Showing posts with label Mengapa. Show all posts
Showing posts with label Mengapa. Show all posts

Saturday, 7 September 2019

Jadi muslim jangan latah,  KKN DI Desa Penari

Jadi muslim jangan latah, KKN DI Desa Penari

๐Ÿ“ƒ Cerita Musyrik KKN Desa Penari
⛔ Muslim jangan latah, apalagi status anda mahasiswa

Sempat baca cerita KKN penari yang sedang viral, menurut saya ada kemungkinan kisah itu benar. Tapi yang menjadi pertanyaan, mengapa Bangsa Jin di desa itu bisa menjadi begitu kuat dan menguasai masyarakatnya? Bukankah manusia seharusnya lebih tinggi derajatnya?

Jawabannya karena di desa itu saya lihat, Bangsa jin sudah lama disembah dan dipuja manusia. Masyarakatnya gemar merendahkan diri dihadapan Jin. Jadi Jin semakin bertambah kekuatan dan merasa besar dihadapan manusia jahil yang berbuat syirik

Coba lihat hantu di negeri-negeri Arab, tentu tidak seseram dan sebanyak jenis hantu dipulau Indonesia yang sangat bermacam-macam jenis dan bentuknya.
Karena di Jawa bangsa Jin sudah sering disembah dan dipuja dengan hal klenik, kejawen dan kemistisan sehingga mereka bertambah besar.

Sejatinya Jin takut kepada manusia, apalagi jika manusia itu beriman dan hanya menyandarkan kekuatan kepada Allah, seperti setan sangat takut dengan Umar bin Khattab, sampai-sampai ketika diketahui melewati Umar suatu jalan Setan melewati jalan yang lain.

Penampakkan Jin dan gangguannya sudah ada sejak dulu, termasuk dimasa Rasulullah, tapi kita akan saksikan dimasa itu bangsa jin bertekuk lutut dan dihinakan, tapi mengapa sekarang justru banyak manusia yang bertekuk lutut kepada jin?

Jin pernah menampakkan diri dihadapan Rasulullah dengan membawa obor api dengan bermaksud menyakiti, Rasulullah kemudian menangkapnya dan hendak mengikatnya sampai pagi. Tapi tidak jadi karena teringat doa nabi Sulaiman. (Riwayat ini terdapat dalam Shahih Bukhari no 3423)

Ketika Khalid bin Walid hendak menghancurkan berhala Uzza yang selama ini disembah masyarakat Arab, muncul jin penunggu patung Uzza berbentuk wanita tua telanjang berambut acak-acakan hendak lari.
Setelah itu Khalid membunuhnya. (Riwayat ini terdapat dalam Sunan An Nasa'i)

Jin juga pernah hendak mencuri harta zakat, namun tertangkap tangan oleh sahabat Abu Hurairah, beliau mengancam akan melaporkan jin itu kepada Rasulullah, ia ketakutan dan mengemis iba hingga akhirnya mengajarkan kepada Abu Hurairah ayat kursi sebagai perlindungan dari kejahatan mereka.
(Kisah ini diriwayatkan dalam Shahih Bukhari no 2311)

 kisah jin yang mencuri ini juga populer dalam masyarakat kita dengan sebutan tuyul.

Intinya, Allah telah menciptakan manusia lebih tinggi dari kebanyakan makhluk termasuk Bangsa jin.
 Maka manusia tak boleh merendahkan diri kepada mereka.
Semakin merendah dan menghinakan diri manusia dihadapan Jin, maka ia akan semakin besar dan berkekuatan. Merasa diatas angin untuk memperbudak manusia.

Apalagi jika manusia memohon perlindungan kepada mereka dengan mempersembahkan sesajen, tumbal dan hal-hal lain yang tergolong syirik seperti yang dilakukan oknum masyarakat desa penari dalam kisah itu, Makin senang dan angkuhlah mereka dalam memperbudak manusia.

"Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki dari kalangan manusia yang meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki dari jin, tetapi mereka (jin) menjadikan mereka (manusia) bertambah sesat." (QS. Al-Jinn:6)

Berlindung kepada Setan, bukan dengan meminta perlindungan pula dari Syetan, itu haram bahkan syirik.
 Memohonlah kepada Allah, sebab setan sejatinya lemah, tapi jika ia dipuja maka akan menjadi besar.

"Jika setan  mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah.
Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui"(QS. Fushilat: 36)

Katakanlah: “Ya Tuhanku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan Setan.
Dan aku berlindung (pula) kepada Engkau ya Tuhanku, dari kedatangan mereka kepadaku" (QS. al-Mukminun: 97–98).

Dalam hadits dinyatakan,

"Jangan kamu mengucapkan ‘celaka setan’.
Karena ketika kamu mengucapkan kalimat itu, maka setan akan membesar, hingga dia seperti seukuran rumah.
 Setan akan membanggakan dirinya, ‘Dia jatuh karena kekuatanku Namun ucapkanlah, ‘Bismillah’ karena jika kamu mengucapkan kalilmat ini, setan akan mengecil, hingga seperti lalat. (HR. Ahmad 21133, Abu Daud 4984)

Ath Thawawi mensyarah (menjelaskan hadits ini):

Rasulullah melarang hal itu, karena ucapan itu akan membuat setan bangga, dia menyangka kecelakaan itu disebabkan diri setan, padahal sejatinya bukan darinya.
Namun datang dari Allah. Dan Nabi memeritahkan untuk menggantinya dengan ucapan ‘Bismillah..’ sehingga  setan tidak mengganggap bahwa kecelakaan itu darinya dan dia memiliki peran dengannya" (Musykil al-Atsar, 1/346).

Di desa penari itu dan menjadi fenomena banyak masyarakat, ketika melewati tempat angker bukan berlindung kepada Allah, tapi dengan ucapan yang menjurus syirik seperti "Kulo nuwun mbah, aku wedi", atau "pang numpang lewat" dan perkataan semisal.

Jelas dengan demikian Setan semakin merasa jumawa makhluk yang selama ini Allah istimewakan bernama manusia justru malah menghinakan diri dihadapannya.

Ini seperti terjadi dalam masyarakat Arab Jahiliah pra Islam dulu, setiap mereka melewati suatu tempat angker mereka mempersembahkan sesuatu.

Atau membaca mantra-mantra syirik sebagai tolak bala', memohon perlindungan kepada penghuni tempat tersebut.
 Sampai Islam datang dan memurnikan tauhid. Rasulullah datang mengajarkan kita suatu doa,

“Barangsiapa yang singgah di suatu tempat lantas ia mengucapkan “a’udzu bi kalimaatillahit taammaati min syarri maa kholaq” (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk yang diciptakanNya)”, maka tidak ada sama sekali yang dapat memudhorotkannya sampai ia berpindah dari tempat tersebut” (HR. Muslim no. 2708).

Jika suatu masyarakat telah dikuasai kesyirikan, jauh dari iman dan tauhid.
Maka setan akan semakin besar dan berkuasa memperbudaknya. Islam menentang keras kesyirikan, dan juga wahana-wahana yang bisa jadi perantara kepadanya.

Seperti situs-situs kesyirikan, Khalifah Umar bin Khattab merobohkan pohon tempat ba'iatur ridwan karena ada indikasi mulai dikeramatkan oleh masyarakat.
 Sebab pemimpin yang baik memprioritaskan keselamatan akidah umat, sebab itu kunci kebahagiaan akhirat.

“Aku mendengar Isa bin Yunus mengatakan, “Umar bin Al-Khaththab radhiallahu ‘anhu memerintahkan agar menebang pohon yang Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam menerima baiat (Bai’atur ridhwan) kesetiaan di bawahnya dikenal dengan pohon Syajaratur ridhwan Ia menebangnya karena banyak manusia yang pergi ke sana dan shalat di bawahnya, lalu hal itu membuatnya khawatir akan terjadi fitnah (kesyirikan) terhadap mereka.” [Al-Bida’u wan-Nahyu ‘Anha, 42. Al-I’tsihรขm, 1/346]

Itu baru berpotensi, Khalifah Umar sudah menebangnya demi menjaga tauhid umat dari keterjerumusan.
Terus bagaimana jika sudah dikeramatkan?
Tentu lebih darurat lagi untuk dimusnahkan.

Dan teladan ini diikuti oleh Khilafah akhir zaman. Tapi media berteriak bahwa Khilafah teroris, sama pohon aja kejam apalagi sama makhluk katanya.

Pict : Junud Daulah menebang pohon keramat di Suriah dan menancapkan bendera tauhid.

Jika disuatu masyarakat terpancang tauhid yang kokoh, setan tidak akan berdaya dan lemah seperti lalat.
Tapi jika disuatu masyarakat kesyirikan merajalela, setan disembah dan dipuja maka ia akan jumawa.

Sebab sejatinya setan itu lemah, tapi senjata terakhir setan yang lebih berbahaya drpd mereka yang ghaib adalah ketika ia berhasil menghasut setan-setan dari kalangan manusia untuk memadamkan kebenaran dan berbuat kerusakan.
Ini jauh lebih berbahaya dari setan ghaib.

Seperti dimasa Rasulullah, setan menjelma menjadi seorang tua bijaksana dari tanah Najd, lalu menghasut para pemuka Quraisy yang sedang bermusyawarah untuk menemukan cara bagaimana menghadapi pengaruh beliau, setan yang menyamar itu mengusulkan agar Rasulullah dibunuh saja.
Lalu atas dasar usulan itu, para pemuka Quraisy memburu Rasulullah untuk membunuhnya yang menjadi salah satu sebab beliau hijrah ke Yastrib.

