَدَّنِى ؟ قاَلَتْ أَناَ شَدَدْتُ ِلأَجْرِبَكَ فَجَدَبَ يَدُهُ فَقَطَعَ السِّلْسِلَةُ

Maka orang kafir memberikan ide agar dia mengikat tangan dan kaki Syam’un sewaktu tidur, untuk kemudian akan dibunuh dengan beramai-ramai.

Para pembesar2 Kafir berkata,
"Kami akan memberimu seutas tali kuat, ikatlah tangan dan kakinya ketika dia tidur,
nanti setelah itu kamilah yang bertindak untuk membunuhnya."

Pada hari pertama istri Syam'un gagal karena ketiduran yang disebabkan karena suaminya terlalu lama mengerjakan shalat malam.
Lama waktunya itu sehingga membuat istri Syam'un tak kuasa menahan kantuk yang amat sangat. Memang Syam'un tidurnya hanya sedikit saja dalam semalam. Dimana malam-malamnya hanya dipergunakan untuk beribadah kepada Allah SWT.

Keesokan harinya, istri Syam'un lapor kepada orang-orang  kafir.  bahwa dia belum berhasil
mengikat tangan dan kaki suaminya. Mereka tidak mempermasalahkan hal ini.

Pada hari kedua istri Syam'un berhasil mengikat suaminya ketika tidur dengan seutas tali yang kuat. Tatkala Syam'un bangun dan ingin beribadah kepada Allah SWT,
ia terkejut karena kedua kakinya terikat.
"Wahai istriku, siapakah yang mengikatku dengan tali ini?" tanya Syam'un kepada istrinya.
"Aku yang mengikat, hanya sekedar mengujimu sampai sejauh mana kekuatanmu," ujar istrinya.

Syam’un dengan mudah dapat melepaskan tali yang mengikatnya dengan satu ucapan doa.
Kemudian Syam'un lalu bergegas menuju tempat peribadatannya. Maka gagallah rencana pembunuhan pada hari kedua itu.
Namun, setelah itu, musuh-musuh kafir datang lagi dengan membawa rantai dan
istri Syam'um siap mengikat suaminya lagi pada keesokan malamnya.

Pada hari ketiga istri Syam'un di hari ketiga itu berhasil lagi mengikat suaminya dengan rantai
yang diberikan oleh orang-orang kafir.
"Wahai istriku, siapakah yang mengikatku kali ini?" tanya Syam'un dengan nada agak marah ketika bangun dari tidur.
"Aku yang mengikatnya, sekedar untuk mengujimu," jawab istrinya.
Namun, dengan sekali hentakan Syam’un dapat menghancurkan rantai tersebut.

Lalu Syam'un segera menarik tangannya dan memotong rantai itu. Kemudian istrinya pun segera membujuk suaminya agar mau menceritakan rahasia kekuatan tubuh yang dimiliki suaminya. Akhirnya Syam'un bercerita juga, jika sebenarnya ia adalah seorang wali dari sekian banyak WALIYULLAH yang hidup di dunia ini.

Sam’un berkata
“Wahai istriku aku wali diantara wali kekasih Allah, segala perkara dunia ini tidak ada yang
sanggup mengalahkan diriku, aku punya rambut panjang ini, ketahuilah bahwa tidak ada
seorang pun yang mampu mengalahkanku dalam perkara dunia kecuali rambutku ini,"
jelas Syam'un.

Syam'un memang memiliki rambut yang panjang dan panjangnya digambarkan
bahwa ujung rambutnya akan menyentuh tanah saat Syam'un berdiri.

Karena sudah mengetahui kelemahan suaminya, akhirnya pada saat syamun tidur mulailah istrinya mengikat tangan Syam'un dengan 4 helai rambutnya dan mengikat pula kakinya dengan 4 helai rambut milik Syam'un, sementara ia tetap dalam tidurnya.
Setelah bangun, Syam'un bertanya,
"Wahai istriku, siapakah yang mengikatku ini?"
"Aku, untuk mengujimu," jawab istrinya yang mulai ketakutan.

Setelah itu Syam'un berusaha dengan sekuat tenaga untuk melepaskan ikatan itu,
namun dia tidak berdaya untuk memotongnya.
Si istri langsung saja memberitahukan kepada kaum kafir tentang hal ini.

Nabi Syam’un al-Ghozi as lalu dibawa ke istana kehadapan raja para kafirun. lalu diikat pada tiang utama istana dan dipertontonkan kepada khalayak istana. Mulailah mereka memotong kedua telinga, bibir, kedua tangan dan kakinya.
Tidak hanya itu, Nabi juga disiksa dengan dibutakan kedua matanya, Mereka menyiksa Nabi dengan tujuan agar beliau mati secara perlahan-lahan. Istrinya yang jahat, ikut pula menyaksikan penyiksaan tersebut tanpa rasa belas kasihan.

Begitu hebatnya siksaan tersebut, membuat Allah SWT lewat perantaraan malaikat jibril
berbicara dengan suaranya yang hanya bisa didengar oleh Nabi Syam’un al-Ghozi as,
“Hai Syam’un apa yang engkau inginkan, Aku akan menindak mereka.”

Nabi menjawab,
Ya Allah, berikanlah kekuatan kepadaku hingga aku mampu menggerakkan tiang istana ini,
dan akan kuhancurkan mereka dengan kekuatan dari Allah !.
Bismillah. La haula wa la quwwata illa billah!

Do’a Nabi Syam’un al-Ghazi as diKabulkan Allah SWT. Allah SWT memberi kekuatan
kepada Syam'un yang kekuatannya tidak bisa dibayangkan dan melebihi kekuatan dari rambutnya sendiri. Maka dengan seizin Allah, Nabi Syam’un al-Ghazi as. menggoyangkan tiang istana tersebut, Syam'un hanya beringsut sedikit saja, putuslah tali rambut itu bahkan dan tiang itupun rubuh menimpa raja bersama seluruh khalayak istana termasuk istrinya yang durhaka dan orang-orang yang telah menyiksanya. Tiangnya juga ikut roboh dan hancur lebur. istana yang dijadikan tempat pembantaian itu juga turut hancur dan atapnya menimpa orang-orang kafir dan semuanya mati.

Begitu juga dengan istrinya, juga ikut tertimpa reruntuhan gedung istana raja kafir.
Mereka semua mati tertimpa reruntuhan bangunan istana dan terkubur didalamnya.
Hanya Syam’un sendiri yang selamat, lalu Allah mengembalikan seluruh anggota badan
yang telah terpotong dan menyembuhkan segala sakitnya.

فَبَعْدَ ذَلِكَ عَبَدَ اللهَ أَلْفَ شَهْرٍ مَعَ قِياَمِ لَيْلِهاَ وَصِياَمِ نَهاَرِهاَ , فَضَرَبَ بِالسَّيْفِ فىِ سَبِيْلِ اللهِ

Setelah peristiwa itu, Nabi Syam’un al-Ghozi as. bersumpah kepada Allah SWT akan menebus
semua dosanya dengan berjuang menumpas semua kebatilan dan kekufuran selama 1000 bulan tanpa henti. Nabi menyibukkan diri dalam beribadah kepada Allah. Malam hari dilalui dengan memperbanyak shalat malam, sedangkan siangnya beliau berpuasa.
Nabi menjalankan ibadahnya selama seribu bulan hingga ajalnya tiba.

Setelah mendengar kisah Nabi Syam’un al-Ghozi as, para sahabat Nabi Muhammad saw
menangis terharu, bertanya sahabat kepada Nabi Muhammad SAW.
“Ya Rasullulah, tahukah baginda akan pahalanya?”
Jawab Rasulullah,
“Aku tidak mengetahuinya.”

فَأَنْزَلَ اللهُ جِبْرِيْلَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ بِهَذِهِ السُّوْرَةِ (القَدْرِ)
وَقاَلَ ياَمُحَمَّدْ أَعْتَيْطُكَ وَأُمَّتَكَ لَيْلَةَ القَدْرِ العِباَدَةُ فِيْهاَ أَفْضَلُ مِنْ عِباَدَةِ سَبْعِيْنَ أَلْفِ شَهْرٍ

Setelah Rasulullah selesai berkisah,
Allah SWT menyuruh Malaikat Jibril datang kepada Nabi Muhammad dan
menurunkan Surat Al Qadr.
"Hai Muhammad, Allah memberi Lailatul Qadar kepadamu dan umatmu, ibadah pada malam itu lebih utama daripada ibadah 1000 bulan," ujar Malaikat Jibril.

Allah SWT berfirman: Surat Al-Qadar ayat 1-5:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ ١
وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ ٢
لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ٣
تَنَزَّلُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ ٤
سَلامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ ٥

Artinya:
1. Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada malam kemuliaan.
2. dan tahukah kamu Apakah malam kemuliaan itu?
3. malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.
4. pada malam itu turun malaikat-malaikat dan
Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan.
5. malam itu (penuh) Kesejahteraan sampai terbit fajar.

Mendengar berita itu, Rasulullah SAW menyuruh sahabat-sahabatnya untuk berburu
malam Lailatul Qadar agar mendapatkan pahala seperti yang Allah AWT
berikan kepada Waliyullah Syam'un Al-Ghazi.

Apabila fajar telah terbit di malam qadar, maka malaikat Jibril berkata:
"Wahai para malaikat, kumpul kemari"
Para malaikat berkata "Ya Jibril apa yang Allah perbuat untuk kaum muslimin di malam ini
dari ummat Nabi Muhammad SAW ? "
Jibril menjawab "Sesungguhnya Allah memandang kepada mereka dengan penuh kasih sayang, Allah memaafkan serta ngampuni dosa-dosa mereka, kecuali empat kelompok. "
Para malaikat bertanya "Siapa empat kelompok itu ? "
Jibril menjawab " Pertama, orang yang membiasakan diri minum arak, mabuk-mabukan. Kedua, Orang yang durhaka kepada orang tua. Ketiga, orang yang memutus silaturrahmi. Keempat, orang yang bertengkar,
yaitu pertengkaran dengan sesama yang belum damai dalam jangka waktu tiga hari. "

sumber:
-DurrAtun Nasihin" pada Bab Lailatul Qadr.
-Kitab Muqasyafatul Qulub.
-Kitab Qishashul Anbiyaa.

Disalin dari fanspage "sastra dam syair sufi"
Baca selengkapnya

PENYERBUAN BANGSA MONGOL KE JAWA

PENYERBUAN BANGSA MONGOL KE JAWA

Setelah meruntuhkan kerajaan Tang, orang-orang Mongol kemudian mendirikan sebuah pemerintahan baru yang diberi nama Sung (Song). Salah satu anak Genghis Khan, sang penakluk kerajaan Cina, bernama Kublai Khan menjadi raja pertamanya.

Keinginan untuk memperluas pengaruh bangsa Mongol setelah menjajah Cina adalah menundukkan kerajaan-kerajaan lain di wilayah Asia Tenggara dan Asia Timur dengan menggunakan kekuatan militer dan politik.

Caranya dengan meminta para penguasa lokal untuk mengakui kaisar Mongol sebagai penguasa tunggal dan mengharuskan raja-raja lokal tersebut untuk mengirim upeti (tribute) kepada kaisar Cina. Salah satunya adalah ke Jawa yang kala itu diperintah oleh Raja Kartanagara dari kerajaan Singhasari.


Untuk maksud tersebut, Kublai Khan mengirim seorang utusan bernama Meng Chi ke Jawa meminta raja Kartanagara untuk tunduk di bawah kekuasaan Cina. Merasa tersinggung, utusan itu dicederai wajahnya oleh Kartanagara dan meingirimnya pulang ke Cina dengan pesan tegas bahwa ia tidak akan tunduk di bawah kekuasaan raja Mongol. Perlakuan Kartanegara terhadap Meng Chi dianggap sebagai penghinaan kepada Kublai Khan. Sebagai seorang kaisar yang sangat berkuasa di daratan Asia saat itu, ia merasa terhina dan berniat untuk menghancurkan Jawa yang menurutnya telah mempermalukan bangsa Mongol.

Peristiwa penyerbuan ke Jawa ini dituliskan dalam beberapa sumber di Cina dan merupakan sejarah yang sangat menarik tentang kehancuran kerajaan Singhasari dan munculnya kerajaan Majapahit, seperti yang dapat kita baca dalam buku nomor 162 dari masa pemerintahan Dinasti Yuan yang terjemahannya dapat dibaca dalam buku W.P. Groeneveldt berjudul Historical Notes on Indonesia and Malaya Compiled from Chinese Sources (1963: 20-31).


Disebutkan bahwa utusan yang dikirim ke Jawa terdiri dari tiga orang pejabat tinggi kerajaan, yaitu Shih Pi, Ike Mese, dan Kau Hsing. Hanya Kau Hsing yang berdarah Cina, sedangkan dua lainnya adalah orang Mongol. Mereka diberangkatkan dari Fukien membawa 20.000 pasukan dan seribu kapal. Kublai Khan membekali pasukan ini untuk pelayaran selama satu tahun serta biaya sebesar 40.000 batangan perak. Shih Pi dan Ike Mese mengumpulkan pasukan dari tiga provinsi: Fukien, Kiangsi, dan Hukuang. Sedangkan Kau Hsing bertanggung jawab untuk menyiapkan perbekalan dan kapal. Pasukan besar ini berangkat dari pelabuhan Chuan-chou dan tiba di Pulau Belitung sekitar bulan Januari tahun 1293. Di sini mereka mempersiapkan penyerangan ke Jawa selama lebih kurang satu bulan.

Perjalanan menuju Pulau Belitung yang memakan waktu beberapa minggu melemahkan bala tentara Mongol karena harus melewati laut dengan ombak yang cukup besar. Banyak prajurit yang sakit karena tidak terbiasa melakukan pelayaran. Di Belitung mereka menebang pohon dan membuat perahu (boats) berukuran lebih kecil untuk masuk ke sungai-sungai di Jawa yang sempit sambil memperbaiki kapal-kapal mereka yang telah berlayar mengarungi laut cukup jauh.

Pada bulan kedua tahun itu Ike Mese bersama pejabat yang menangani wilayah Jawa dan 500 orang menggunakan 10 kapal berangkat menuju ke Jawa untuk membuka jalan bagi bala tentara Mongol yang dipimpin oleh Shih Pi. Ketika berada di Tuban mereka mendengar bahwa raja Kartanagara telah tewas dibunuh oleh Jayakatwang yang kemudian mengangkat dirinya sebagai raja Singhasari.

Oleh karena perintah Kublai Khan adalah menundukkan Jawa dan memaksa raja Singhasari, siapa pun orangnya, untuk mengakui kekuasaan bangsa Mongol, maka rencana menjatuhkan Jawa tetap dilaksanakan. Sebelum menyusul ke Tuban orang-orang Mongol kembali berhenti di Pulau Karimunjawa untuk bersiap-siap memasuki wilayah Singhasari. Setelah berkumpul kembali di Tuban dengan bala tentara Mongol.

Diputuskan bahwa Ike Mese akan membawa setengah dari pasukan kira-kira sebanyak 10.000 orang berjalan kaki menuju Singhasari, selebihnya tetap di kapal dan melakukan perjalanan menggunakan sungai sebagai jalan masuk ke tempat yang sama. Sebagai seorang pelaut yang berpengalaman, Ike Mese, yang sebenarnya adalah suku Uigur dari pedalaman Cina bukannya bangsa Mongol, mendahului untuk membina kerja sama dengan penguasa-penguasa lokal yang tidak setia kepada Jayakatwang.

Menurut cerita Pararaton, kedatangan bala tentara Mongol (disebut Tartar) adalah merupakan upaya Bupati Madura, Aria Wiraraja, yang mengundangnya ke Jawa untuk menjatuhkan Daha. Aria Wiraraja berjanji kepada raja Mongol bahwa ia akan mempersembahkan seorang puteri cantik sebagai tanda persahabatan apabila Daha dapat ditundukkan. Surat kepada raja Mongol disampaikan melalui jasa pedagang Cina yang kapalnya tengah merapat di Jawa (Pitono, 1965: 44).

Armada kapal kerajaan Mongol selebihnya dipimpin langsung oleh Shih Pi memasuki Jawa dari arah sungai Sedayu dan Kali Mas. Setelah mendarat di Jawa, ia menugaskan Ike Mese dan Kau Hsing untuk memimpin pasukan darat. Beberapa panglima “pasukan 10.000-an” turut mendampingi mereka. Sebelumnya, tiga orang pejabat tinggi diberangkatkan menggunakan ‘kapal cepat’ menuju ke Majapahit setelah mendengar bahwa pasukan Raden Wijaya ingin bergabung tetapi tidak bisa meninggalkan pasukannya. Melihat keuntungan memperoleh bantuan dari dalam, pasukan Majapahit ini kemudian dijadikan bagian dari bala tentara kerajaan bangsa Mongol.

Untuk mempermudah gerakan bala tentara asing ini, Raden Wijaya memberi kebebasan untuk menggunakan pelabuhan-pelabuhan yang ada di bawah kekuasaannya dan bahkan memberikan panduan untuk mencapai Daha, ibukota Singhasari. Ia juga memberikan peta wilayah Singhsari kepada Shih Pi yang sangat bermanfaat dalam menyusun strategi perang menghancurkan Jayakatwang.

Selain Majapahit, beberapa kerajaan kecil (mungkin setingkat provinsi di masa sekarang) turut bergabung dengan orang-orang Mongol sehingga menambah besar kekuatan militer sudah sangat kuat ketika berangkat dari Cina. Persengkongkolan ini terwujud sebagai ungkapan rasa tidak suka mereka terhadap raja Jayakatwang yang telah membunuh Kartanegara melalui sebuah kudeta yang keji.

Pada bulan ketiga tahun 1293, setelah seluruh pasukan berkumpul di mulut sungai Kali Mas, penyerbuan ke kerajaan Singhasari mulai dilancarkan. Kekuatan kerajaan Singhasari di sungai tersebut dapat dilumpuhkan, lebih dari 100 kapal berdekorasi kepala raksasa dapat disita karena seluruh prajurit dan pejabat yang mempertahankannya melarikan diri untuk bergabung dengan pasukan induknya.

Peperangan besar baru terjadi pada hari ke-15, bila dihitung semenjak pasukan Mongol mendarat dan membangun kekuatan di muara Kali Mas, di mana bala tentara gabungan Mongol dengan Raden wijaya berhasil mengalahkan pasukan Singhasari. Kekalahan ini menyebabkan sisa pasukan kembali melarikan diri untuk berkumpul di Daha, ibukota Singhasari. Pasukan Ike Mese, Kau Hsing, dan Raden wijaya melakukan pengejaran dan berhasil memasuki Daha beberapa hari kemudian. Pada hari ke-19 terjadi peperangan yang sangat menentukan bagi kerajaan Singhasari.

Dilindungi oleh lebih dari 10.000 pasukan raja Jayakatwang berusaha memenangkan pertempuran mulai dari pagi hingga siang hari. Dalam peperangan ini dikatakan bahwa pasukan Mongol menggunakan meriam yang pada zaman itu masih tergolong langka di dunia.

Terjadi tiga kali pertempuran besar antara kedua kekuatan yang berseteru ini di keempat arah kota dan dimenangkan oleh pihak para penyerbu. Pasukan Singhasri terpecah dua, sebagian menuju sungai dan tenggelam di sana karena dihadang oleh orang-orang Mongol, sedang sebagian lagi sebanyak lebih kurang 5.000 dalam keadaan panik akhirnya terbunuh (slain = bantai) setelah bertempur dengan tentara gabungan Mongol-Majapahit. Salah seorang anak Jayakatwang yang melarikan diri ke perbukitan di sekitar ibukota dapat ditangkap dan ditawan oleh pasukan Kau Hsing berkekuatan seribu orang.

Jayakatwang menyadari kekalahannya, ia mundur dan bertahan di dalam kota yang dikelilingi benteng. Pada sore harinya ia memutuskan keluar dan menyerah karena tidak melihat kemungkinan untuk mampu bertahan.

Kemenangan pasukan gabungan ini menyenangkan bangsa Mongol. Seluruh anggota keluarga raja dan pejabat tinggi Singhasari berikut anak-anak mereka ditahan oleh bangsa Mongol. Sejarah Cina mencatat bahwa sebulan kemudian setelah penaklukan itu, Raden Wijaya memberontak dan membunuh 200 orang prajurit Mongol yang mengawalnya ke Majapahit untuk menyiapkan persembahakn kepada raja Kublai Khan. Adalah Sora dan Ranggalawe, dua panglima perang Majapahit yang sempat membantu orang-orang Mongol menjatuhkan Jayakatwang, melakukan penumpasan itu (Pitono, 1965 46).

Setelah itu, dengan membawa pasukan yang lebih besar, Raden Wijaya menyerang balik orang-orang Mongol dan memaksa mereka keluar dari Pulau Jawa. Shih Pi dan Kau Hsing yang terpisah dari pasukannya itu harus melarikan diri sampai sejauh 300 li (± 130 kilometer), sebelum akhirnya dapat bergabung kembali dengan sisa pasukan yang menunggunya di pesisir utara. Dari sini ia berlayar selama 68 hari kembali ke Cina dan mendarat di Chuan-chou.

Kekalahan bala tentara Mongol oleh orang-orang Jawa hingga kini tetap dikenang dalam sejarah Cina. Sebelumnya mereka nyaris tidak pernah kalah di dalam peperangan melawan bangsa mana pun di dunia. Selain di Jawa, pasukan Kublai Khan juga pernah hancur saat akan menyerbu daratan Jepang. Akan tetapi kehancuran ini bukan disebabkan oleh kekuatan militer bangsa Jepang melainkan oleh terpaan badai sangat kencang yang memporakporandakan armada kapal kerajaan dan membunuh hampir seluruh prajurit di atasnya.

Menjelang akhir bulan Maret, yaitu di hari ke-24, seluruh pasukan Mongol kembali ke negara asalnya dengan membawa tawanan para bangsawan Singhasari ke Cina beserta ribuan hadiah bagi kaisar. Sebelum berangkat mereka menghukum mati Jayakatwang dan anaknya sebagai ungkapan rasa kesal atas ‘pemberontakan’ Raden Wijaya. Kitab Pararaton memberikan keterangan yang kontradiktif, disebutkan bahwa Jayakatwang bukan mati dibunuh orang-orang Mongol melainkan oleh Raden Wijaya sendiri, tidak lama setelah ibukota kerajaan Singhasari berhasil dihancurkan.

Ternyata kegagalan Shih Pi menundukkan Jawa harus dibayar mahal olehnya. Ia menerima 17 kali cambukan atas perintah Kublai Khan, seluruh harta bendanya dirampas oleh kerajaan sebagai kompensasi atas peristiwa yang meredupkan kebesaran nama bangsa Mongol tersebut. Ia dipersalahkan atas tewasnya 3.000 lebih prajurit dalam ekspedisi menghukum Jawa tersebut.

Selain itu, peristiwa ini mencoreng wajah Kublai Khan karena untuk kedua kalinya dipermalukan orang-orang Jawa setelah raja Kartanegara melukai wajah Meng Chi. Namun sebagai raja yang tahu menghargai kesatriaan, tiga tahun kemudian nama baik Shih Pi direhabilitasi dan harta bendanya dikembalikan. Ia diberi hadiah jabatan tinggi dalam hirarkhi kerajaan Dinasti Yuan yang dinikmatinya sampai meninggal dalam usia 86 tahun.
Baca selengkapnya

Saturday, 18 May 2019

Kisah Adzan Terakhir Bilal bin Rabah ( Adzan Yang Tak Pernah Terselesaikan

Kisah Adzan Terakhir Bilal bin Rabah ( Adzan Yang Tak Pernah Terselesaikan )

Bilal bin Rabah adalah seorang budak berkulit hitam dari Habsyah yang masuk Islam ketika masih diperbudak. Setelah majikannya mengetahui bahwa Bilal masuk Islam, maka Bilal disiksa terus menerus setiap harinya, guna mengembalikan keyakinannya agar tidak memeluk Islam. Bilal yang memiliki postur kurus dan tinggi dengan rambut yang tebal bukanlah berasal dari kalangan bangsawan. Pada saat itu, Abu Bakar yang membeli Bilal saat masih berstatus budak dan membebaskannya.

Saat Rasulullah SAW hijrah menuju Madinah, Bilal senantiasa menemani dan menjaga Rasullulah kemana pun juga. Bilal kemudian dipilih oleh Rasulullah SAW menjadi muadzin atau orang pertama yang mengumandangkan adzan. Dari Zaid bin Arqam, Rasulullah SAW bersabda, “Iya, orang itu adalah Bilal, pemuka para muadzin dan tidaklah mengikutinya kecuali para muadzin. Para muadzin adalah orang-orang yang panjang lehernya di hari kiamat.” Bilal dipilih menjadi muadzin pertama karena Bilal memiliki suara yang indah dan keras.


Tak hanya menjadi muadzin pertama, Bilal pun mempunyai kedudukan yang istimewa di sisi Rasulullah SAW. Bahkan suara langkah kaki Bilal pun terdengar hingga ke surga. Saat itu, Rasulullah SAW mendengar suara sandal Bilal saat Rasulullah SAW berada di surga pada malam Isra Mi’raj.