Semoga bermanfaat dan menambah wawasan.
Sebenarnya masih ada yang mau ditanggapi.
Diantaranya mengenai dunia perdukunan dan nasib akhir orang yang menjual iman demi ilmu hitam.
Tapi takut kepanjangan, mungkin di lain waktu.
 Insyaa Allah.

Wallahua'lam bish shawab

๐Ÿ“ƒ MutiaraDabiq ๐ŸŒธ

Selengkapnya.. © Muslim Itu Punya Prinsip, Tidak Latah Ikut-ikutan - BERDAKWAH
Sumber: https://news.berdakwah.net/2019/07/muslim-itu-punya-prinsip-tidak-latah-ikut-ikutan.html

Selengkapnya.. © Praktek Syirik Di Masa Kini Ternyata Lebih Parah - BERDAKWAH
Sumber: https://news.berdakwah.net/2019/06/praktek-syirik-di-masa-kini-ternyata-lebih-parah.html
Baca selengkapnya

Friday, 6 September 2019

SIAPAKAH SOSOK HIKMA SANGGALA ?

SIAPAKAH SOSOK HIKMA SANGGALA ?

Oleh : Nasrudin Joha

Saya menerima kabar ini, dari sanad yang sahih, dapat dipercaya. Soal Hikma Sanggala, saya pernah menuliskannya namun masih ada kisah lain yang perlu saya bagi.

Hikma, bukanlah sosok mahasiswa yang dapat berkuliah hanya bermodal kemauan. Keluarganya, bukanlah termasuk strata orang berpunya sehingga mampu membiayai Hikma menuntut ilmu hingga ke bangku perkuliahan.

Hikma, sempat berhenti sekolah pasca SMA sebelum akhirnya melanjutkan kuliah di IAIN Kendari. Sampai ia diterima di IAIN Kendari, ia harus melalui sejumlah perjuangan hidup.

Hikma adalah anak ke-2 dari 5 bersaudara. Sejak kecil Hikma biasa disiplin, hidup bersahaja, dan pekerja keras. Ia biasa berjualan kue sejak SD untuk ikut membantu kebutuhan keluarga. Kemudian, Hikma menekuni pekerjaan jualan kopi.


Kuliah di IAIN Kendari adalah pilihan Hikma menjadi bagian aktivis pengemban dakwah. Setelah mengenal Islam dan "Hijrah" Hikma meninggalkan beberapa pekerjaan yang pernah digelutinya, seperti kerja ditempat karaoke, kafe dan fokus terlibat aktif bergelut dengan dakwah kampus.

Cara Hikma menyambung hidup dan biaya kuliah lewat pekerjaan serabutan. Anda ingin tahu apa pekerjaan Hikma ? sekali lagi maaf, Hikma sambil kuliah di IAIN Kendari nyambi buruh bangunan, kuli bangunan. Mengikuti jejak sang ayah.

Diantara rutinitas mengaduk semen, menyusun batu bata, mengaduk pasir, diantara peluh dan keringat sebagai pekerja kuli bangunan itulah, Hikma mengenyam pendidikan di kampus IAIN Kendari. Dengan keterbatasan waktu yang dibagi dengan kerja dan dakwah, Hikma tetap mampu menjadi mahasiswa berprestasi.

Hikma termasuk mahasiswa berprestasi dengan nilai IPK berturut turut 3.60, 3.91, 3.74, 3.74, 3.70, 3.67, 3.67, 2.68 dan bahkan pernah mendapatkan Piagam Sertipikat Penghargaan Sebagai Mahasiswa Dengan IPK Terbaik se-fakultas.

Hikma saat ini sedang menyusun skripsi. Namun diujung perjuangan pendidikan di IAIN Kendari itulah seorang Rektor bernama Prof Fauziah Binti Awad membuyarkan cita-cita Hikma. Sang Rektor tak pernah menyelami betapa berat perjuangan Hikma untuk kuliah di IAIN Kendari.

Hikma dituding berafiliasi dengan aliran sesat dan faham radikalisme yang bertentangan dengan ajaran Islam dan nilai-nilai kebangsaan. Penjatuhan sanksi berat kepada Hikma dibuat tanpa pembuktian. Hikma di DO dari kampus IAIN Kendari oleh sang Rektor.

Apakah Rektor IAIN Kendari pernah mempertimbangkan keringat dan peluh Hikma yang bekerja sebagai buruh bangunan untuk menopang kebutuhan biaya kuliah ? Tak terbesit kah dibenak sang Rektor, perasaan orang tua dan keluarga Hikma mendengar keputusan DO sang Rektor ?

Ironi sekali. Disaat bangsa ini krisis insan kampus yang berprestasi, yang kritis, berkomitmen dengan dakwah Islam, terbebas dari virus sekulerisme liberalisme, sosok seperti Hikma Sanggala justru dipersekusi.

Membuat keputusan salah terhadap Hikma mungkin saja bisa dimaafkan, tetapi memframing dakwah Islam sebagai sebab penjatuhan sanksi DO jelas sangat menyakitkan. Apalagi, tindakan ini dikeluarkan oleh institusi kampus yang berlabel Islam.

Apakah ini akibat proses seleksi Rektor yang keliru ? Apakah ini mengkonfirmasi buruknya seleksi jabatan dilingkungan Kemenag ? Apakah, kasus Romi atau Rohmahurmuzy juga menyebar hingga ke proses pilihan Rektor IAIN Kendari ?

Aneh sekali rezim saat ini, dakwah Islam di kampus dipersoalkan tetapi pikiran sesat yang menghalalkan zina diberi ruang dan diapresiasi. Sudah seperti mengundang azab saja negeri ini. [].
Baca selengkapnya

Gegara Bela Islam, Mahasiswa IAIN di Do, Siapa Hikma Sanggala,

Nama Hikma Sanggala mendadak viral di media sosial Kamis (5/9/2019) hingga Jumat (6/9/2019). Hikma Sanggala jadi bahan perbincangan setelah di DO (drop out) dari kampusnya IAIN Kendari karena dianggap terpapar aliran sesat dan radikalisme.

Nama Hikma Sanggala tiba-tiba menguap dan menjadi trending topic di Twitter, Kamis (5/9/2019). Ada tiga tagar yang dibuat :

#DaruratKediktatoranRektor. #WeStandForHikmaSanggala . #SaveHikmaSanggala


Setelah diDO dari kampusnya, tawaran pekerjaan justru ditujukan kepada mahasiswa cerdas Hikma Sanggala ini.

Salah satunya dari seseorang bernama Prakoso Bayu Adhi Widyanto. "Hei Dik, kamu mahasiswa berprestasi yang hidup dengan penuh perjuangan, tapi justru di DO dengan alasan penuh fitnah oleh bu Rektor hanya karena kamu aktivis yang menyuarakan Islam?

Sini Dik, perusahaan-perusahaan ku terbuka untuk menerima dirimu.

Kualitasmu tidak ditentukan ada atau tidaknya selembar ijazah sarjana dari kampusmu itu.
.
*Yang kenal, monggo sampaikan ke yang bersangkutan."
.
Tak berhenti di situ, pemilik smartmedia.id Pompi Syaiful Rizal, juga menawari yang sama ke Hikma Sanggala, bahkan Pompi akan menyiapkan kursi empuk untuk Hikma bila mau bekerja di perusahaannya. Smartmedia.id merupakan perusahaan yang bergerak dibidang edukasi anak. Di laman Facebooknya Pompi Syaiful Rizal menulis: "Wahai Hikma, Engkau Dizhalimi....dikeluarkan dari kampus impianmu gara gara idealisme yang kau genggam erat, bukan karena Narkoba, zina apalagi korupsi di tengah kampus kementrian paling korup !!, cita cita selembar ijazah kini sirna sudah.... tapi jangan takut Perusahaan Saya Terbuka Lebar buat kamu. Saya Sediakan Kursi Empuk buatmu !!! yang kenal,silahkan sampaikan.
.
*Sumber beritaislam.org
.
#uhf #katauhf #SaveHikmaSanggala
Baca selengkapnya

Thursday, 5 September 2019

HUKUM menghilangkan tanda dua centang biru di WA

Serial adab
HUKUM menghilangkan tanda dua centang biru di WA

Semoga bisa menjadi pencerhan dan tentunya ini adalah salah satu penadapat.

Pertanyaan

Ust.. bagaimana hukumnya jika kita menghilangkan tanda dua centang biru dan diganti dengan tanda dua centang putih  saat kita menerima pesan di WA.
Sehingga perkiraan orang yang mengirim pesan , tulisan yang dikirim  belum terbaca ?
( Pertanyaan dari Solo )

Jawaban

Masalah ini adalah masalah modern , terutama bagi yang menggunakan WA.

Dimana pada umumnya sesuai yang diberlakukan dari pihak WA , bahwa tanda dua centang biru itu untuk menandakan bahwa tulisan yang kita kirim sudah terkirim dan sudah dibuka.


Sedang dua centang putih untuk memberi tahu pada kita bahwa tulisan yang kita kirim sudah di terima tapi belum dibuka dan belum dibaca.

Namun ternyata kita bisa merubah dengan menghilangkan tanda dua centang biru tersebut menjadi dua centang putih , sehingga seolah-olah tulisan yang masuk ke kita belum dibuka.