Dikisahkan bahwa selepas salat subuh berjamaah, Rasulullah SAW memanggil Bilal dan bertanya, “Katakanlah kepadaku, apa amalanmu yang paling besar pahalanya yang kamu kerjakan dalam Islam? Karena sesungguhnya aku mendengar hentakkan sandalmu di surga.” Kemudian Bilal pun menjawab, “Setiap aku berwudhu, kapanpun itu, baik siang maupun malam, aku selalu melakukan salat dengan wudhu tersebut.”

dari Abu Hurairah RA, beliau RA mengatakan, “Rasulullah SAW bersabda kepada Bilal setelah menunaikan salat subuh, ‘Wahai Bilal, beritahukanlah kepadaku tentang perbuatan-perbuatanmu yang paling engkau harapkan manfaatnya dalam Islam. Karena sesungguhnya tadi malam aku mendengar suara terompahmu di depanku di surga.’ Bilal RA menjawab, ‘Tidak ada satu perbuatan pun yang pernah aku lakukan, yang lebih kuharapkan manfaatnya dalam Islam dibandingkan dengan (harapanku terhadap) perbuatanku yang senantiasa melakukan salat (sunah) yang mampu aku lakukan setiap selesai bersuci (wudhu) dengan sempurna di waktu siang ataupun malam.” (HR. Muslim)

Pada bulan Dzul Qa’dah tahun 10 H, mulailah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mempersiapkan diri untuk menunaikan haji yang pertama sekaligus yang terakhir dalam kehidupan beliau. Yang kemudian dicatat sejarah dengan istilah haji wada’. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyeru kaum muslimin dari berebagai kabilah untuk menunaikan ibadah haji bersamanya. Diriwayatkan, jamaah haji pada tahun itu berjumlah lebih dari 100.000 orang bahkan lebih. Setelah menunaikan haji wada' ( perpisahan ) kondisi kesehatan Nabi mulai memburuk. Nabi Muhammad SAW wafat pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal, tahun 11 H atau 8 Juni 632 M. Nabi Muhammad SAW meninggal dunia di usia 63 tahun, lebih 4 hari.

Saat jasad Rasulullah SAW menjelang dimakamkan, Bilal bin Rabah berdiri untuk mengumandangkan azan. Tiba di lafazh asyhadu anna Muhammad rasuulullah ('Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah'), suaranya terbata-bata. Sebuah riwayat menyebutkan, Bilal bin Rabah semenjak wafatnya Rasulullah SAW hanya dapat melakukan azan tiga hari. Sebab, setiap sampai pada lafazh “Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah”, ia selalu tersungkur dan menangis, Semenjak itulah Bilal menyatakan diri tidak akan mengumandangkan adzan lagi.

Ketika Khalifah Abu Bakar Ra. memintanya untuk jadi mu’adzin kembali, dengan hati pilu nan sendu bilal berkata: “Biarkan aku jadi muadzin Nabi saja. Nabi telah tiada, maka aku bukan muadzin siapa-siapa lagi.”
Abu Bakar terus mendesaknya, dan Bilal pun bertanya: “Dahulu, ketika engkau membebaskanku dari siksaan Umayyah bin Khalaf. Apakah engkau membebaskanmu karena dirimu apa karena Allah?.”
Abu Bakar hanya terdiam. “Jika engkau membebaskanku karena dirimu, maka aku bersedia jadi muadzinmu. Tetapi jika engkau dulu membebaskanku karena Allah, maka biarkan aku dengan keputusanku.” Dan Abu Bakar pun tak bisa lagi mendesak Bilal  untuk kembali mengumandangkan adzan.

Kesedihan sebab ditinggal wafat Nabi Muhammad SAW, terus mengendap di hati Bilal. Dan kesedihan itu yang mendorongnya meninggalkan Madinah, dia ikut pasukan Fath Islamy menuju Syam, dan kemudian tinggal di Homs, Syria. Lama Bilal tak mengunjungi Madinah, sampai pada suatu malam, Nabi Muhammad SAW. hadir dalam mimpi Bilal, dan menegurnya: “Ya Bilal, wa maa hadzal  jafa’? Hai Bilal, kenapa engkau tak mengunjungiku? Kenapa sampai begini?.” Bilal pun bangun terperanjat, segera dia mempersiapkan perjalanan ke Madinah, untuk ziarah pada Nabi Muhammad SAW. Sekian tahun sudah dia meninggalkan Madinnah.

Setiba di Madinah, Bilal bersedu sedan melepas rasa rindunya pada Nabi Muhammad SAW, pada sang kekasih. Saat itu, dua pemuda yang telah beranjak dewasa, mendekatinya. Keduanya adalah cucunya Nabi Muhammad SAW, Hasan dan Husein. Sembari mata sembab oleh tangis, Bilal yang kian beranjak tua memeluk kedua cucu Nabi Saw. Salah satu dari keduanya berkata kepada Bilal : “Paman, maukah engkau sekali saja mengumandangkan adzan buat kami? Kami ingin mengenang kakek kami.” Ketika itu, Umar bin Khattab yang telah jadi Khalifah juga sedang melihat pemandangan mengharukan itu, dan beliau juga memohon Bilal untuk mengumandangkan adzan, meski sekali saja.

Bilal pun memenuhi permintaan itu. Saat waktu shalat tiba, dia naik pada tempat dahulu biasa dia adzan pada masa Nabi Muhammad SAW masih hidup. Mulailah dia mengumandangkan adzan. Saat lafadz “Allahu Akbar” dikumandangkan olehnya, mendadak seluruh Madinah senyap, segala aktifitas terhenti, semua terkejut, suara yang telah bertahun-tahun hilang, suara yang mengingatkan pada sosok nan agung, suara yang begitu dirindukan, itu telah kembali. Ketika Bilal meneriakkan kata “Asyhadu an laa ilaha illallah”, seluruh isi kota madinah berlarian ke arah suara itu sembari berteriak, bahkan para gadis dalam pingitan mereka pun keluar.

Dan saat bilal mengumandangkan “Asyhadu anna Muhammadan Rasulullah”, Madinah pecah oleh tangisan dan ratapan yang sangat memilukan. Semua menangis, teringat masa-masa indah bersama Nabi. Umar bin Khattab yang paling keras tangisnya. Bahkan Bilal sendiri pun tak sanggup meneruskan adzannya. Lidahnya tercekat oleh air mata yang berderai. Hari itu, madinah mengenang masa saat masih ada Nabi Saw. Tak ada pribadi agung yang begitu dicintai seperti Nabi Saw. Dan adzan itu, adzan yang tak bisa dirampungkan itu, adalah adzan pertama sekaligus adzan terakhirnya Bilal Ra. semenjak Nabi Saw. wafat. Dia tak pernah bersedia lagi mengumandangkan adzan. Sebab kesedihan yang sangat segera mencabik-cabik hatinya mengenang seseorang yang karenanya dirinya derajatnya terangkat begitu tinggi.

Jika hati sobat terketuk ketika membaca kisah ini maka di hati sobat juga menyayangi Nabi muhammad SAW, semoga kita kelak dapat bertemu dengan Nabi di akhirat sebagai umat beliau.
Baca selengkapnya

Tuesday, 7 May 2019

Dulu dan sekarang Arab Saudi, Tanda akhir Zaman semakin dekat!

KEHIJAUAN DI TANAH ARAB,BUKTI KEBENARAN HADIST RASUL SAW [AKHIR ZAMAN SEMAKIN DEKAT]

Mukjizat Hadits :
Tanah Arab Tandus Menjadi Subur, Tanda Kiamat Dekat.

Nabi Muhammad SAW telah memberi kabar bahwa antara tanda kiamat adalah Jazirah Arab akan kembali subur dan di aliri sungai Padahal sebelumnya ia merupakan hamparan padang pasir gersang tidak ditumbuhi tanaman



Bisakah Tanah Arab Yang Gersang Sejak Para Nabi Dahulu, Akan Menjadi Subur dan di tumbuhi Pepohonan di Masa Mendatang (sekarang) ??

Jawabannya :
Bisa, Jika Allah Menghendaki. Allah pun Akan Merubahnya Suatu Saat dan tanah Arab tandus menjadi subur.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim no. 157 dari Abu Hurairah secara marfu’ dengan lafazh:

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ…حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا

“Tidak akan terjadi hari kiamat, sehingga tanah Arab menjadi lahan yang subur dan dialiri sungai-sungai.”
(HR. Muslim)

Sebagian Ulama’ mengartikan kata murujan wa anharan dengan: Subur lagi makmur kembali dengan padang-padang rumput dan sungai-sungai.” Bahkan telah di buktikan secara ilmu geografi bahwa tanah Arab tandus menjadi subur.

Pepohonan di jalan jabal  magnet

Keterangan Sekarang kita telah mulai menyaksikan kebenaran sabda junjungan kita ini. Kita banyak melihat tanah Arab yang dahulunya tandus dan kering krontang tetapi sekarang telah mulai menghijau dan ditumbuhi rumput-rumputan dan pohon-pohon kayu.

Contohnya sekarang, Padang Arafah yang ada di Mekkah al-Mukarramah yang dahulunya hanya dikenali sebagai padang pasir tandus dan tidak ada pohon-pohonan. Sekarang ini Padang Arafah sebagian di kelilingi pohon-pohonan, sehingga kelihatan menghijau dan kita dapat berteduh di bawah naungannya. Bahkan Suatu saat tidak hanya di arofah, akan tetapi tempat lainnya. suatu saat juga akan ada sungai-sungai yang mengalir.

Khusus Badai Salju Yang Melanda Di Tanah Arab :

Badai salju yang melanda kawasan Timur Tengah , baik di Turki, Suriah, Yerussalem, Saudi Arabia, Palestina, Lebanon, Mesir, dan Seitarnya. ini terjadi sejak Tahun 2013 dan berlanjut ke Tahun Berikutnya.

Di Arab Saudi sendiri ‘salju’ terbanyak menimpa kawasan Tabuk, Negara Saudi Arabia. Padahal kita tahu sendiri, salju merupakan komponen utama untuk pembantukan Tanah menjadi basah dan ber air, sehingga tanah yang gersang jika tertimpa salju terus menerus akan menjadikan menjadi subur, terlebih lagi di Arab saudi saat ini sering turun hujan dan banjir, seperti di Riyadh, dan sekitarnya.

TANDA MAKIN DEKATNYA HARI KIYAMAT

Peringatan Dari Para Ulama :

Imam Masjidil Haram, Syeikh Su’ud Syuraim hafidzahullah, menyatakan bahwa turunnya salju di Jazirah Arab telah membuktikan bahwa Muhammad ﷺ benar-benar seorang Nabi dan Rasul yang menerima wahyu dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Beliau mengatakan bahwa :
“Salju adalah komponen utama dalam pembentukan Sungai dan Tumbuhan. Berjatuhannya salju di Jazirah Arab membuktikan kebenaran Rasulullah ﷺ. Dalam sebuah hadits, Rasulullah ﷺ bersabda,

لَا تَقُومُ السَّاعَةُ…حَتَّى تَعُودَ أَرْضُ الْعَرَبِ مُرُوجًا وَأَنْهَارًا

“Hari Kiamat baru akan datang setelah negeri Arab kembali menjadi padang yang hijau (dengan tumbuhan) dan sungai-sungai.”
(HR. Muslim)

Syeikh Syuraim hafidzahullah juga menyebutkan bahwa baru-baru ini salju telah turun di daerah Tabuk. Kata beliau : Kita jadi teringat dengan perkataan Rasulullah ﷺ kepada Mu’adz bin Jabal saat perang Tabuk,

“Kalau umurmu panjang (Wahai Mu’adz), maka engkau akan melihat tempat ini penuh dengan kebun-kebun.”

Keterangan dari Ahli Geografi dan Astronomi :
[Ini hanya Pendapat]

Profesor Korner ketika ditanya “apakah informasi yang dikabarkan Nabi Muhammad ﷺ 1400 yang lalu bahwa sekali lagi dataran Arab itu akan menjadi daerah yang subur dipenuhi kebun-kebun dan sungai-sungai benar-benar akan terjadi? ” ia (Prof Korner) menjawab dengan tegas ”ya!”… karena sebenarnya proses itu sekarang sedang terjadi.

Era Salju Baru (New Snow Age) sebenarnya telah dimulai, sekali lagi sekarang salju di kutub Utara sedang merangkak/bergeser perlahan-lahan ke arah selatan mendekati Semenanjung Arab, hal ini dapat dibuktikan dengan fakta dan Sains, dimana tanda-tanda itu nampak dengan jelas di dalam badai salju yang menghujani bagian utara Eropa dan Amerika setiap musim salju tiba.

Sekarang terbukti bahwa salju telah beberapa kali turun di dataran Arab sebagaimana diberitakan media-media.

Bahkan kini di gurun Sahara pun telah mulai menunjukkan fenomena yang mengagumkan dimana gurun pasir saat ini telah mulai hijau kembali dengan tumbuhnya Rerumputan.

Renungkanlah Wahai Saudaraku atas peristiwa seperti ini.

Semoga peristiwa ini menjadi peringatan untuk kita, bahwa kita benar-benar berada di AKHIR ZAMAN.

Wallahu a'lam bisshowab..

Ya Allah ampunilah Dosaku dosa ibu/bapaku keluargaku saudaraku dan setiap orang yang Like Share & Komentar "Aamiin" dan jangan engaku cabut nyawa kami saat tubuh kami tidak pantas di SyurgaMu. 
Aamiin yaa Robbal-aalamiin...

Shobat sekarang anda memiliki dua pilihan
1.Membiarkan sedikit pengetahuan ini hanya di baca disini
2.Membagikan pegetahuan ini kesemua teman Facebookmu insyallah bermnfaat dan akan menjadi pahala bagimu Aamiin

💢Boleh di SHARE sebanyak mungkin..!!

Kabar Akhir Zaman
Baca selengkapnya

KISAH ALI BIN ABI THALIB MELAMAR FATIMAH PUTRI RASULULLAH SAW

KISAH ALI BIN ABI THALIB MELAMAR FATIMAH PUTRI RASULULLAH SAW

Dalam Diam Ada Cinta

Kisah cinta yang sudah terpendam sejak lama, kisah cintanya sangat terjaga kerahasiaannya dalam kata, sikap dan ekspresi mereka bahkan konon syaithanpun tak bisa mengendusnya, mereka bisa menjaga izzah mereka, hingga Allah telah menghalalkannya.

Ali bin Abi Thalib adalah keponakan dan salah satu sahabat yang istimewa dimata Rasulullah SAW. Selain beliau tinggal langsung bersama Rasulullah, dia juga seorang pemberani yang pernah menggantikan posisi tidur Rasulullah disaat hijrah dan juga seorang mujahid perang yang gagah.

Sementara Fatimah, putri Rasulullah SAW yang taat, penyayang dan sangat peduli pada Rasulullah SAW, selalu ada disamping ayahnya dalam setiap kisah perjuangan sang ayah membumikan nilai-nilai islam di tengah kafir Quraisy.

Ali sudah menyukai Fatimah sejak lama, kecantikan putri Rasulullah ini tak hanya jasmaninya saja, kecantikan Ruhaninya melintasi batas hingga langit ketujuh. Kendalanya adalah perasaan rendah dirinya, apakah mampu ia membahagiakan putri Rasulullah dengan keadaannya yang serba terbatas. Demikian kira-kira perasaan yang ada pada Ali saat itu.

Pada suatu ketika, Fatimah dilamar oleh seorang laki-laki yang selalu dekat dengan nabi, yang telah mempertaruhkan kehidupannya, harta dan jiwanya untuk Islam, menemani perjuangan Rasulullah SAW sejak awal-awal risalah ini.

Dialah Abu Bakar Ash Shiddiq, entah kenapa mendengar berita ini Ali terkejut dan tersentak jiwanya, muncul rasa-rasa yang diapun tak mengerti, Ali merasa diuji karena terasa apalah dirinya jika dibanding dengan Abu Bakar kedudukannya disisi nabi.

Ali merasa belum ada apa-apanya bila dibanding dengan perjuangannya dalam menyebarkan risalah Islam, entah sudah berapa banyak tokoh-tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan dakwahnya. Sebutlah ‘Utsman, ‘Abdurrahman bin auf, Thalhah, Zubair, Sa’d bin abi Waqqash, Mush’ab. Ini yang tak mungkin dilakukan oleh anak-anak seperti Ali. Tak sedikit juga para budak yang dibebaskan oleh Abu Bakar sebutlah Bilal bin rabbah, khabbab, keluarga yassir, ‘Abdullah ibn mas’ud.

Dari sisi finansial Abu Bakar seorang saudagar, tentu akan lebih bisa membahagiakan Fatimah, sementara Ali?, hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.

Melihat dan memperhitungkan hal ini, Ali ikhlas dan bahagia jika Fatimah bersama Abu Bakar, meskipun ia tak mampu membohongi rasa-rasa dalam hatinya yang ia sendiri tak mengerti, apakah mungkin itu yang namanya cinta?

Namun ternyata lamaran Abu Bakar ditolak oleh Fatimah sehingga hal ini menumbuhkan kembali harapannya. Ali kembali mempersiapkan diri, berharap dia masih memiliki kesempatan itu.

Namun ujian bagi Ali belum berakhir, setelah Abu Bakar mundur muncullah laki-laki nan gagah perkasa dan pemberani. Seseorang yang dengan masuk Islamnya mengangkat derajat kaum muslimin, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut. Seorang yang diberi gelar Al-Faruq.
Ya, dialah Umar ibn Al Khaththab. Pemisah antara kebenaran dan kebatilan juga datang melamar Fatimah.


Ali pun ridha jika Fatimah menikah dengan Umar, ia bahagia jika Fatimah bisa bersama dengan sahabat kedua terbaik Rasulullah setelah Abu Bakar yang mana Rasulullah sampai mengatakan “Aku datang bersama Umar dan Abu Bakar”.

Namun kemudian Ali pun semakin bingung karena ternyata lamaran Umar pun ditolak.

Setelah itu menyusul Abdurahman bin Auf melamar sang putri dengan membawa 100 unta bermata biru dari mesir dan 10.000 Dinnar, kalo diuangkan dalam rupiah kira kira 55 milyar. Dan lamaran bermilyar-milyar itupun ditolak oleh Rasulullah.

Akan tetapi kekhawatiran Ali bin Abi Thalib belum berakhir sampai di sini karena ternyata sahabat yang lainpun melamar sang Az Zahra. Usman bin Affanpun memberanikan dirinya melamar sang putri, dengan mahar seperti yang dibawa oleh Abdurrahman bin Auf, hanya ia menegaskan kembali bahwa kedudukannya lebih mulia di banding Abdurrahman bin Auf karena ia telah lebih dahulu masuk islam.

Tidak disangkaa tidak diduga, ternyata Rasulullahpun menolak lamaran Usman bin Affan.

Empat sahabat sudah memberanikan diri dan mereka semua telah ditolak oleh Rasulullah SAW.

“Mengapa bukan engkau saja yang mencobanya kawan?”, seru sahabat Ali,
"Mengapa engkau tak mencoba melamar Fatimah?, aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..”
“Aku?”, tanyanya tak yakin.
“Ya. Engkau wahai saudaraku!”
“Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa aku andalkan?”
Sahabatnyapun menguatkan “Kami dibelakangmu, kawan!

Akhirnya Ali bin Abi Thalibpun memberanikan diri menjumpai Rasulullah untuk menyampaikan maksud hatinya, meminang putri nabi untuk jadi istrinya. Awalnya beliau hanya duduk di samping Rasulullah dan lama tertunduk diam. Hingga Rasulullahpun bertanya ” wahai putra Abu Thalib, apa yang engkau inginkan?”

Sejenak Ali terdiam, dan dengan suara bergetar iapun menjawab, ” Ya Rasulullah, aku hendak meminang Fatimah” Mendengar jawaban Ali ini beliau SAW tidak terkejut. "Bagus, wahai Ibnu Abu Thalib, beberapa waktu terakhir ini banyak yang melamar putriku, tetapi ia selalu menolaknya, oleh karena itu, tunggulah jawaban putriku”

Kemudian Rasulullah meninggalkan Ali dan bertanya kepada putrinya, ketika ditanya Fatimah hanya terdiam dan Rasulullah SAW menyimpulkan bahwa diamnya Fatimah pertanda kesetujuannya.

Rasulullah kemudian mendekati Ali dan bersabda "Apakah engkau memiliki sesuatu yang akan engkau jadikan mahar wahai Ali?

Alipun menjawab ” Orang tuaku yang menjadi penebusnya untukmu ya Rasulullah, tak ada yang aku sembunyikan darimu, aku hanya memiliki seekor unta untuk membantuku menyiram tanaman, sebuah pedang dan sebuah baju zirah dari besi”

Dengan tersenyum Rasulullah SAW bersabda "Wahai Ali, tidak mungkin engkau terpisah dengan pedangmu, karena dengannya engkau membela diri dari musuh-musuh Allah SWT dan tidak mungkin juga engkau berpisah dengan untamu karena ia engkau butuhkan untuk membantumu mengairi tanamanmu, aku terima mahar baju besimu, jual lah dan jadikan sebagai mahar untuk putriku” Wahai Ali engkau wajib bergembira sebab Allah sebenarnya sudah lebih dahulu menikahkan engkau di Langit sebelum aku menikahkan engakau di Bumi" Diriwayatkan oleh Ummu Salamah ra.

Ali bin Abi Thalib menjual baju besi tsb dengan harga 400 dirham dan menyerahkan uang tersebut kepada Rasulullah SAW, dan nabipun membagi uang tersebut ke dalam 3 bagian. Satu bagian untuk kebutuhan rumah tangga, satu bagian untuk wewangian dan satu bagian lagi di kembalikan kepada Ali bin Abi Thalib sebagai biaya untuk jamuan makan untuk para tamu yang menghadiri pesta.

Setelah segala-galannya siap,dengan perasaan puas dan hati gembira dan di saksikan oleh para sahabat Rasulullah mengucapkan kata ijab kabul pernikahan putrinya

Kemudian Nabi SAW bersabda:"Sesunguhnya Allah Azza wa Jalla memerintahkan aku untuk menikahkan Fatimah Putri Khadijah dengan Ali bin Abi Thalib,Maka saksikanlah sesunguhnya aku telah menikahkanya dengan mas kawin empat ratus dihram(nilai sebuah baju besi) dan Ali Ridho(menerima)mahar tersebut.

Maka menikahlah Ali dengan Fatimah Pernikahan mereka penuh hikmah walau di arungi di tengah kemiskinan Bahkan di sebutkan oleh Rasulullah sangat terharu melihat tangan Fatimah yang kasar karena harus menepung gandum untuk membantu suaminya

Dan malam harinya setelah dihalalkan oleh Allah SWT, terjadilah dialog yang sangat menggetarkan. Dalam suatu riwayat dikisahkan bahwa suatu hari setelah keduanya menikah, Fatimah berkata kepada Ali,

“Maafkan aku, karena sebelum menikah denganmu, aku pernah satu kali merasakan jatuh cinta kepada seorang pemuda dan aku ingin menikah dengannya”,
Ali pun bertanya mengapa ia tak mau menikah dengannya, dan apakah Fatimah menyesal menikah dengannya.
Sambil tersenyum Fatimah menjawab, “Pemuda itu adalah dirimu.”

Subhanallah, itu adalah pujian terbaik dari seorang istri yang bisa membahagiakan hati suaminya.

Ali dan Fatimah saling mencintai karna Allah mereka mencintai dalam diam,menjaga cintanya dan Allah satukan dalam ikatan suci pernikahan Maa Syaa Allah.

Semoga Allah SWT mempertemukan kita semua dengan orang yang sunguh-sunguh mencintai kita seperti Fatimah dan Ali.

Aamiin Yaa Robbal Alamiin.
Baca selengkapnya

Sunday, 5 May 2019

CARA SOLAT TARAWIH DI RUMAH

CARA SOLAT TARAWIH DI RUMAH

Mak2 yg ada anak kecil dan jugak mak2 yg siangnya bekerja, malamnya jadi supermak.. jom baca cara2 nak buat solat terawih di rumah..

Solat Tarawih bererti solat dengan rasa senang dan kelapangan hati selepas solat fardhu Isya'.

Mudahnya nak beribadah.. jangan sedih kalau tak dapat ikut buat terawih di masjid.


● Mungkin kita ada anak yang masih kecil, jadi agak sukar nak bawak si kecil bersama ke masjid.

● Mungkin kita ibu bekerja yg sudah seharian bekerja di pejabat dan pulang menyambung tanggungjawab di rumah pula.

● Solat Tarawih dikerjakan setelah mengerjakan sembahyang Isyak dan waktunya berpanjangan sehingga akhir malam. Jadi bolehlah ibu berehat atau menunggu si kecil tidur dahulu... sangat bersesuaian dengan diri mereka yang sudah keletihan menguruskan rumah dan keluarga.