Perbuatan menghilangkan centang biru dan diganti dengan centang putih adalah perbuatan tercela dan terlarang.

Semua ini karena beberapa alasan :

1. Mengganti tanda centang biru dengan centang putih , merupakan bentuk bohong kita dengan saudara atau temen kita.

Kenapa ?

Sebab saat kita mengirim pesan kepada teman kita ternyata tanda yang muncul cuma dua centang putih saja , maka perkiraan kita adalah pesan kita belum dibuka. Padahal sebenarnya pesan kita sudah dibaca.
Nah ini lah yang menyebabkan bahwa kita telah membohongi saudara kita.
Allah berfirman ...

ูŠุงุงูŠู‡ุง ุงู„ุฐูŠู† ุงู…ู†ูˆุง ุงุชู‚ูˆุง ุงู„ู„ู‡ ูˆูƒูˆู†ูˆุง ู…ุน ุงู„ุตุฏู‚ูŠู†

"Hai orang - orang yang beriman , bertaqwalah kalian pada Allah dan hendaklah kalian  bersama dengan orang - orang yang jujur..."
( Qs. At taubah : 119 )

Rasululloh bersabda ...

....ูˆุงูŠุงูƒู… ูˆุงู„ูƒุฐุจ ูุงู† ุงู„ูƒุฐุจ ูŠู‡ุฏู‰ ุงู„ูŠ ุงู„ูุฌูˆุฑ...

".... dan jauhkanlah kalian dari dusta , karena sesungguhnya dusta itu akan membawa seseorang pada kejahatan,..."
( HR. Bukhori : 6094 / Muslim : 2607 / Abu Dawud : 4989 /Tirmidzi : 1971 )

2. Menghilangkan tanda dua centang biru dan diganti dengan dua centang putih akan menjadikan saudara kita berbuat dzon dengan kita.

Dimana saat kita menghilangkan tanda centang biru dan diganti tanda centang putih akan menjadikan saudara kita yang mengirim pesan kepada kita bersikap su'udzon dengan kita , itu semua karena perbuatan kita sendiri karena menghilangkan tanda centang biru.

Saat kita mengirim pesan dengan saudara kita ternyata tanda yang muncul cuma dua centang putih terus , maka ini akan memunculkan lintasan dalam hati orang yang mengirim pesan, dimana ia akan berkata dalam hati " Kenapa tulisanku belum dibaca , apa saya punya salah ."

Atau mungkin hatinya berbicara " Sombong benar orang ini dari kemarin tulisanku tidak dibuka-buka ".

Bukankah ini menjadikan saudara kita bersu'udzon dengan kita ?

Sedang Rasululloh melarang su'udzon dan menjadikan orang lain su'udzon.

ูŠุงุงูŠู‡ุง ุงู„ุฐูŠู† ุงู…ู†ูˆุง ุงุฌุชู†ุจูˆุง ูƒุซูŠุฑุง ู…ู† ุงู„ุธู† ุงู† ุจุนุถ ุงู„ุธู† ุงุซู…...

"Hai orang-orang yang beriman , jauhkanlah diri kalian dari buruk sangka , karena sebagian dzon itu adalah dosa..."
( Qs. Al hujurot : 12 )

ุงูŠุงูƒู… ูˆุงู„ุธู† ูุงู† ุงู„ุธู† ูฒูƒุฐุจ ุงู„ุญุฏูŠุซ...

"Jauhkanlah diri kalian dari buruk sangka , karena sesungguhnya buruk sangka itu sedusta-dustanya ucapan..."
( HR. Bukhori : 6064 / Muslim : 2563 )

3. Menghilangkan dua centang biru dan diganti dengan dua centang putih , akan bisa menjadi perantara pengirim pesan marah dan jengkel dengan kita,

Ini sebab yang ke tiga , dimana dengan kita menghilangkan centang biru , akan menjadikan saudara kita jengkel , marah bahkan mungkin memutuskan silaturrohmi dengan kita karena ia beranggapan tulisannya tidak pernah dibuka.
Dan mungkin menganggap bahwa ia telah memutuskan persahabatan dengan kita.

Ini semua terjadi karena perbuatan kita yang menghilangkan centang biru kemudian diganti dengan centang putih.
Dalam hadits disebutkan...

ูฒู† ุฑุฌู„ุง ู‚ุงู„ ู„ู„ู†ุจูŠ : ูฒูˆ ุตู†ูŠ . ู‚ุงู„ : ู„ุง ุชุบุถุจ . ูุฑุฏุฏุง ู…ุฑุงุฑุง . ู‚ุงู„ ู„ุง ุชุบุถุจ

"Sesungguhnya seorang laki-laki berkata pada Nabi : "Nasehati aku ", maka Rasululloh bersabda : " Jangan kamu marah ". Dan orang itu mengulangi pertanyaannya beberapa kali dan Rasululloh bersabda : " Jangan kamu marah "
( HR. Bukhori : 6116 / Tirmidzi : 2020 )

ู„ุง ุชุบุถุจ ูˆู„ูƒ ุงู„ุฌู†ุฉ

"Janganlah kamu marah niscaya kamu dapat syurga "
( HR. Thabrani : 2374 )

Maka yang kami ketahui , menghilangkan dua centang biru dan diganti dua centang putih adalah perbuatan terlarang.

Wallohu a'lam

( Ust. Basri Suwarno  )

Follow FP Muslim Al Ghuroba'
Baca selengkapnya

Monday, 2 September 2019

Berhati-hatilah dengan Anies Baswedan!

Berhati-hatilah dengan Anies Baswedan!

Oleh : Hersubeno Arief

Pemprov DKI baru saja menggelar pawai peringatan tahun baru 1 Muharram 1441 Hijriah. Acara tersebut merupakan rangkaian dari Jakarta Muharram Festival 2019.

Baru pada kepemimpinan Gubernur Anies R Baswedan acara tersebut digelar. Acaranya meriah habis…..

Warga antusias menyaksikan dan menyambut pawai obor. Acara  dimeriahkan oleh marching band dan marawis,  dari kawasan Monas,sampai ke Jalan Thamrin, dan Sudirman.


Pawai obor selama ini menjadi salah satu ciri khas kegiatan umat Islam menyambut berbagai hari-hari besarnya.

Di media sosial para pembenci (haters)  Anies membulinya habis-habisan. Apalagi ada kegiatan salat maghrib berjamaah pula di Bundaran Hotel Indonesia.

Sebaliknya para pendukung Anies menyambut antusias dan memuji habis kegiatan ini. Bagi umat Islam, khususnya warga Betawi, roh kota Jakarta seakan kembali.

Kegiatan serupa dalam beberapa dasa warsa terakhir, mulai terpinggirkan. Kalah jauh dibanding peringatan Tahun Baru Masehi. Belakangan  yang sangat mencolok adalah peringatan Tahun Baru Cina, Imlek.

Melihat langkah-langkah Anies membenahi ibukota. Menghidupkan kembali tradisi lama, tak mengherankan banyak pengamat menghubung-hubungkan pemindahan ibukota dengan posisinya sebagai Gubernur DKI.

(Banyak kepentingan)

Lantas apa hubungannya pemindahan ibukota dengan Anies?

Ada rivalitas dan benturan kepentingan antara Presiden Jokowi and his gank,  dengan Anies Baswedan. Karena itu,  ibukota harus sesegera mungkin dipindah. Targetnya mempreteli peran dan kewenangan Anies sebagai gubernur ibukota negara.

Pertama dari sisi Jokowi.  Pemindahan ibukota sesegera mungkin dari Jakarta akan membuat Anies Baswedan tak lagi menjadi bayang-bayang Jokowi. Tidak lagi ada matahari kembar.

Dengan posisinya sebagai Gubernur DKI Jakarta,  tak bisa dipungkiri Anies adalah pejabat publik kedua yang paling populer di Indonesia setelah Jokowi.

Berbagai langkahnya membenahi problem perkotaan Jakarta, membuat Anies  sangat populer. Di bawah kepemimpinan Anies, Jakarta menuai berbagai penghargaan tingkat lokal dan internasional.

Jakarta baru saja dinobatkan sebagai salah satu dari tiga kota di dunia yang berhasil membenahi sistem transportasi dan mobilitas kota. Penghargaan diberikan pada ajang Sustainable Transport Award (STA) 2019 yang digelar di Forteleza, Brazil. Padahal selama ini transportasi dan mobilitas kota menjadi salah satu problem terbesar Jakarta.

Banyak yang secara bercanda menyebutnya sebagai “Gubernur Indonesia.”  Gegara  Mendagri Tjahjo Kumolo keseleo lidah.

Sebagai daerah Khusus Ibukota,  menyebabkan Jakarta mempunyai keistimewaan yang tidak dimiliki oleh provinsi lain.

Status dan kewenangannya berbeda dengan gubernur daerah lainnya. Termasuk bila dibandingkan dengan Daerah Istimewa Yogyakarta, maupun Daerah Istimewa Aceh.

Tak heran Basuki Tjahja Purnama (Ahok) ketika menjadi gubernur DKI pernah mengklaim,  posisinya setara dengan menteri. 

Dengan pemindahan ibukota, maka Anies akan kehilangan semua keistimewaan itu.  Statusnya sama dengan kepala daerah lain.  Jakarta kemungkinan juga akan dipecah-pecah menjadi beberapa daerah tingkat dua. Posisi walikota dan bupatinya menjadi lebih otonom.