Bagi yang baru nak berjinak solat tarawih dirumah, boleh ikut cara di bawah ye:

SOLAT SUNAT TERAWIH
~~~~~~~~~~~~~~~~~

● Niatnya  :
أ ُصـَــلـِّــى سـُــنـَّـَــة َ الــتـَّـَــرَاو ِيـْــح ِ رَكـْــعـَــتـَــيـْــن ِ لـِــلـَّـَـه تـَــعـَــالـَــى
“Sahaja aku solat sunat tarawih dua rakaat kerana Allah Ta’ala.”

● Bilangan rakaat buatlah yang termampu.  Paling ringkas buat 11 rakaat, 8 terawih dan 3 witir. Lakukan setiap 2 rakaat satu salam dan seterusnya.  Witir pula, 2 rakaat 1 salam dan witir 1 rakaat 1 salam.

● Apa yang wajib adalah surah al Fatihah, surah surah berikutnya adalah pilihan kita dan ia adalah sunat.

● Segala bacaan di luar solat, seperti salawat, doa dan periwayatan khalifah tidak termasuk amalan solat tarawih, tetapi hanya selingan antara solat. Tidak ada larangan untuk bersalawat atau berdoa, jika cara dan adab melakukannya baik. Dan ia tidak menjejaskan solat tarawih jika ditinggalkan.

SOLAT SUNAT WITIR
~~~~~~~~~~~~~~~

Solat Witir adalah salah satu solat sunat yang sangat dituntut untuk dikerjakan.
Hukum solat Witir adalah Sunnat Muakkad. Jumlah maksima solat witir itu ialah 11 rakaat (6 salam), sebaik-baiknya 3 rakaat (2 salam) dan sekurang-kurangnya satu rakaat sahaja.

Jika berniat hendak melakukan qiyamullail, boleh tangguhkan solat witir selepas selesai qiyamullail tersebut kerana solat witir adalah penutup kepada solat2 sunat yang lain.

● Niat Solat Sunat Witir Dua Rakaat
أصَلِّي سُنَّةَ الوِتْرِ رَكَعَتَيْنِ لِلهِ تَعالىَ
"Aku solat sunnat witir dua rakaat kerana Allah Taala"

● Niat Solat Sunat Witir Satu Rakaat
أصَلِّي سُنَّةَ الوِتْرِ رَكَعَةً لِلهِ تَعالىَ
"Aku solat sunnat witir satu rakaat kerana Allah Taala"

● Zikir Selepas Solat Witir
سُبْحَانَ اللَّهُ الْمَلِكِ الْقُدُّوسِ  [3x]

● Doa Solat Witir
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung dengan keredhaanMu daripada kemurkaanMu,dan aku berlindung dengan kemaafanMu daripada balasanMu,
dan aku berlindung denganMu seperti pujiMu sendiri ke atas diriMu.
Maka segala pujian dan sanjungan sehingga Engkau redhai..

Sangat lah mudah..tiada alasan untuk tidak dapat buat solat tarawih kerana tidak dapat ke masjid. Selepas anak-anak dah tidur dan selepas berehat, bolehlah kita mulakan. Jom sama-sama berubah kearah yang lebih baik..kalau tahun lepas langsung tak dapat buat solat tarawih, tahun ni kita usaha buat.

SEMOGA BERMANFAAT...

kredit - FB Suamiku Imamku Isteriku Makmumku
Baca selengkapnya

Saturday, 4 May 2019

Rokok Gerbang Narkoba .

Rokok Gerbang Narkoba
.
Rokok adalah pintu gerbang bagi narkoba. Lebih spesifik lagi, rokok itu sendiri sebenarnya termasuk ke dalam definisi narkoba. Ya, di tengah maraknya kampanye anti-narkoba di masyarakat, ternyata tidak banyak yg menyadari hal ini.


Merokok kini tidak lagi merupakan masalah kesehatan melulu, tetapi sudah memiliki kompleksitas tersendiri. Di dalam pengertian Narkoba termuat 3 kelompok zat aktif yaitu Narkotika, Psikotropika & Bahan Adiktif lainnya. Rokok bersama dengan alkohol termasuk ke dalam kelompok yg terakhir.

Nikotin yg merupakan salah satu komponen dari rokok merupakan zat psikotropika stimulan. Jadi sesungguhnya ROKOK ITU ADALAH NARKOBA juga. Oleh karena itu, rokok pun memiliki sifat2 utama layaknya narkoba lain yaitu habituasi, adiksi & toleransi.

Habituasi adalah suatu perasaan rindu, terus menerus melintas di pikiran untuk menggunaan zat, sehingga seseorang akan terus berkeinginan menggunakan zat tersebut.

Sedangkan adiksi merupakan dorongan kompulsif untuk menggunakan suatu zat diserta tanda2 ketergantungan. Ketergantungan itu sendiri dapat berupa ketergantungan psikis (psychological dependence) maupun ketergantungan fisiologis (physiological dependence).
Ketergantungan psikis merupakan kompulsi penggunaan zat untuk memenuhi kebutuhan psikologis, seperti untuk menghadapi stress. Sedangkan ketergantungan fisiologis berarti proses perubahan fungsional tubuh sedemikian rupa dikarenakan paparan rutin terhadap zat.

Toleransi adalah contoh bentuk ketergantungan fisiologis, yaitu seiring bertambahnya waktu penggunaan maka pemakaian zat berikutnya diperlukan dosis yg lebih besar dari sebelumnya untuk mencapai efek kenikmatan yg sama. Toleransi inilah yg akan membuat seorang perokok, & pemakai narkoba lainnya, terus menambah jumlah batang rokok yg dihisapnya dari waktu ke waktu.

ROKOK MERUPAKAN NARKOBA TERMURAH & dijual bebas. Dengan selembar uang Rp 1.000,00 seseorang sudah mampu mendapatkan sebatang rokok yg mengandung 4.000 macam zat kimia. Tidak ada satupun produk farmasi yg berisikan 4.000 macam zat kimia dapat dibeli dengan harga sedemikian murah.
.
#antirokokclub
Selengkapnya: bnn.go.id/blog/artikel/rokok-gerbang-narkoba/

Baca selengkapnya

BERKAH SHALAWAT_

_BERKAH SHALAWAT_

Sholawat terpendek dan paling ringan dibaca adalah
"صلى اللّه على سيدنا محمد"

Tetapi jangan anggap remeh sholawat yang ringkas ini, karena sholawat ini banyak keutamaannya dan sholawat inilah amalan  Sayyidina Jibril عليه السلام dan juga sholawat inilah yang dibaca para Malaikat ketika Nur Baginda Rasulullah صلى اللّه عليه وسلّم  dzhohir ke dunia (kelahiran Rasulullah).


Abah Guru Sekumpul menganjurkan murid²nya dan khusus anak angkatnya atau yg pernah ikutin majelis pengajian beliau, agar mengamalkan sholawat 1000x dalam sehari atau sekurangnya 100x setiap hari..

Amalan atau wiridtan yang paling sering disuruh Abah Guru adalah memperbanyak Sholawat, karena ujar Abah Guru; "Aku dijalankan (diajarkan) guruku di jalan Sholawat, maka aku pun menajalankan (mengajarkan) muridku di jalan Sholawat"..

Mudah-mudahan kita mencintai sholawat dan Istiqamah dengan membaca sholawat. Karena orang yang suka membaca sholawat, In syaa Allah meninggalnya dalam Husnul Khotimah..
Aamiin

🍃 Abah Guru Sekumpul

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ 💚
Baca selengkapnya

WIRID PENINGGALAN ABAH GURU SEKUMPUL

WIRID PENINGGALAN ABAH GURU SEKUMPUL

"Beberapa Wirid dan Amalan yang langsung dari Abah Guru Sekumpul (Syaikhona KH.Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al Banjari).

1. Kata Abah Guru Sekumpul. Apabila membaca Do'a ini Insya Allah dipeliharakan diri dan terpelihara dari segala yang jahat dan segala masalah mudah diatasi.
Bacaannya....

 اَللَّهُمَّ لَكَ الْحَمْدُ وَمِنْكَ الْفَرْجُ وَ اِلَيْكَ الْمُشْتَكَي وَ بِكَ الْمُسْتَعَان

"Allahumma Lakal Hamdu Waminkal Farju Wa ilaykal Musytaka Wabikal Musta'an".
Dibaca 33x Pagi dan Sore


2. Kata Abah Guru Sekumpul. Wirid sesudah Shalat Shubuh yang Fadhilatnya adalah untuk mudah Hafal,kuat ingatan dan terang Hati(Dipeliharakan Diri dan Harta)."
Bacaannya Adalah....

×يَا قَيُّوْم فَلَا يَفُوُتُ شَيْءٌ مِنْ عِلْمِهِ وَلَايَئُودُهُ  -->  ٢٧

"Yaa Qoyyum Falaa Yafuwtu Syai'un Min 'Ilmihi Walaa Ya'uduh" ---> Dibaca 27x Apabila beserta orang banyak. Dan apabila membacanya sendirian cukup 16x saja.

3. Kata Abah Guru Sekumpul. Wirid Sesudah Shalat Shubuh yang Fhadilatnya adalah supaya dapat manfaat yang tidak terhitung banyaknya Didunia dan Akhirat. Tercapai urusan Dunia dan Akhirat.
Bacaannya Adalah....


  يَا مُبْدِءَ الْبَدَا ءِـعِ لَمْ يَبْغِ فِيْ اِنْشَا ءِـهَا عَوْنًا مِنْ خَلْقِهٖ   ---> ٩٩×

"Yaa Mubdi_al Badaa_i'i Lam Yabghi Fiy Insyaa_ihaa 'Aunan Min Kholqih"---> Dibaca 99x.

4. Kata Abah Guru Sekumpul. Amalan untuk Isteri kita yang mana sering keguguran. Jadi supaya tidak keguguran lagi suruh Isteri kita Membaca....

يَا مُبْدِيْ  --->  ×٢٩

"Yaa Mubdiy"---> Dibaca Sebanyak 29x Sehari Semalam.
Dan Jika Dibaca 1000x Sehari Semalam Maka Fadhilatnya adalah untuk menghilangkan bingung. Bingung dalam memilih.

5. Kata Abah Guru Sekumpul. Barang siapa yang melazimi membaca Do'a ini Insya Allah Bertemu Rasulullah SAW Dalam Keadaan Yaqozatan atau Mimpi.
Bacaannya.....

 يَا النُّوْر يَا مُدَبِّرَ الْاُمُوْر

"Yannuur Yaa Mudabbiral Umur"--->Dibaca 100x Sebelum tidur setiap malam.

6. Kata Abah Guru Sekumpul. Amalkan Shalawat Qotadah yang Fadhilatnya Insya Allah Mata kita selalu terang sampai Akhir Umur dan Tidak terkena penyakit Mata.
Bacaannya....

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰي مَنْ عَلٰي كَفَّيْهِ عَيْنُ قَتَادَةَ   --->   ×١٠

"Allahumma Sholli 'Alaa Man 'Alaa Kaffayhi 'Ainu Qotaadah".
Dibaca 10x Setiap Pagi.
Caranya Angkat kedua ibu jari hanya kedua ibu jari didepan Mulut sambil membaca Shalawat itu. Setelah dibaca 10x Maka tiupkan di kedua ibu jari tadi kemudian kedua ibu jari tadi usapkan kedua Mata.

Inilah beberapa Amalan dan Wirid yang langsung dari Abah Guru Di Sekumpul.
Dan Beliau berpesan jangan ditinggal Wirid sesudah Shalat Shubuh itu kalau kita tidak dalam keadaan Sakit.
Mudah-mudahan kita bisa Mengamalkannya...

Mudah mudahan kita semua diampuni Dosa Dzohir Bathin seumur hidup,Qobul segala Hajat selamat Dunia Akhirat,Husnul Khatimah 'Indal Maut,Masuk Surga Bighoiri Hisaab,terkumpul didalam Surga Bersama Rasulullah SAW,Para Waliyullah dan Orang-orang Sholeh...
Berkat Rasulullah SAW
Berkat Datu Kalampayan
Berkat Guru Bangil
Berkat Guru Semman Mulya
Wabil Khusus Berkat Abah Guru Sekumpul. Aamiin Ya Allah... Al-fatihah...

KH.Muhammad Zaini bin Abdul Ghani Al Banjari. (Abah Guru Sekumpul).
Baca selengkapnya

Friday, 3 May 2019

SEJARAH BERDIRINYA DESA KALIWEDI KABUPATEN CIREBON

SEJARAH BERDIRINYA DESA KALIWEDI KABUPATEN CIREBON

Ki Surya angkasa adalah Putra dari istri selir Prabu Siliwangi yang datang merantau dari Garut (Padjajaran) untuk mencari dua saudaranya pangeran walangsungsang(ki kuwu sangkan) dan nyi mas rara santang yang sdang menuntut ilmu di Cirebon ketika singga di astanajapura. Ia mendapatkan ilmu aji ”bandung bandawasa”. Kemudian menuju kawasan hutan yang didalamnya terdapat sebuah sungai yang penuh dengan pasir disebelah barat laut untuk babad hutan, dan dijadikan pedukuhan sebagai tempat dan “wedi”(bhs.jawa)berarti pasir. Ia kemudian dikenal sebagai ki gede kaliwedi.