Sebagai gubernur,  secara berkala Anies  harus berurusan dengan kementerian di Ibukota. Statusnya menjadi “orang daerah” yang lapor ke pusat.

Jadi pemindahan ibukota ini menjadi semacam kudeta tidak berdarah terhadap Anies.

Kedua, dari sisi Ahok,  sekutu dekat Jokowi. Pemindahan ibukota menghidupkan kembali mimpi lamanya menjadi penguasa di ibukota. Dia tak perlu menjajakan diri menjadi Walikota Surabaya, atau Gubernur NTB.

Secara kalkulasi politik, sebelum Pilkada DKI 2017 langkah Ahok sebagai Gubernur DKI (2017-2022) nyaris tak terbendung. Namun gegara tersandung penistaan agama, semuanya berubah total.

Ahok dikalahkan Anies. Eksperimen dan skenario politik etnis Cina yang disokong penuh oleh para taipan,  menjadi berantakan.

Andai saja dia memenangkan Pilkada DKI 2017, besar kemungkinan Ahok  akan digandeng Jokowi sebagai cawapres. Bukan Ma’ruf Amin. Dengan posisi sebagai wapres, peluang Ahok mencalonkan diri sebagai presiden pada Pilpres 2024 terbuka lebar.

Sayang eksperimen dan skenario politik yang berjalan sangat mulus, hasilnya sudah berada di depan mata itu, tiba-tiba menjadi berantakan.

Anies yang menjadi Gubernur DKI.  Dialah sekarang yang paling berpeluang menjadi kandidat presiden. Bukan Ahok. Karena itu langkah Anies harus segera dibendung. Potong di tengah jalan.

Ketiga, dari kepentingan para taipan dan pengembang. Pemindahan ibukota membuka peluang para taipan dan pengembang raksasa untuk kembali menguasai lahan di jantung ibukota.

Mereka sudah lama menimbun harta karun. Tinggal menggalinya.  Sebagian besar dari mereka  sudah menguasai lahan yang akan menjadi ibukota baru.

Di Jakarta lahan sudah habis mereka kapling. Sebagian mulai menggarap daerah pinggiran, seperti Lippo di Karawaci, dan Meikarta. Atau kelompok Ciputra dan Sinar Mas yang menguasai kawasan Serpong.

Tentu hasilnya tidak segurih bila menguasai lahan di jantung ibukota seperti dinikmati kelompok Agung Podomoro, Agung Sedayu, Artha Graha Group Dll.

Bisnis reklamasi yang mereka kembangkan di Pantai Utara Jakarta gagal total. Proyek bernilai ratusan trilyun itu izinnya dibatalkan Anies.  Padahal  di masa Jokowi dan Ahok  semuanya berjalan mulus. 

Kemarahan dan kebencian mereka kepada Anies,  sampai ke ubun-ubun. Eksperimen politik mereka menguasai Indonesia. Menyatukan penguasaan ekonomi dan politik di satu tangan, gagal di tengah jalan. Keuntungan ratusan trilyun mereka  tenggelam pula di laut Utara Jakarta.

Karena itu pemindahan ibukota sudah sangat mendesak. Tak bisa ditunda-tunda lagi. Kompensasi bagi para taipan yang selama ini mendukung Jokowi harus segera ditunaikan.

Seperti pernah disampaikan oleh Ahok saat menjadi Gubernur DKI, Jokowi tidak akan bisa menjadi presiden, tanpa bantuan pengembang. Jelas itu tidak gratis.

Fakta bahwa pemerintah tidak punya dana cukup dari APBN, itu bukan masalah besar. Justru disitulah kata kuncinya.

Konsorsium para taipan dan pemerintah Cina pasti dengan senang hati menyediakan dananya. Apalagi seperti dikatakan Menteri PPN/kepala Bappenas Bambang Soemantri Brojonegoro pemerintah akan seminimal mungkin menyediakan anggaran untuk pembangunan ibukota baru.

Semuanya mengandalkan swasta, dengan skema availability payment. Swasta yang membangun dan pemerintah sebagai pemilik lahan, menyewa. Setelah masa konsesi selesai selama 20 tahun, gedung itu akan menjadi milik pemerintah.

Skema ini mirip dengan BOT (Build Operate Transfer). Bedanya skema ini lebih pasti. Dana pengembang pasti akan kembali. Pemerintah dipastikan akan menyewanya.

Sementara pada BOT,  si pengembang menawarkan sewa ke pihak lain, atau memanfaatkan gedung itu sendiri.

Pengembang mana yang tidak berjingkrak girang mendapat rezeki nomplok semacam itu? 

Tapi tunggu dulu. Itu skenario penguasa. Skenario para taipan. Belum tentu bisa terwujud.

Kalau boleh menyarankan. Belajarlah dari Jakarta. Belajarlah dari kekalahan Ahok. Tidak semua skenario yang dirancang dengan sangat sempurna, akan berhasil. 

Ada campur tangan “kekuatan” lain. Kekuatan di luar kemampuan manusia. Kekuatan berupa takdir.

Juli 2016 Anies Baswedan dicopot sebagai Mendikbud. Kalau melihat kinerja Anies tak ada alasannya bagi Jokowi mereshufflenya.

Kabarnya justru performance Anies yang mencorong menjadi penyebabnya. Dia menjadi ancaman bagi Jokowi. Matahari kembar.

Kurang dari setahun kemudian, pada April 2017 Anies terpilih menjadi Gubernur DKI.  Dengan posisi itu dia malah semakin bersinar terang. Di Jakarta benar-benar muncul dua matahari.

Yang satu di Jalan Merdeka Utara (istana), dan satunya lagi di Jalan Merdeka Selatan (Balaikota DKI).

Jangan-jangan “pemecatan” Anies jilid II dengan cara memindahkan ibukota, justru malah akan membuka takdirnya terpilih menjadi kepala negara.

Tak ada yang pernah tahu perjalanan hidup dan takdir seseorang. Berhati-hati lah. end
Baca selengkapnya

Saturday, 31 August 2019

5 Ijazah Amalan Kiai Hamid Pasuruan yang Membuat Hidup Jadi Ajaib

5 Ijazah Amalan Kiai Hamid Pasuruan yang Membuat Hidup Jadi Ajaib
====================

Kiai Hamid beliau waliyullah banyak memberi ijazah wirid kepada siapa saja. Biasanya ijazah diberikan secara langsung tapi juga pernah memberi ijazah melalui orang lain. Di antara ijazah beliau adalah:

1. Membaca Surat Al-Fatihah 100 kali tiap hari. Menurutnya, orang yang membaca ini bakal mendapatkan keajaiban-keajaiban yang tak terduga. Bacaan ini bisa dicicil setelah sholat Shubuh 30 kali, selepas shalat Dhuhur 25 kali, setelah Ashar 20 kali, setelah Maghrib 15 kali dan setelah Isya’ 10 kali.


2. Membaca Hasbunallah wa Nikmal Wakil sebanyak 450 kali sehari semalam.

3. Membaca sholawat 1000 kali. Tetapi yang sering diamalkan Kiai Hamid adalah shalawat Nariyah dan Munjiyat.

4. Membaca kitab Dala'ilul Khairat. Kitab yang berisi kumpulan shalawat.

5.  Wirid rutin al-Wirdul Lathif dan Ratib Al-Haddad. Dua wirid yang diajarkan oleh Kiai Hamid dan diwariskan hingga sekarang kepada para santri dan keluarganya.

Demikian lima amalan Kiai Hamid Pasuruan yang biasa diijazahkan secara umum kepada para murid-muridnya dan para santri. Silakan ketik "Qobiltu" di kolom komentar jika ingin mengamalkan amalan Kiai Hamid ini.
(duta online)

Ingin Belajar Agama dengan Mudah Lewat Aplikasi dibimbing langsung oleh Kyai/Guru/Ustad Yang Bersanad dan Jelas Keilmuannya.....
Download disini : http://bit.ly/Kiyaikucom
Baca selengkapnya

ADA APA DIBALIK RUSUH PAPUA DAN PINDAH IBU KOTA ? SIAPA PEMAIN UTAMANYA?

ADA APA DIBALIK RUSUH PAPUA DAN PINDAH IBU KOTA ?
SIAPA PEMAIN UTAMANYA?

Oleh : Anton Permana.
(Direktur Executive Forum Musyawarah Majelis Bangsa Indonesia).
⚂banyak info menarik dari tulisan ini, meski tetap butuh keluasan pemahaman⚂

Banyak yang bertanya dan belum puas dengan ulasan penulis terkait isu diatas. Yakni tentang rusuh Papua yang masih membara hingga saat ini, dengan gema gempita pindah ibu kota ke Kalimantan. Kenapa dua hal krusial ini bisa terjadi beriringan. Tidak mungkin insiden besar ini terjadi tanpa ada perencanaan ataupun aktor yang menggerakkan.


Untuk menjawab dua hal ini lebih spesifik, akhirnya penulis memutuskan mencoba membuat analisa lebih lanjut dan juga menukik lebih dalam, sebagai bentuk sharing informasi dan pengayaan pemahaman kita bersama, untuk Indonesia negeri tercinta.