Di samping Gellar kigede kaliewdi. Ki surya angkasa banyak memiliki gelar dan julukan. Konon ia mempunyai sebutan hingga 101 nama, seperti ki tulus, ki jopak, ki agus, ki syeh mangkujati. Oleh karena ia saudara ki kuwu sangkan, maka apabila warga desa kaliwedi mengadakan “hajat ngunjungan” selalu lebih dahulu diawali dari astana gunung jati. Ketika dalam perjalanan menuaikan ibadah haji ke mekkah dengan menaiki “macung”. Ki surya angkasa mendapat serangan raksasa ombak sailon. Dengan mengguankan “bedama pusaka” (zimat) tombak sigagak, ia tusukkan tombak itu ke perut raksasa hingga mati dan tombaknya tetap menancap di peutnya sedangkan werangka(sarungnya )dapat di bawa pulang, dan masih hingga sekarang.


Sebelum mati raksasa ombak sailon itu sesumbar akan membalas dendam kepada anak keturunan ki surya angkasa yang menunaikan ibadah haji melalui jalan laut dan melewati ombak sailon. (oleh karena itu orang kaliwedi pantang menunaikan ibadah haji melui jalan lautan, namun sejak pemerintah menggunakan jasa angkutan kapal udara. Masyarakat kaliwedi banyak yang menunaikan ibadah haji). Setelah pertarungan yang melelahkan itu. Ki surya melajutkan perjalanannya untuk menunaikan ibadah haji ke mekah. Sekembalinya dari mekah ia mendapat gelar Haji Syeh Mangkuraji.

Dalam sebuah perjalanan kedesa heleut, ia sempat melihat putri heleut sedang mandi dikolam tanpa sehelai benang pun melilit di tubuhnya. Melihat keadaan demikian timbullah birahi ki surya angkasa. Oleh karena ia seorang sakti mandraguna nafsu birahinnya dapat diredam. Namun akibat birahinya itu putrid heleut menjadi hamil. Lama-kelamaan kandungan sang putri semakin besar hingga lahirlah seorang anak laki-laki. Rasa malu pun menguluti diri sang putri karena mempunyai anak tidak berayah. Untuk menghilangkan rasa malu itu, dengan penuh haru, anak yang baru dilahirkannya itu dibuang ke sungai ciwaringin. Di sebuah desa(sekarang desa gegesik kulon) seorang perempuan sedang mencari ikan di sungai ciwaringin.

Perempuan yang bernama Nyi Cupang itu tiba-tiba dikagetkan dengan benda terapung (kambang bhs. Jawa) yang lewat persis dihadapanya. Dia semakin setelah benda itu dibuka ternyata didalamnya berisi seorang bayi laki-laki yang masih merah. Bayi merah yang kemudian di beri nama limbang (artinya ditemukan di kali dan kembang) itu dibawanya pulang dan di pelihara sebaik-baiknya sebagai anugerah yang Maha Kuasa, karena ia telah tinggal cukup lama seoarang diri setelah ditinggal mati oleh suaminya.

Putra-putri Ki Surya ada lima orang:
Ki Limbang, kuwu di ujungsemi
Ki Penganten, yang meninggal dunia terkena racun beberapa saat sebelum menikah dengan anak Ki Selapada
Ki Rawiyah
Ki Jeman
Ki Tresna

Zimat-zimat Kaliwedi:
Wayang semar, dibuat dari kulit ular putih penghuni daerah kaliwedi yang kalah perang melawan ki surya angkasa. Ular tersebut ular tersebut meminta sehidup semati dengan kisurya angkasa, dan merelakan kulitnya dijadikan zimat.
Terbang (rebana)
Keris si jangkung
Tombak si gagak (tinggal werangkahnya), senjata yang digunakan ki surya angkasa menumpas raksasa ombak sailon ketika pergi menunaikan ibadah haji.
Primbon suprada
Tumbak cis panetep jagad
Zimat-zimat tersebut diatas masih ada dan disimpan oleh juru kunci pemakaman mbah buyut kaliwedi.

Tahu( larangan-larangan) anak cucu kaliwedi yang hingga kini masih di percaya oleh sebagian warganya :
Kawin dengan orang bunder
Memakai kerincingan, kuncungan gewengan keranjang
Mengucapkan kata” fulus”akan tetapi harus diganti dengan kata”ciyos” (bhs. Sunda)
Pada tahun 1984 desa kaliwedi dimekarkan menjadi dua desa :
1. Desa Kaliwedi Kidul
2. Desa Kaliwedi Lor

Sumber : Komunitas Orang CIrebon (KOCI)
Baca selengkapnya

AWAL BULAN RAMADHAN 1440 H DI INDONESIA : SENIN LEGI, 06 MEI 2019 M.

AWAL BULAN RAMADHAN 1440 H DI INDONESIA : SENIN LEGI, 06 MEI 2019 M.

Berdasarkan prediksi hisab kontemporer sistem "Nautical Al-Manac" in sya Allah NU bersama pemerintah RI dan Muhammadiyah akan mengawali awal bulan suci Ramadhan 1440 H. secara bersama-sama tanpa ada perbedaan yaitu pada hari Senin Legi, 06 Mei 2019 M. Adapun keputusan selanjutnya menunggu hasil pengumuman Menteri Agama RI dalam "Sidang Itsbat" di Jakarta pada hari Ahad malam Senin, 05 Mei 2019.

Inilah rekap hasil perhitungan (hisab)-nya sebagai berikut:

REKAP HISAB AWAL BULAN RAMADHAN 1440 H. / 2019 M. MENURUT SISTEM HISAB KONTEMPORER “NAUTICAL ALMANAC”
(RU'YATUL HILAL: AHAD KLIWON, 05 MEI 2019 M.)


Al-Hasib: M.Thobary Syadzily Al-Bantani
(1. Ketua Kajian dan Pengembangan Lembaga Dakwah PBNU,
2. Pimpinan Majelis Sholawat Al-Fatih Indonesia / MESOFIA,
3. Pakar Hisab & Rukyat Kemenag RI,
4. Ketua Lembaga al-Falakiyah PWNU Provinsi Banten,
5. Tim Lajnah Tashih al-Kutub ath-Thoriqiyyah Idarah 'Aliyyah Jam'iyyah Ahli ath-Thoriqoh al-Mu'tabaroh an-Nahdliyyah (JATMAN).

=====================================================================

Pusat Observasi Bulan (POB) : Pelabuhanratu, Sukabumi, Jawa Barat
Lintang Tempat (Ø ) : -7° 01' 44,6'' Lintang Selatan
Bujur Tempat ( λ ) : 106° 33' 27,8'' Bujur Timur
Tinggi Tempat/ Elevasi ( EL ) : 52,685 meter di atas Permukaan Laut

======================================================================

1. Ijtima’ ( اجتماع / Konjungsi / New Moon ) akhir bulan Sya'ban 1440 H terjadi pada hari Ahad Kliwon, 05 Mei 2019 M. pada pukul 05 : 45 : 00 WIB (Pagi hari)

2. Matahari Terbenam ( غروب الشمس/ Sunset ) pada pukul 17 : 46 : 00 WIB.

3. Hilal Terbenam ( غروب الهلال / Moonset ) pada pukul 18 : 10 : 14 WIB.

4. Umur Hilal (عمر الهلال / Age of the Crescent Moon ) = 12 jam 1 menit.

5. Greenwich Hour Angle (GHA) Bulan pada tgl 05 Mei 2019 pukul 10:46 GMT sebesar 335° 3' 37,8''

6. Deklanasi Bulan tgl 05 Mei 2019 pukul 10:46 GMT sebesar 13° 44 ' 59,4 ''

7. Horizontal Parallax Bulan tgl 05 Mei 2019 pukul 10:44 GMT sebesar 0° 56 ' 46,6 ''

8. Semi Diameter Bulan tgl 05 Mei 2019 pukul 10:46 GMT = 0° 15 ' 30 ''

9. Tinggi Hakiki / Geosentris Hilal ارتفاع الهلال الحقيقي ) / True or Geocentric Altitude of the Crescent Moon) = 6° 23 ' 54,2 '' = 6,4 derajat ( di atas ufuk / above horizon ).

10. Tinggi Lihat / Toposentris Hilal ( ارتفاع الهلال المرئي/ Apparent or Topocentric Altitude of the Crescent Moon ) = 6°  3 ' 29,38 '' = 6,01 derajat ( di atas ufuk / above horizon ).

11. Lama Hilal di atas ufuk ( مكث الهلال فوق الأفق / Long of the Crescent Moon ) = 24 menit 14 detik.

12. Azimuth Matahari ( سمت الشمس / Azimuth of the Sun ) = 286° 13 ' 44" atau 286,2°.

13. Azimuth Hilal ( سمث الهلال / Azimuth of the Crescent ) = 284° 45 ' 44,5 " atau 284,8°.

14. Posisi Hilal (منزلة الهلال / Position of the Crescent Moon) 1° 27 ' 59,5 '' atau 1,5 derajat di sebelah Selatan Matahari Terbenam dalam keadaan terlentang sebesar 13° 36 ' 29,09 '' atau 13,6°.

15. Lebar Nurul Hilal (سمك الهلال / Crescent Widht) = 0° 24 ' 55,95 '' = 0,415542589 jari.

16. Elongasi (زاوية الاستطالة / Elongation) = 6° 31' 5" atau 6,5 derajat.

17. Berdasarkan Ilmu Astronomi: Ketinggian Hilal Toposentris / Mar’i tersebut di atas sebesar 6° 3 ' 29,38'' atau 6,01 derajat ( di atas ufuk ) sudah *Imkan ar-Ru'yat* Tegasnya Hilal kemungkinan besar sudah dapat dirukyat atau dilihat, baik dengan menggunakan teropong (teleskop) maupun mata telanjang (naked eye). Dengan demikian: Awal bulan Ramadhan 1440 H jatuh pada hari Senin Legi, 06 Mei 2019 M.

CATATAN:

1. Perhitungan diambil berdasarkan pada data Matahari (Sun) dan Bulan (Moon) dari The Nautical Almanac for the Year 2019, di mana data Matahari (Sun) dan Bulan (Moon) tersebut merupakan hasil pantauan satelit ruang angkasa, NASA (National Aeronautics Space and Administration). {http://www.tecepe.com.br/scripts/AlmanacPagesISAPI.dll/pages?date=05%2F05%2F2019}

2. Keputusan selanjutnya menunggu hasil pengumuman Menteri Agama RI dalam *Sidang Itsbat* di Jakkarta yang in sya Allah akan digelar pada hari Ahad malam Senin, 05 Mei 2019 ba'da shalat Isya.

3. Selamat menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1440 H / 2019 M. Semoga Allah SWT selalu memberikan kesehatan, panjang umur, dan kekuatan beribadah kepada kita.
وبارك الله فيكم وأهلكم أجمعين

Kota Tangerang: Rabu, 01 Mei 2019 M. / 25 Sya'ban 1440 H.

Wassalam

Muhammad Thobary Syadzily
Baca selengkapnya

RAHASIA HITUNGAN BULAN HIJRIAH DAN MASEHI

RAHASIA HITUNGAN BULAN HIJRIAH DAN MASEHI

Dalam satu tahun ALLOH menjadikan 12 bulan, baik menggunakan perhitungan rembulan maupun matahari.

Adapun bulan yang mengikuti perhitungan rembulan Yaitu:

1. Muharrom (محرم): 30 hari.
2. Shofar ( صفر الخير): 30 hari.
3. Robi’ul Awwal (ربيع الأول): 30 hari.
4. Robi’ul Tsanii (ربيع الثاني): 29 hari.
5. Jumadal Ulaa (جمادى الأولى): 30 hari.
6. Jumadal Akhiiroh (جمادى الأخيرة): 29 hari.
7. Rojab (رجب الأصم): 29 hari.
8. Sya’ban (شعبان): 30 hari.
9. Romadlon (رمضان): 29 hari.
10. Syawwal (شوال): 30 hari.
11. Dzul Qo’dah (ذو القعدة): 30 hari.
12. Dzul Hijjah(ذو الحجة): 29 hari.

Jika kita hitung, maka bulan yang mempunyai 29 hari ada lima dan bulan yang mempunyai 30 hari ada tujuh: (29X5)+(30X7)=145+210= 355 hari.