Empat tahun yang lalu diawal masa pemerintahan Jokowi. Ketika penulis melakukan perjalanan dan mendampingi Wagub Sumbar ketika itu (Alm) Muslim Kasim. Penulis dikenalkan dengan seorang pria (penulis lupa namanya) warga keturunan asal Kalimantan yang ketika itu mengaku sebagai aktor utama yang menggerakkan dan merancang ‘cyber force’ tim Jokowi-Ahok di Pilkada Jakarta dan berlanjut ke Pilpres. Atau umum dikenal dengan sebutan Jasmev.

Singkat cerita. Percakapan kami ketika itu di Plaza Indonesia lantai 4, pria tersebut membuka I Pad nya yang memperlihatkan sebuah gambar animasi rancangan kota modern dengan design 4 dimensi yang begitu luar biasa. Sebuah design kota (meskipun belum sempurna ketika itu) sudah memperlihatkan sebuah tatanan kota metropolis yang moderen, hijau, artistik futuristik, lengkap dengan segala fasilitas digital, community centre, kondo apartemen, gedung pencakar langit, MRT, monorel, pelabuhan udara (dengan konsep aerotropolis), pelabuhan besar, jembatan-jembatan indah, serta sebuah Istana nan megah lengkap dengan bangunan perkantoran disekitarnya.

Karena penasaran dan takjub, penulis bertanya rancangan kota dimanakah itu ?. Kemudia si pria sambil setengah ketawa menjawab, “ ini adalah konsep Jakarta kedua 10 tahun kedepan setelah Ahok jadi Presiden. Hahahaa... “. Meskipun kedengarannya setengah bercanda, tetapi obrolan hari itu cukup berkesan bagi penulis hingga hari ini, ternyata gambar animasi sebuah kota besar yang beredar banyak di sosial media hari ini tentang Kalimantan, boleh dikatakan mirip dengan gambar empat tahun yang lalu penulis lihat. Walaupun ketika itu si pria sudah mengatakan bahwa rencana Jakarta kedua itu akan dibangun di Kalimantan.

Ketika si pria berkata demikian, penulis jujur ketika itu kurang yakin dan percaya. Bahkan anggap angin lalu saja. Baru setelah presiden Jokowi mengumumkan secara terbuka bahwa akan memindahkan ibu kota ke Kalimantan barulah penulis ‘ngeh’ dengan apa yang dikatakan si pria warga keturunan tersebut.

Cuma yang akhirnya menjadi catatan penting bagi penulis adalah, berarti wacana pindah ibu kota ini dudah dirancang, dipersiapkan, sejak lama dengan demikian matang. Bukan kaleng-kaleng. Buktinya, Jokowi begitu percaya diri, optimis akan memindahkan ibu kota ditengah kerusakan ekonomi, tata kelola pemerintahan hari ini. Desakan hutang, defisit anggaran, BUMN bangkrut dan mau dicaplok China, seolah tak ada masalah dengan ini.

Yang menarik lagi, pengumuman pindah ibu kota pada tanggal 16 Agustus yang lalu, langsung disambut dengan insiden rusuh Papua yang berdarah-darah penuh anarkisme, jatuh korban jiwa dari aparat bahkan sampai kedepan istana negara.

Pada titik inilah, sebenarnya pokok bahasan judul diatas bisa kita cari benang merah untuk menganalisis apa motif dan orientasi dari dua kejadian besar dihari kemerdekaan bangsa Indonesia yang ke 74 tahun ini. Berikut hasil analisis penulis yang dikumpulkan dari beberapa sumber dan refrensi data terpercaya.

1. Pindah ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan adalah skenario besar dari China. Kenapa ? Karena Kalimantan mempunyai peran penting dan posisi strategis bagi program OBOR (One Belt One Road) sebagai pintu masuk China untuk menancapkan hegemoninya lebih dalam di kawasan Asia. Dan kalimantan secara geografis juga sangat dekat dari China, dan juga secara demografis (data kependudukan) komposisi warga keturunan china di Kalimantan cukup dominan dan kuat. Jadi Kalimantan memang sangat seksi dimata China dan wajib dikuasai.

2. Sesama kita ketahui. Ibu kota adalah ‘centre of gravity’ sebuah negara. Didalam peperangan militer, ibu kota adalah symbol penaklukan dari sebuah negara. Apabila ibu kota negara berhasil direbut dan ditaklukan, berarti itu akan sama dengan keberhasilan menaklukan dan menguasai negara.

Kondisi Jakarta yang begitu padat dan mengakar secara geokultural dan geografis (berada pada lingkar dalam pertahanan negara). Tentu akan sulit menembus dan menaklukan Jakarta yang begitu besar dan sudah berurat berakar dikuasai banyak negara (tidak saja Indonesia) lainnya berdasarkan kepentingannya masing-masing.

Disinilah cerdiknya China. Trauma akan lengsernya Ahok dan gagalnya proyek reklamasi Jakarta dan Meikarta. Menjadikan China mempercepat agenda pemindahan Ibu kota Indonesia ke Kalimantan. Tujuannya apa ? Kalau ibu kota di pindah, maka Jakarta akan lumpuh. kekhususannya pun akan dipreteli dan dicabut. Semua kendali negara dipindahlan ke tempat ibu kota baru yaitu di Kalimantan.

Nah apabila ibu kota baru sudah berdiri dan berjalan, maka secara otomatis ‘remote control’ negara Indonesia yang selama ini berada di Jakarta akan berpindah tangan ke Kalimantan. Dan ini sama artinya, semua kendali negara kita akan berpindah tangan ke Kalimantan. Secara paralel, seiring proses pembangunan ibu kota ini berjalan, China dengan mudah akan memobilisasi rakyatnya untuk masuk dan migrasi ke Kalimantan. Agar kemudian menjadi mayoritas dan menguasai mutlak Kalimantan secara penuh. Mulai dari fisik ekonomi, politik, dan komposisi jumlah penduduk seperti sejarah berdirinya Singapore dengan menyingkirkan pribumi melayu. Dan ini bukan hoax atau halusinasi karena fakta dan data ke arah itu sudah terbuka terang benderang.

3. Skenario peta jalan perpindahan ibu kota ini langsung terbaca oleh si adi kuasa Amerika bersama aliansinya. Kalau Kalimantan menjadi pintu masuk program OBOR China, Maka Papua adalah pintu masuk program TPP (Trans Pasific Partnership) Amerika dan aliansinya untuk membendung hegemoni China di Asia-Pasific. Papua sejak masa perang dunia pertama dan kedua pun sudah memiliki arti penting bagi Amerika.

Bahkan juga, secara kebijakan pertahanan, Amerika sudah menjalanka konsep US INDOPACOM, yaitu membentuk border aliansi segitiga India-Australia-Jepang untuk menghadapi China.

4. Jadi, perpindahan ibu kota ke Kalimantan ini sangat berdampak besar bagi masa depan Indonesia  diantara jepitan dua kekuatan besar (raksasa dunia). Perpindahan ibu kota ke Kalimantan adalah symbol kemenangan China atas Amerika dalam merebut dan menguasai Indonesia. Kalau ibu kota pindah ke Kalimantan yang notabonenya semua fasilitas, konsep, design, biaya, berasal dari China, maka Amerika bersama sekutunya akan gigit jari. Indonesia lepas dari kontrol dan hegemoni Amerika. Wajah Indonesia akan berganti menjadi Indochina. Indonesia yang selama ini ‘American Boy’ hanya tinggal sejarah dan cerita lama.

So pasti, dampak perpindahan Ibu kota ke Kalimantan, semua yang terkait penguasaan atas tanah, bumi, air, birokrasi, sumberdaya alam, aparatur, semua bergeser serta juga pindah berada dibawah kendali ibu kota baru ‘made in China’.

5. Melihat skenario ini, Amerika langsung memainkan skenario tandingan rusuh Papua untuk memecah konsentrasi, menjegal, rencana perpindahan ibu kota ke Kalimantan. Atau juga akan memutilasi Papua dari Indonesia dengan ancaman Papua merdeka, dan menjadi milik Amerika sebagai basis dan pintu masuk hegemoninya di kawasan Asia-Pasific. Karena pasti Amerika tidak akan rela ‘ladang’ suburnya selama ini akan diambil alih China. Karena sumber kekayaan alam Papua yang melimpah, serta letak grografis Papua yang tepat berada ditengah kawasan yang menghubungkan Amerika dengan Asia-Pasific-Australia.

6. Pihak Istana tentu sangat paham dan hati-hati dalam menghadapi manuver propaganda rusuh Papua yang begitu massive dan terencana ini. Makanya jangan heran, aparat Khususnya Polri, serta Istana seperti gagap menghadapi situasi ini. Bayangkan hanya dalam hitungan menit dan jam, rusuh anarkisme Papua begitu cepat meluas, massive bahkan sampai ke depan Istana dan Mabesad TNI mengibarkan bendera bintang kejora menuntut merdeka secara terbuka. Padahal kalau kita lihat antara perbandingan kekuatan TNI-Polri dengan perusuh Papua bukanlah apa-apanya.

Namun yang terjadi sebaliknya. Korban nyawa dan pembakaranpun sudah merebak terjadi di Papua. Sorong, Manokrawi, Fak Fak, Wamena, Jayapura semua membara serentak bergerak menuntut merdeka. Anehnya lagi. Sudah jelas rusuh ini begitu radikal, anarkis, dan tuntutannya merdeka, Menkopolhukam Wiranto yang dulu juga menjabat Panglima ABRI ketika rusuh mei 1998, meminta aparat persuasif tanpa senjata. Apa yang terjadi kemudian, aparat tak bersenjata menghadapi perusuh pakai senjata ya habis dibantai dengan parang, panah dan tombak.

Jadi aneh juga kalau penanganan rusuh Papua rezim saat ini bagai putri malu alias macan jadi kucing. Sangat berbeda ketika memghadapi aksi 212 dan rusuh 21-23 mei pada Pilpres yang lalu. Negara kelihatan begitu ganas, perkasa, malah semena-mena terhadap ummat Islam yang datang membawa sajadah dan kopiah.

Ketimpangan dan perbedaan ini terjadi, karena negara pasti sudah tahu siapa aktor dan pemain dibelakang rusuh Papua.

Artinya. Rusuh papua tidak lebih bentuk perlawanan Amerika melalui proxy dan aliansinya di Papua terhadap manuver China yang mau pindahkan ibu kota ke Kalimantan.

Cuma yang kita sayangkan adalah sikap pemerintah hari ini yang tidak jelas alias pengecut.

Seharusnya, Indonesia pandai memainkan prinsip politik luar negeri negara kita yaitu “ Bebas dan aktif “. Sehingga tidak perlu terkungkung dibawah ketiak satu negara secara total.

Seharusnya, Indonesia bisa memanfaatkan kondisi ini untuk menjadi peluang bargainning yang paling menguntungkan dari tarik menarik dua raksasa dunia ini. Bukan malah terjepit tak berdaya seperti sekarang ini.

Untuk itu penulis mempunyai beberapa pemikiran terhadap apa yang harus dilakukan Indonesia dalam menyikapi dua kejadian besar ini.

1. Ketika sudah berbicara kedaulatan. Apapun itu masalahnya, pemerintah harus berani dan tegas bersikap dan menyatakan bahwa aksi dan rusuh Papua itu adalah tindakan makar dan saparatisme. Dimana sebagai negara yang berdaulat, Indonesia harus memperlihatkan wibawanya sebagai sebuah bangsa yang besar dan terhormat. Caranya ; Stop komando operasi dari tangan Polri, dan serahkan penanganan rusuh Papua kepada TNI. Karena saparatisme adalah termasuk dalam dimensi pertahanan, maka ini sudah menjadi Tupoksinya TNI. Jangan paksakan lagi Polri dengan topeng bahasa klise KKSB (Kelompok Kriminal Bersenjata) untuk mengatasi hal ini. Polri itu ranahnya penegakan hukum, mengejar bandit (perampok) bukan melawan saparatisme bersenjata yang ingin merdeka dan buat negara.

2. Kalau sudah berbicara kedaulatan. Abaikan HAM yang menjadi standar ganda negara adi kuasa. NKRI harga mati mesti di implementasikan. Jangan cuma jadi slogan untuk gebuk FPI.

Penulis heran, seharusnya disaat Indonesia sekarang ini menjadi anggota tidak tetap PBB, Indonesia semestinya mempunyai posisi tawar yang kuat dalam menangkis isu HAM dalam penindakan rusuh Papua. Mainkan peran diplomasi luar negeri untuk meyakinkan bahwa Indonesia dalam rangka penegakan kedaulatan negaranya dari ancaman pemberontakan. Dan negara lain tidak bisa ikut campur apalagi mendikte urusan dalam negeri Indonesia.

3. Copot Panglima TNI, Kapolri, KaBIN, Menkopolhukam serta aparat terkait lainnya yang gagal meredam dan mengatasi rusuh Papua sampai meluas ke depan Istana. Insiden memalukan ini bisa terjadi berarti fungsi inteligent, TNI-Polri tidak berfungsi sama sekali. Atau ada yang sengaja memanfaatkan situasi ini untuk kepentingan tertentu ?

Perlu penyegaran aparatur dan pucuk pimpinan TNI-Polri agar clear dari segala bentuk ‘titipan’ dan infiltrasi kepentingan luar.

4. Indonesia harus kembali kepada jati dirinya sebagai sebuah bangsa yang mandiri dan berdaulat. Yaitu prinsip politik bebas aktif dan tegas terhadap negara manapun kalau itu terkait kedaulatan bangsa dan negara.

Indonesia adalah negara yang besar dan lahir dari tumpahan darah pejuang serta syuhada. Jadi Indonesia tak perlu lagi bertindak seperti pelayan atau calo dari kepentingan negara lain.

5. Menunda rencana perpindahan Ibu kota dan fokus penataan kembali kondisi sosial politik, ekonomi negara yang sudah hancur. Tidak ada sebaik memperkuat diri sendiri, berdikari, dari pada menggantungkan nasib bangsa ini kepada negara lain. Tak akan ada itu negara lain yang akan mensejeahterakan kita. Omong kosong itu semua. Semua pasti ada upeti dan imbalannya. Fakta sejarah Nusantara ini pernah berjaya karena berdikari. Seperti kejayaan masa Majapahit, Sriwijaya, dan fase kesulthanan kerajaan Islam.

Kenapa ini penting, karena secara prinsip hubungan Internasional, kondisi perebutan dua raksasa saat ini terhadap Indonesia akan bisa jadi peluang dan menaikkan posisi tawar Indonesia, kalau bangsa ini kuat dan mandiri. Tapi kalau kepemimpinan negara ini lemah dan banci, maka Indonesia akan jadi bancahan atau bulan-bulanan bangsa asing.

6. Para kelompok idealis, nasionalis, kalangan ulama dan aktifis Islam perlu mengantisipasi kondisi terburuk yang akan terjadi dengan menyiapkan segera skenario ke tiga diluar dari skenario dua raksasa dunia tersebut.

Inilah saatnya kita melihat siapa yang Indonesia sejati itu sebenarnya. Siapa yang memang setia, loyal, terhadap Indonesia secara faktanya. Dan siapa sejatinya kelompok yang munafik dan para pengkhianat negara sebenarnya.

Mana yang selama ini teriak NKRI harga mati, mengaku Pancasilais, anti radikalisme dan merah putih ? Semua bungkam membisu.

Artinya, rakyat mesti sadar bahwa jargon-jargon diatas hanyalah topeng dalam menutupi kebusukan mereka selama ini. Jargon jargon manis diatas hanyalah senjata untuk melampiaskan kedengkian, kebencian mereka kepada Islam sebagai penduduk mayoritas dinegeri ini. Islam yang selama ini difitnah radikal, jahat, anti NKRI, ehh malah hari ini Papua yang terang-terangan memborong tuduhan itu semuanya.

Pemerintah tidak bisa menganggap remeh atas insiden rusuh Papua ini. Khususnya bagi para aktifis 212. Papua yang gerakannya hanya segelintir itu saja, bisa begitu perkasa membantai aparat dengan panah dan parang bahkan didepan hidung Istana, markas besar TNI AD.

Bayangkan juga kalau pada masa aksi 212 atau pada masa demonstrasi 21-23 mei yang lalu ummat Islam juga melakukan hal yang sama ? Pasti sudah bubar negara ini.

Artinya adalah. Semua pihak harus tobat dan sadar khususnya aparat negara. Kurang baik apalagi ummat Islam Indonesia. Bukan berarti ummat Islam tidak bisa bertindak seperti orang Papua. Tapi ummat Islam karena sangat cinta terhadap negeri ini dan tidak mau terjebak dalam adu domba antar sesama. Tapi kebaikan ini dibalas dengan perlakuan semena-mena dari rezim dan aparat.

Nah dengan kejadian rusuh Papua saat ini. Hati-hati, telah membuka mata hati dan pikiran para aktifis dan mujahid Islam atau jadi inspirasi besar. Bahwa yang tertanam dalam benak rakyat hari ini adalah, “ Kalau aksi itu damai dan baik-baik saja. Maka aparat akan semena-mena dengan tuduhan makar dan radikal. Tetapi kalau aksi itu radikal, anarkis, maka aparat yang akan minta maaf. Parahnya lagi, diskriminasi antara perlakuan kepada perusuh Papua dengan ummat Islam sangat jauh berbeda. Dan diskriminasi perlakuan ini sangat menyakitkan hati ummat Islam Indinesia. Mereka baru sadar, bahwa selama ini telah dibodoh-bodohi dengan penjara stigma bahasa anti toleransi, anti bhineka. Padahal semua itu hanyalah cara licik rezim hari ini membungkam dan melemahkan Islam secara sistematis “.

Untuk itu kembali kepada kesimpulan kita. Inilah saatnya bangsa Indonesia menyiapkan skenario ketiga untuk membebaskan Indonesia dari jepitan dua raksasa dunia ini.

Cukup rakyat yang jadi korban. Negara diobok-obok, kita diadu domba. Indonesia harus bangkit dari kondisi keterjajahan ini. Mari rakyat Indonesia bersatu padu, untuk mendesak pemerintah agar berani bertindak tegas, menumpas saparatisme Papua dengan tuntas. Karena kalau tidak, rusuh Papua bisa menjadi pemicu utama dari disintegrasi bangsa.

Selanjutnya masyarakat juga mendesak agar presiden serta legislatif untuk membatalkan wacana pindah Ibu kota ke Kalimantan. Karena ide ini hanyalah ibarat Indonesia memberikan lehernya kepada China. Stop jangan lagi jadi pengkhianat bangsa dengan menjadikan diri pelayan, penjilat, kepentingan China.

Mari kita kembalikan Indonesia sebagaimana amanah konstitusi kita yaitu, menjadi bangsa yang bersatu, berdaulat, adil dan makmur. !. InsyaAllah.