Begitu pula bulan yang mengikuti peredaran matahari ada dua belas yaitu

Baca juga :

Pengertian Ashobiyah, larangan  dan macam macamnya

Lima generasi Walisonga

1. Januari, dalam bahasa arab dinamakan Kaanuun Al-Tsaani (كانون الثاني):  31 Hari.

2. Februari yang dinamakan Syubaath (شباط):  28 Hari.

3. Maret yang dinamakan Aadzaar (آذار):  31 Hari.

4. April yang dinamakan Naysaan (نيسان):  30 Hari.

5. Mei yang dinamakan Ayyaar (أيار):  31 Hari.

6. Juni yang dinamakan Haziiroon (حزيران):  30 Hari.

7. Juli yang dinamakan Tammuuz (تموز):  31 Hari.

8. Agustus yang dinamakan Aab (آب):  31 Hari.

9. September yang dinamakan Ayluul (أيلول):  30 Hari.

10. Oktober yang dinamakan Tasyrin Al-Awwal (تشرين الأول):  31 Hari.

11. November yang dinamakan Tasyriin Al-Tsaani (تشرين الثاني):  30 Hari.

12. Desember yang dinamakan Kaanuun Al-Awwal (كانون الأول):  31 Hari.

Jika kita hitung, maka jumlah bulan yang mempunyai 31 hari ada tujuh, bulan yang mempunyai 30 hari ada empat, dan bulan yang mempunyai 28 hari ada satu: (31X7)+(30X4)+28=217+120+28= 365 hari.

Berarti antara setiap satu tahun rembulan dan tahun matahari mempunyai selisih sepuluh hari (365-355=10). Jika hal ini berulang-ulang selama tiga puluh tiga tahun maka mempunyai selisih 330 hari.

Setiap empat tahun sekali ada satu tahun kabisat yaitu tahun yang habis dibagi empat yang berarti jumlah hari pada bulan februari ada 29 hari.

Jika hal ini berulang-ulang selama tiga puluh tiga tahun maka mempunyai selisih 8 hari (33:4=8).

Maka dalam waktu tiga puluh tiga tahun ada jumlah selisih 338 hari yaitu 330+8 (sama dengan sebelas bulan delapan hari apabila satu bulan dibuat rata-rata tiga puluh hari atau apabila dibulatkan menjadi satu tahun).

Karena itu, setiap 33 tahun matahari sama dengan 33 tahun sebelas bulan delapan hari atau jika dibulatkan sama dengan 34 tahun rembulan. Inilah yang dinamakan siklus tiga puluh tiga tahun.

Dan apabila siklus ini berulang-ulang sampai tiga kali maka akan ada selisih tiga tahun, dan kita peringati dengan adanya wirid setelah sholat dengan membaca:
 سبحان الله

33 kali,

الحمد لله

33 kali, dan

الله أكبر

Juga 33 kali.

Setiap 33 butir subhah (biji tasbih) maka diselingi dengan adanya satu butir subhah yang berbeda.

Akan tetapi siklus itu tidak akan sempurna kecuali setelah menambahkan satu tahun menjadi seratus atau satu abad, hal ini diperingati dengan menambahkan kalimat

الله أكبر كبيرا والحمد لله كثيرا وسبحان الله بكرة وأصيلا لا إله إلا الله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو على كل شيء قدير لا حول ولا قوة إلا بالله العلي العظيم.

Kalimat itu sebagai penyempurna seratus.

Apabila dalam satu abad terdapat tiga siklus, maka dalam tiga abad terdapat Sembilan siklus selisih tahun matahari dan rembulan. Hal itu diisyaratkan oleh al-qur’an

ولبثوا في كهفهم ثلاثمائة سنين وازدادوا تسعا

Yaitu waktu tinggal Ashabul kahfi di gua selama tiga ratus tahun perhitungan matahari dan ditambah Sembilan tahun (menjadi tiga ratus Sembilan tahun) perhitungan rembulan.

Dalam hal ini, pembacaan kalimat tahlil:

لا إله إلا الله

Di musholla Al-Anwar setelah sholat shubuh berjumlah tiga ratus kali, salah satunya untuk memperingati siklus tersebut (seperti Ngendikan Syaikhina).

Dan yang pokok untuk perhitungan manusia dan hajji adalah perhitungan tahun rembulan. seperti diisyaratkan

يسألونك عن الأهلة قل هي مواقيت للناس والحج

Karena itu, kita kembali pada pembahasan tahun rembulan.

ALLOH menjadikan tahun berjumlah dua belas bulan, dan diantara kedua belas bulan itu, terdapat empat bulan yang mulia yaitu Rojab, Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah dan Muharram. Ketetapan ini sudah sejak dijadikannya langit dan bumi.

Hal ini diisyaratkan pada kalimat tauhid:

لا إله إلا الله

Jumlah hurufnya ada dua belas:

لا (lam, alif).
إله (Hamzah, lam, ha’).
إلا (hamzah, lam, alif).
الله (alif, lam, lam, ha’).

Keempat bulan yang mulia itu diisyaratkan dengan lafad الله (alif, lam, lam, ha’) yang berjumlah empat huruf. Hal itu disebutkan dalam Al-qur’an

إن عدة الشهور عند الله اثنا عشر شهرا في كتاب الله يوم خلق السموات والأرض منها أربعة حرم ذلك الدين القيم فلا تظلموا فيهن أنفسكم

Setelah terutusnya Rosululloh, kemulyaan itu bukan hanya pada empat bulan tersebut. Akan tetapi, ada tambahan tiga bulan, menjadi tujuh bulan.

Dan hal ini diisyratkan dengan tambahan kata:

 إلا (hamzah, lam, alif)

Yang merubah dari negatif (لا إله) menjadi positif (إلا الله) yang berjumlah tujuh huruf.

Ketujuh bulan mulya itu yaitu Rojab (Syahrullooh), Sya’ban (Syahru Rosulillaah), Romadlon (Syahru Ummatir Rosul), Syawwal, Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah (Asyhurun Ma’luumat) dan Muharram.

Sehingga dalam bulan-bulan ini ditekankan adanya puasa. 10 Rajab, 15 Sya’ban, Romadlon terutama sepuluh hari terakhir, Syawwal enam hari, Dzul Qo’dah satu hari untuk orang yang akan hajji agar menjadi mabrur, Dzul Hijjah 8 dan 9 (untuk yang tidak berhajji) dan Muharrom 9 dan 10. Sehingga dalam satu tahun berpuasa sunnah tidak kurang dari dua belas hari.

Dalam satu tahun qomariyyah berjumlah 355 hari, dan diantara jumlah itu ada lima hari yang diharamkan berpuasa pada hari itu yaitu Hari raya idul Fithri Satu Syawwal, Hari raya idul Adlha 10 Dzul Hijjah dan Hari-hari tasyriq 11, 12 dan 13 Dzul Hijjah. Dan jumlah hari dalam satu tahun yang boleh ada puasanya ada 350 hari.

Apabila dalam romadlon berjumlah 29 dan ditambah puasa enam hari syawal atau enam hari selain syawwal yang telah disebut, maka jumlah puasa dalam satu tahun ada minimal 35 hari.

Karena Rahmat ALLOH yang begitu besar, Satu Amal kebaikan akan dilipat gandakan minimal 10, sehingga seakan-akan telah berpuasa setahun penuh 350 hari yaitu jumlah hari yang diperbolehkan ada puasa pada hari itu.

Dalam suatu hadist Nabi bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: "من صام رمضان وأتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر ". رواه مسلم وأبو داود والترمذي والنسائي وابن ماجه وقد فسر ذلك النبي صلى الله عليه وسلم بقوله : "من صام ستة أيام بعد الفطر كان تمام السنة :(من جاء بالحسنة فله عشر أمثالها ) .  وفي رواية : " جعل الله الحسنة بعشر أمثالها فشهر بعشرة أشهر وصيام ستة أيام تمام السنة" النسائي وابن ماجة وهو في صحيح الترغيب والترهيب ورواه ابن خزيمة بلفظ : "صيام شهر رمضان بعشرة أمثالها وصيام ستة أيام بشهرين فذلك صيام السنة.

Inilah sedikit dari Syaikhona Maimoen Zubair
Sumber : Kumpulan Hikmah Ulama
Baca selengkapnya

DOA BAHASA JAWA YANG MENGGEMPARKAN NEGERI HIJAZ (Kisah Syaikh Nawawi Al Bantani)

DOA BAHASA JAWA YANG MENGGEMPARKAN NEGERI HIJAZ
(Kisah Syaikh Nawawi Al Bantani)

Dahulu kala di Wilayah Arab dilanda kekeringan yang teramat panjang.untuk Mengatasi masalah ini, Raja Hijaz mengumpulkan dan membawa para ulama Makkah dan Madinah, mereka meminta berdoa di depan Ka'bah agar segera diturunkan hujan.

Setelah semua sarjana dan para ulama berdoa, hujan tidak turun juga, malah menjadi lebih panas selama beberapa bulan. Membuat penduduk di negeri itu semakin susah.


Dalam kekalutanya Raja Hijaz tiba-tiba teringat akan seorang sarjana yang tidak diundang untuk berdoa.

Baca juga :
Keutamaan Ahlulbait

Kemudian Sang Raja memerintahkan bawahanya untuk memanggil Sarjana tersebut.

Sang sarjana diberitahu, setelah bertemu, penampilan cendekiawan itu pendek, kecil dan kulitnya hitam.

Sarjana itu adalah Syekh Nawawi bin Umar Tanara al-Bantani al-Jawi. ia adalah seorang ahli bahasa Arab dan memiliki karya lebih dari 40 judul, semuanya berbahasa Arab.


Kemudian, ulama asal dusun Tanara, Tirtayasa, Banten tersebut berangkat berdoa meminta hujan kepada Allah SWT di depan Ka’bah.

Anehnya, meski Syaikh Nawawi Banten mampu berbahasa Arab dengan fasih, di depan Ka’bah beliau berdoa meminta hujan dengan memakai bahasa Jawa.

Para ulama Makkah dan Madinah yang berdiri di belakangnya menyadongkan tangan sambil berkata “aamiin”.

Mbah Nawawi berdoa:

“Ya Allah, sampun dangu mboten jawah, kawulo nyuwun jawah.”

Seketika itu juga mendung datang dan kemudian hujan turun dengan lebat. semua yang menyaksikan kejadian itu pun heran. ada beberapa orang bertanya, bahasa apa yang telah digunakan syaikh Nawawi berdoa, karena mereka tidak pernah mendengar bahasa itu sedangkan sebelumnya para ulama dan sarjana Negeri itu telah berdoa dengan menggunakan bahasa Arab yang fasih namun tidak mujarab, sedangkan dengan bahasa Jawa malah justru ampuh.

Dalam hal ini bisa diambil pelajaran
Yang menentukan Mujarabnya doa adalah kualitas individu seseorang, bukan bahasa yang digunakan.

Karena Allah Maha Mengetahui walau hanya sekedar bahasa Daerah. tak perlu susah payah mencari yang samar keberadaannya..

Mengenai doa dengan bahasa daerah,
KH. IDRIS MARZUQI LIRBOYO pernah dawuh :

“Kowe ki nek nompo dungo-dungo Jowo seko kiai sing mantep. Kae kiai-kiai ora ngarang dewe. Kiai-kiai kae nompo dungo-dungo Jowo seko wali-wali jaman mbiyen. Wali ora ngarang dewe kok. Wali nompo ijazah dungo Jowo seko Nabi Khidlir. Nabi Khidlir yen ketemu wali Jowo ngijazahi dungo nganggo boso Jowo. Ketemu wali Meduro nganggo boso Meduro.”

(Kamu jika mendapat doa-doa Jawa dari kiai yang mantap, jangan ragu. Kiai-kiai itu tidak mengarang sendiri. Mereka mendapat doa Jawa dari wali-wali jaman dahulu. Wali itu mendapat ijazah doa dari Nabi Khidlir. Nabi Khidlir jika bertemu wali Jawa memberi ijazah doa memakai bahasa Jawa. Jika bertemu wali Madura menggunakan bahasa Madura)

Sumber : Sufi Alas
Baca selengkapnya

Ditantang Guru Besar UI, Direktur Lembaga Survei Bungkam!

 Jakarta – Guru besar Universitas Indonesia (UI) Prof. Ronnie Higuchi Rusli menantang lembaga-lembaga survei untuk adu data dengan dirinya. Dia meminta sutradara di balik lembaga-lembaga yang merilis hitung cepat (quick count) itu adu argumentasi dan data di KPU. “Kita ketemu saja nanti di KPU bagaimana minimal sample untuk QC. Gue sudah ada perhitungan persen tase sampel QC dengan level confidence 95 persen dan 99 persen biar 1-1. Para juragan QC berhadapan dengan gue di white board KPU. Cuma bawa otak dan spidol tanpa bawa apa-apa lagi,” cuit Ronnie, dilihat Indonesiainside.id hari ini (3/5).

Sebagaimana klaim para sutradara quick count itu, Ronnie meminta mereka menerangkan secara ilmiah di white board di KPU. Hal ini sangat penting agar penyelenggara pemilu tahu muasal hasil hitung cepat lembaga-lembaga survei, terlebih masyarakat mendapatkan gambaran konkrit agar tidak ada lagi keresahan.