Jakarta, 30 Agustus 2019.

(Penulis adalah Alumni Lemhannas PPRA LVIII Tahun 2018).
Baca selengkapnya

Thursday, 29 August 2019

TIGA BELAS WASIAT BERHARGA UNTUK PARA GURU

TIGA BELAS WASIAT BERHARGA UNTUK PARA GURU

1. Hendaknya tidak mengambil cuti sakit ketika engkau tidak sakit sehingga tidak menggabungkan dua maksiat : kebohongan dan makan harta haram. Sesungguhnya pemotongan gaji dilandasi taqwa dan takut kepada Allah itu lebih baik dan lebih kekal.

2. Terimalah murid-muridmu dengan segala kesalahan mereka karena mereka bukan malaikat, bukan pula syaitan. Tidak ada alasan untuk lari dari meluruskan kesalahan-kesalahan itu karena Anda adalah murabbi (pendidik) dan ini yang diharapkan dari Anda.

3. Tunjukkan rasa hormat Anda kepada murid yang ada di hadapan Anda dengan cara menerangkan keutamaan mereka sebagai penuntut ilmu. Hal ini akan mendekatkan jarak Anda dalam menuju hati mereka.


4. Ingatlah bahwa banyak di antara orang-orang besar menjadi besar lantaran satu kata dari seorang guru yang melejitkan mereka dan memantik cita mereka hingga menggapai puncak.

5. Perbagus cara interaksi Anda dengan para murid. Berapa banyak guru yang mendapat doa dari murid setelah bertahun-tahun terlewati, atau setelah berada di liang kubur.

6. Semua mata pelajaran dapat dikaitkan dengan ajaran-ajaran Islam. Tinggal bagaimana Anda mencari media yang tepat.

7. Setiap menit keterlambatan Anda dalam memulai pelajaran atau keluar sebelum waktu selesai adalah hak murid, ia akan mengambilnya pada hari penghitungan amal.

8. Berapa banyak guru yang menjadi sebab lurusnya arah berpikir kaum muda sehingga ia mendapatkan doa-doa tulus dan kebaikan yang mengalir. Ya Allah, tambahkan dan berkahi setiap guru yang kuat, bertanggung jawab, dan senantiasa berbuat baik.

9. Di depan Anda ada generasi. Bangkitkan jiwa mereka, ajarkan cinta kepada ilmu, dan bangunkan semangat. Barangkali satu kata dari Anda dapat membakar spirit dalam hatinya dan menjadi kebaikan untuk ummat.

10. Rasa takut murid Anda terhadap Anda bukanlah pertanda keberhasilan dan keterampilan Anda dalam menegakkan kedisiplinan. Itu hanya pertanda bahwa Anda gagal dalam memerankan pendidikan. Pendidikan itu membawa ketegasan dan kasih sayang bukan dengan menakut-nakuti.

11. Syekh Utsaimin rahimahulloh membedakan antara pulpen inventaris kantor dan pulpen pribadi karena takut makan barang haram. Lantas bagaimana dengan orang yang menghalalkan sesuatu yang lebih berharga daripada tinta? Yaitu waktu!

12. Ingatlah bahwa anda mempunyai anak yang diajar oleh guru-guru seperti Anda. Maka berbuat baiklah kepada anak orang niscaya Allah akan menyiapkan bagi anak Anda guru-guru yang akan berbuat baik kepada mereka. "Balasan sesuai dengan amal perbuatan."

13. Ikhlaskan niat utk Allah. Karena sesungguhnya Anda sedang melakukan tugas para Nabi. Dan jika anda mengharap pahala dalam pekerjaan Anda, maka setiap jam pada siang hari Anda dalam timbangan kebaikan Anda.

Semoga jadi nasehat para pejuang Pendidikan...๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™

Kita semua adalah Pendidik
Baca selengkapnya

Pinjam Uang di Bank dengan SK PNS

#semoga_bermanfaat

"Pinjam Uang di Bank dengan SK PNS"

Di beberapa kalangan ada yang sangat girang bila telah mendapatkan SK pengangkatan PNS (Pegawai Negeri Sipil). Kegirangannya sebagian pegawai adalah agar bisa mengajukan kredit bank dengan mudah. Kalau kredit bisa dengan mudah tentu akan mendapatkan mobil, motor, atau rumah dengan mudah.

Itulah mengapa sebagian orang begitu semangat menjadi PNS, namun kami tidak katakan semuanya punya maksud seperti itu. Mohon tidak salah paham. Namun inilah prinsip sebagian pegawai.

Masa pengembalian pinjaman atau tenor ada yang maksimal adalah 10 tahun dengan besaran cicilan adalah 60% dari gaji pemohon kredit yang bersangkutan. Yang kami dengar dari sebagian pegawai negeri, gara-gara mesti mencicil seperti itu dari gajinya, sampai ada yang hanya membawa pulang Rp.60.000,- ketika gajian karena sebagian besar membayar cicilan di mana-mana. Wallahul musta’an.

Misalkan untuk PNS golongan III-B dengan gaji Rp 3 juta per bulan maka pinjaman yang diizinkan adalah Rp 216 juta yang merupakan hasil perkalian dari 60% gaji dikalikan dengan 10 tahun masa cicilan.

Enak benar yah jadi PNS …
Namun kaya dengan harta riba jelas tidak tenang. Dosa dan harta haram jelas menggelisahkan jiwa.

Dari Nawas bin Sam’an, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ุงู„ْุจِุฑُّ ุญُุณْู†ُ ุงู„ْุฎُู„ُู‚ِ ูˆَุงู„ุฅِุซْู…ُ ู…َุง ุญَุงูƒَ ูِู‰ ู†َูْุณِูƒَ

“Kebaikan adalah dengan berakhlak yang mulia. Sedangkan kejelekan (dosa) adalah sesuatu yang menggelisahkan jiwa.” (HR. Muslim no. 2553)

Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Dosa selalu menggelisahkan dan tidak menenangkan bagi jiwa. Di hati pun akan tampak tidak tenang dan selalu khawatir akan dosa.”



Tak percaya kalau pengajuan kredit bank itu riba?
Coba bayangkan, mobil yang asalnya bisa dibeli dengan harga 160 juta rupiah secara cash karena kredit bank , akhirnya bisa dibayar hingga 200-an juta rupiah. Padahal kaedah yang patut diingat oleh setiap muslim bahwa setiap utang piutang yang dalamnya ada keuntungan, maka itu adalah riba. Hakekat yang terjadi dari jual beli kredit lewat leasing atau bank adalah utang piutang bukan jual beli. Ini yang patut dipahami.

Ibnu Qudamah rahimahullah berkata,

ูˆَูƒُู„ُّ ู‚َุฑْุถٍ ุดَุฑَุทَ ูِูŠู‡ِ ุฃَู†ْ ูŠَุฒِูŠุฏَู‡ُ ، ูَู‡ُูˆَ ุญَุฑَุงู…ٌ ، ุจِุบَูŠْุฑِ ุฎِู„َุงูٍ

“Setiap utang yang dipersyaratkan ada tambahan, maka itu adalah haram. Hal ini tanpa diperselisihkan oleh para ulama.” (Al Mughni, 6: 436)

Bukan hanya rentenir yang kena laknat, namun nasabah riba kena laknat. Patut diingat bahwa makna laknat adalah jauh dari rahmat Allah.

Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

ู„َุนَู†َ ุฑَุณُูˆู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ -ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…- ุขูƒِู„َ ุงู„ุฑِّุจَุง ูˆَู…ُูˆูƒِู„َู‡ُ ูˆَูƒَุงุชِุจَู‡ُ ูˆَุดَุงู‡ِุฏَูŠْู‡ِ ูˆَู‚َุงู„َ ู‡ُู…ْ ุณَูˆَุงุกٌ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba.” Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1598).

Imam Nawawi rahimahullah berkata, “Dalam hadits ada penegasan haramnya menjadi pencatat transaksi riba dan menjadi saksi transaksi tersebut. Juga ada faedah haramnya tolong-menolong dalam kebatilan.” (Syarh Shahih Muslim, 11: 23)

Kami mengemukakan bahasan ini karena sebagian pegawai negeri baru merasakan penyesalan setelah mengetahui hukum riba. Semoga semakin membuka hati pegawai yang lain dan kaum muslimin secara umum akan bahaya riba.

Coba kita memiliki sifat qana’ah, yang dijadikan standar mulia bukanlah kekayaan harta namun hati yang baik dan selalu merasa cukup.

Dari Abu Hurairah, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ู„َูŠْุณَ ุงู„ْุบِู†َู‰ ุนَู†ْ ูƒَุซْุฑَุฉِ ุงู„ْุนَุฑَุถِ ، ูˆَู„َูƒِู†َّ ุงู„ْุบِู†َู‰ ุบِู†َู‰ ุงู„ู†َّูْุณِ

“Kaya bukanlah diukur dengan banyaknya kemewahan dunia. Namun kaya (ghina’) adalah hati yang selalu merasa cukup.” (HR. Bukhari no. 6446 dan Muslim no. 1051). Kata para ulama, “Kaya hati adalah merasa cukup pada segala yang engkau butuh. Jika lebih dari itu dan terus engkau cari, maka itu berarti bukanlah ghina (kaya hati), namun malah fakir (hati yang miskin)” (Lihat Fathul Bari, 11: 272).