Corat-coret perhitungan statistik untuk QC sudah masuk di luar kepala semua formula statistik QC mereka para juragan QC akan gue suruh maju di KPU bawa spidol di tangan biar disaksikan semua orang termasuk Ketua KPU (Arief Budiman) untuk hitung cara mereka dapat sampling di TPS untuk QC,” ujarnya.

Terkait tantangan ini, wartawan senior, Edy Effendi mengaku sangat prihatin lantaran belum ada pemilik lembaga survei yang bersedia menerima tantangan tersebut. “Tantangan Prof Ronnie Higuchi Rusli, kok gak disambut?” ujar dia di akun twitternya @Nadiku18. “Tukang survei gembar-gembor ajak adu data dengan kubu BPN, tapi mingkem pas ditantang dosen UI ini,” lanjutnya. (EPJ)

Sudah tayang di
https://indonesiainside.id/guru-besar-ui-menantang-lembaga-lembaga-survei-adu-data/amp/?
Baca selengkapnya

5 GENERASI PARA WALISONGO MENURUT HABIB LUTHFI BIN YAHYA

5 GENERASI PARA WALISONGO MENURUT HABIB LUTHFI BIN YAHYA


 Sebenarnya, Walisongo di Indonesia itu tidak hanya yang biasa dikatakan oleh ahli sejarah. Maulana Habib Luthfi Bin Yahya mengisahkan sejarah Walisonga yang tidak terekam oleh para ahli sejarah. Ahli sejarah itu membuatnya berdasarkan kepentingan politik. Menurut Habib Luthfi, Walisonga itu ada lima generasi.

Generasi pertama dipimpin oleh Syaikh Jamaludin Husein atau Syeikh Jumadil Kubro yang membawahi delapan wali lainnya. Sebagian terpencar di Sumatera.

Generasi kedua dipimpin oleh Syaikh Maulana Al-Malik Ibrahim yang membawahi delapan wali lainnya diantaranya Sayyidina Imam Quthub Syarif bin Abdullah Wonobodro, Syaikh Muhammad Sunan Geseng, Sayyid Ibrahim, Sunan Gribig, Amir Rahmatillah Sunan Tembayen, Imam Ali Ahmad Hisamuddin (Cinangka, Banten lama), al-Imam Ahmad Zainul Alam.

Generasi ketiga dipimpin oleh Imam Maulana Ibrahim Asmoroqondi/Pandito Ratu (Tuban, Gresik) yang membawahi delapan sunan, diantaranya: Sunan Ali Al-Murtadlo (Genjang), Wali Lanang (Maulana Ishaq), Imam Ahmad Rahmatillah, Sayyid Jalal Tuban, Syaikh Datuk Kahfi/Dzatul Kahfi/Sayyid Mahdi Cirebon, Syaikh Muhammad Yusuf Parang Tritis Jogja, Syaikh Maulana Babullah (Belabenung).

Generasi keempat dipimpin oleh Imam Ahmad Rahmatillah (Sunan Ampel) yang membawahi delapan sunan diantaranya: Sultan Abdul Fatah, Sunan Drajat, Syaikh Makdum Ibrahim (Sunan Bonang), Syaikh Maulana Utsman Haji, Syaikh Muhammad bin Abdurrahman (Sunan Mejagung), Syaikh Maulana Ja’far Shadiq (Sunan Kudus), Sayyid Abdul Jalil (Sunan Bagus Jeporo, Bukan Syaikh Siti Jenar).


Generasi kelima dipimpin oleh Sunan Bonang yang membawahi delapan wali, diantaranya Sunan Kudus, Sunan Gunung Jati, Sunan Kalijogo, Sultan Trenggono, Sunan Zainal Abidin/Qadli Demak, Sunan Muria.

Pada masa Syaikh Jamaluddin Husein, perjuangan dititikberatkan pada keorganisasian, dedikasi, ekonomi. Kemudian dilanjutkan dalam dunia pendidikan dan pengkaderan pada masa Sayyid Malik Ibrahim, sehingga dapat memasuki wilayah kerajaan tanpa campur tangan politik dan (imbalan) ekonomi. Selanjutnya pada masa Syaikh Asmoroqondi, mulai dilakukan pengaturan struktur organisasi sebagai media dakwah serta memperkuat perekonomian dan spiritual.

Selanjutnya pada masa Sunan Ampel dilanjutkan dengan pemetaan geografi dan antropologi, pembangunan ekonomi dan pertanian, pengelolaan tanah hadiah dari Hayam Wuruk dan Gajah Mada, sehingga bisa menghidupi dakwah dan pendidikan.

Selain itu, kerapian organisasi lebih disempurnakan sehingga melahirkan ketatanegaraan/negarawan, ekonom, pertanian, yang di antaranya dipegang oleh putra beliau, Maulana Hasyim, seorang ulama, fuqoha, tasawuf, ekonom, mampu memberdayakan ekonomi umat, sehingga fuqara, masaakin, aytam, dan para siswa terjamin hidupnya.

Sunan Bonang merupakan seorang yang ‘allaamah, membidangi segala ilmu, guru besar dari para sultan/ratu, senopati, adipati, tumenggung, dan guru para wali dan ulama. Kedudukan beliau shulthaan al-auliyaa’ fii zamaanihi.

Imam Ja’far Shadiq merupakan seorang muhaddits dan faqiih, mahir ilmu kelautan, ekonomi, dan pola pendidikan sehingga mampu mensejahterakan kerajaan dan lingkungan, serta seorang budayawan.


Sunan Kalijogo merupakan seorang ‘alim yang sangat memahami budaya, sekalipun aliran-aliran dan agama lain, sehingga mampu mengendalikan segala aliran. Dari situ beliau mendapat gelar Kalijogo (kalinya aliran-aliran).

Disamping itu, beliau merupakan budayawan, seniman, pengarang gending dan lagu yang berbentuk puisi ataupun syair. Beliau juga seorang dalang yang mampu memadukan dari mahabharata menjadi carangan, dari carangan menjadi karangan dan karangan itu menjadi pakem para dalang. Media tersebut juga menjadi media dakwah.

Sunan Giri (Muhammad ‘Ainul Yaqin) merupakan seorang yang mahir hukum, mufti di zamannya dan fatwanya sangat ditaati, pengaruh beliau sampai pada anak cucunya, diantara keabsahan para sultan di jawa, beliaulah yang melantiknya.

Sultan Abdul Fatah merupakan seorang ‘alim bijaksana, luas wawasannya dalam kebangsaan, seorang negarawan, seorang politisi yang sangat rapi dalam mengatur struktur pemerintahan di zamannya, pengaruh beliau sampai malaka bahkan Turki di zaman itu.


Syaikh Ali Zainal Abidin/Qadli Demak merupakan orang yang ‘allamah, kebijakan-kebijakan beliau dalam syariat sangat dihargai pada waktu itu, beliau sangat sukses dalam menjaga pemerintahan, keamanan, dan pertahanan nasional.

Sunan Gunung Jati adalah orang yang sangat ‘allamah, negarawan, budayawan, ahli strategi, pengaruhnya sangat luar biasa di kalangan muslim maupun non muslim, disegani dan dicintai umat, serta menjadi pelindung umat dan bangsa.

Sunan Muria merupakan shulthaan al-Auliyaa’ fii zamanihi, pembesar ahli thariqah, budayawan, seniman, ekonom. Pengaruh beliau sangat luar biasa dari semua kalangan menengah, atas, dan bawah. Pertumbuhan thariqoh di zamannya mekar. Beliau pendamai dan sangat disegani dan dicintai umat.

Sunan Bagus Jeporo (Syaikh Abdul Jalil); merupakan seorang sufi yang faqih, pengendali dari bentuk gejolak yang akan membawa perpecahan, sehingga tumbuh kedamaian dan ketentraman. Syaikh Abdul Jalil ini bukan Syaikh Abdul Jalil yang Syaikh Siti Jenar.

Demikianlah Sirah singkat Walisongo yang disampaikan Habib Muhammad Luthfi Yahya di ndalem beliau pada hari Jumat tanggal 13 April 2012, yakni ketika PP. MATAN berkonsultasi terhadap pola pengkaderan di MATAN, lalu beliau memberi masukan agar pola pengkaderan di MATAN seperti kisah Walisongo.
Baca selengkapnya

Bawa Bukti 73.000 Lebih Kesalahan Input Situng KPU. Relawan IT BPN Desak Bawaslu Hentikan Situng KPU

*Press Release*

*Bawa Bukti 73.000 Lebih Kesalahan Input Situng KPU. Relawan IT BPN Desak Bawaslu Hentikan Situng KPU*

Jakarta, 3 Mei 2019.

Relawan IT BPN Prabowo-Sandi kembali melaporkan hasil verifikasi data aplikasi penghitungan suara (Situng) KPU ke Bawaslu. Mereka menemukan sebanyak 73.715 kesalahan input data Situng atau sebesar 15.4 persen dari total 477.021 TPS yang telah diinput.

Data-data kesalahan tersebut telah di-capture dan barang buktinya dibawa serta diserahkan kepada Bawaslu sebanyak 1 kontainer.


Kesalahan terbesar ditemukan di Jawa  Tengah sebanyak 7.666  TPS, Jawa Timur  (5.826), Sumatera Utara 4.327, Sumatera Selatan 3.296, dan Sulawesi Selatan 3.219.

“Ini kesalahannya sangat brutal. Batas toleransi kesalahan dalam sistem IT paling tinggi 0,1. Kami menemukan sampai 15.4 persen,” ujar Koordinator Relawan IT BPN Mustofa Nahrawardaya di Gedung Bawaslu, Jakarta.

Mustofa hadir bersama Sekretaris Relawan Dian Islamiati dan sejumlah relawan lain, sebagian besar adalah tenaga ahli di bidang audit IT. Puluhan tenaga auditor  ikut terlibat melakukan verifikasi data-data yang telah di entry ke Situng KPU.

Mereka bekerja sejak 27 April-2 Mei sebagai respon atas banyaknya keluhan dari masyarakat atas data Situng KPU.

Kamis (2/4) mereka juga sudah mendatangi Bawaslu dan melaporkan temuan kesalahan entry data sebanyak 13. 031. Namun dari lanjutan verifikasi atas data Situng KPU mereka kembali menemukan kesalahan dengan data yang jauh lebih banyak.

Dari berbagai kesalahan input tersebut yang paling banyak adalah tidak ada C1 lembar 1 sebanyak 33.221. Tidak ada C1 lembar 2 (33.199). Tidak ada C1 lembar 1 dan lembar 2 (29.731).

Jumlah total suara dan kehadiran tidak sesuai (12.451). Total perolehan suara paslon 01, paslon 02 plus suara tidak sah (8.279). Total suara sah paslon 01 dan paslon 02 tidak cocok (6.836),  Total suara sah dan tidak sah, tidak  cocok (5.134), suara paslon 01 melebih kehadiran pemilih (2.394), suara paslon 02 melebih kehadiran (1.124) dan jumlah kehadiran melebihi DPT (1.112).

Dian berharap Bawaslu segera menghentikan Situng KPU dan melakukan audit forensik IT secara independen. “Faktanya sangat mengerikan. Bukti-bukti yang ada menunjukkan KPU bertindak sangat tidak profesional. Sangat menyesatkan publik. Apalagi Situng ini ditayangkan di sejumlah stasiun TV,” ujarnya.

Dian mengingatkan KPU bahwa kesalahan input data dan menghilangkan hak suara pemilih, bisa berujung pidana. “KPU harus segera menghentikan proses Situng dan penanyangannya, tanpa harus menunggu keputusan Bawaslu.” end
Baca selengkapnya

Aksi heroik, Relakan Motor Dinasnya Di lintas Tronton, Begini fotonya!

Aksi heroik Kanit lantas Polsek sungai raya Ipda Tatang mengorbankan motor nya demi menyelamatkan musibah yang bisa berdampak sangat fatal bagi khalayak ramai apabila tidak dilakukan dengan cepat .
.
Yaitu pada hari Jumat pagi kurang lebih pukul 08.45 wib di jembatan Kapuas dua kec sungai raya, melintas kendaraan besar berjenis tronton,tiba tiba kendaraan tersebut pada saat menanjak mengalami kekurangan tenaga yang mengakibatkan tronton tsb mundur dengan cepat nya, pada saat itu juga Ipda Tatang yang sedang kebetulan melintas dengan cekatan membuat satu keputusan untuk menganjal dan mengorbankan motor nya agar tidak terjadi hal yang lebih parah lagi akan terjadi, dan Alhamdulillah tronton tsb bisa berhenti,ndak tau lagi klo seandainya tidak ada pak Tatang 🙏🙏🙏🙏





Baca selengkapnya
loading...