Ini doa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang sering beliau panjatkan agar kita selalu dicukupi dengan yang halal,

ุงู„ู„َّู‡ُู…َّ ุงูƒْูِู†ِู‰ ุจِุญَู„ุงَู„ِูƒَ ุนَู†ْ ุญَุฑَุงู…ِูƒَ ูˆَุฃَุบْู†ِู†ِู‰ ุจِูَุถْู„ِูƒَ ุนَู…َّู†ْ ุณِูˆَุงูƒَ

“Allahummak-finii bi halaalika ‘an haroomik, wa aghni-nii bi fadhlika ‘amman siwaak”, artinya: Ya Allah, anugerahkanlah padaku yang halal dan jauhkanlah aku dari yang haram dan cukupkanlah aku dengan karunia-Mu dari selain-Mu. (HR. Tirmidzi no. 3563, hasan)

Tidak ada larangan sama sekali untuk menjadi PNS, namun marilah tulisan sederhana ini menjadi renungan agar kita tidak menggampang-gampangkan transaksi riba. Prinsip penting, “Carilah keberkahan, bukan yang penting punya.”
Baca selengkapnya

Mengenal Kaltim Calon Ibukota Indonesia, geografis, Politik dan Aspek yang Melatari

Mengenal Kaltim Calon Ibukota Kita
(Politik)

By Babo EJB

Tahukah anda bahwa satu satunya lahan di kaltim yang tidak dikuasai penambang dan HTI adalah Balikpapan. Merujuk salinan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kaltim, izin tambang di sekujur Kaltim menembus 5.137.875,22 hektare, atau 40,39 persen daratan provinsi ini. Sementara izin kehutanan adalah jenis konsesi terluas yang terbit di daratan Kaltim.

Berdasarkan catatan Dinas Kehutanan Kaltim, total izin sektor ini menembus 5.619.662 hektare. Seluruhnya terdiri dari 59 IUPHHK-HA dengan luas 3.973.680 hektare; dan 45 IUPHHK-HTI seluas 1.645.982 hektare. Dapat dikatakan bahwa 44,09 persen daratan provinsi dikuasai izin kehutanan. Jadi praktis hanya 5% saja dikelola oleh rakyat dan pemerintah. 


Penguasaan lahan di kaltim itu sudah berlangsung sejak era Soeharto di mana para kroni Soeharto semua punya konsesi. Mereka bermitra dengan asing seperti dari AS dan Jepang. Hutan dijarah dengan alasan HTI namun menguras habis isinya dan setelah itu HTI nya dikelola ala kadarnya. Hanya segelintir saja konsesi itu HTI dikelola secara profesional dan niat baik. Selebihnya dibiarkan terbengkalai setelah isinya dikuras habis.

Di era SBY termasuk banyak izin HTI diberikan. Namun di era Jokowi justru terjadi pengetatan aturan-aturan lewat reforma agraria. Lahan konsesi yang tidak diurus disita negara dan diberikan kepada rakyat untuk usaha produksi pertanian.

Pemindahan ibukota di Kaltim secara tidak langsung komitmen politik Jokowi untuk melawan para pemegang izin tambang dan HTI yang bandel dan Arogan. Secara politik dengan adanya Ibukota di kaltim maka seluruh izin HTI dan tambang akan ditertibkan agar ibukota yang baru tidak terkena dampak lingkungan yang buruk. 

“Bagus ibu kota di situ (Kaltim) sekalian penertiban juga daerah sana” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan. Luhut mengatakan, salah satu aspek yang harus diperhatikan ketika memindahkan ibu kota yakni aspek lingkungan. Artinya semua pemilik konsesi tambang dan HTI berada langsung di depan Presiden dan presiden pula yang akan memastikan penertiban konsesi berjalan sesuai aturan.

Lahan ibukota seluas 180.000 hektar itu bukan lagi hutan sebagai sumber oksigen. Tetapi ilalang yang tidak ada lagi hutannya. Sudah habis dijarah oleh pemegang konsesi. Makanya negara ambil alih sesuai hukum.

Kalau profesor RG yang bilang ibukota baru merusak hutan dan mengurangi oksigen sebetulnya dia sedang berbicara atas nama kroni orba yang tak merasa berdosa membuat hutan rusak karena tambang dan HTI. Dan ketika Jokowi ingin menata kerusakan itu menjadi minimal dengan memindahkan ibukota ke Kaltim, sang Prof ngomong seperti ayam berkotek tidak tahu dimana kepalanya.

Disini kita sadar bahwa hanya di negeri ini para bandit dan kebodohan itu dapat panggung dan diaminkan oleh kaum bigot.
Baca selengkapnya

Jokowi Pikirkan Rakyatmu, Sebelum Pindah Lunas Hutang dulu

*Cerita kecil untuk jokowi*

Ayah   : Nak besok kita pindah rmh ya

Anak   :   Loh kok pindah? Knp yah?

Ayah.  : begini nak, rmh kita kalau musim hujan
              kebanjiran karna luapan air got yg bnyk
              sampah.
              Kalau kemarau kepanasan
              Kalau siang disini ramek
              jadi buat ga nyaman nak.

Anak   :  persoalan begini ga perlu pindah yah,
               kalau musim hujan Nanti aku bersihin
               got,supaya air got ga melimpah
               ruah sembari aku menanam
               pohon di sekeliling rmh
               supaya kalau kemarau ga
               kepanasan..
               Nah kalau berisik, ya nanti
               Aku akan tegur org²
               yang berisik dan jgn main
               disini.

Ayah : tapi nak,

Anak : Tidak boleh pak

Ayah : Kenapa ??

Anak : Begini yah, kita pindah rumah itu butuh biaya besar, belum lagi beli tanah,belum beli material, belum lagi harus nunggu selesai rumah, belum lagi bersih².. Kita makan aja sulit yah karna bahan pokok naik semua, blm lagi kita sakit harus butuh biaya untuk berobat, bentar lagi listrik kita harus bayar, dan juga biaya sekolah aku ga gratis.

Ayah : iya juga ya nak

Anak : emang ayah punya duit untuk kita pindah ya??

Ayah : punya nak tapi kita ngutang dulu nak..

Anak : Mau bayar pake apa yah??
            Ngutang itu harus di bayar yah
            Kalau ga di bayar ya jaminan
            Pasti di ambil orang, trus kalau
            Diambil orang kita mau tinggal
            Dimana ??

Untuk bapak jokowi

Tolonglah pak, hentikanlah keinginan anda untuk memindahkan ibukota, karna sesuai dengan ucapan anda, indonesia akan mengeluarkan uang sebanyak 466 triliun untuk perpindahan tersebut.
 Akan lebih bijak jika uang itu untuk membantu kami..

fikirkan nasib kami pak presiden.
Kami rakyatmu sungguh menderita

Makan kami kurang bahkan saudara kami ada yang kelaparan

Listrik kami harus bayar tinggi

Hasil bumi kami murah

Sembako kami melambung tinggi

Pedagang kami banyak yg gulung tikar.

Bantu kami pak.. Bantu atas nama kemanusiaan..

Bantu dalam menurunkan harga sembako

Bantu menurunkan bayaran listrik

Bantu menaikan harga hasil bumi kami

Bantu pedagang kami agar tidak terlalu banyak yg gulung tikar..

Bantulah saudara kami yg masih bnyk pengangguran.


Anda kami jadikan presiden bukan untuk memikirkan 1 Daerah, melaikan untuk  kemakmuran seluruh Rakyat indonesia.

Anda kami jadikan presiden bukan untuk memikirkan 1 ibukota melainkankan untuk membantu kami melewati kesukaran hidup..

Janganlah bapak menganggap uang kami sama banyaknya seperti uang yang ada di dompet anda pak.
Tolong fikirkan kami juga pak
Sayangi keringat kami yang jatuh๐Ÿ˜ญ
Baca selengkapnya

Wednesday, 28 August 2019

HAK ANAK DALAM MASJID

HAK ANAK DALAM MASJID

1| Mari berbagi pengalaman , agar anak2 punya hak utk berada di dalam Masjid

2| Sudah bukan menjadi rahasia lagi betapa anak2 kehadirannya tidak begitu diharapkan di dalam masjid

3| Anak2 dianggap pengganggu kekhusyukan dalam beribadah. bahkan ada masjid yg terang2an menulis larangan anak masuk masjid

4| Bahkan ada orang dewasa yg tak segan2 menghardik&mengancam mrk jika bermain dan bercanda. Akhirnya Masjid pun menjadi tempat menyeramkan

5| Anak2 pun mncari tmpt alternatif hiburan.Pilihannya playstation&game online. Prmainan mnyenangkan. Pnjaganya pun menyambut ramah.

6| Akhirnya pihak masjid pun susah mencari kader remaja masjid. Banyak remaja yg menolak, sbb waktu kecil sll dimusuhi saat di masjid

7| Sifat Allah yg Maha Rahman tak muncul dlm perilaku sebagian pengurus masjid yg galak dan suka bentak anak di masjid

Akhirnya anak2 lebih mengenal Allah yg Mahakeras siksanya dibandingkan Maha RahimNya. Sbb mrk banyak dihukum dan  dimarahi jika bermain2 di masjid

9| Pun jika ada anak yg sungguh2 ibadah. Ternyata banyak mereka yg tak layak ada di shaf depan. Padahal mereka datang sejak awal ke. masjid

10| Padahal hak ada di shaff depan adalah yg datang duluan, bukan berdasarkan usia masjid


11| Kadang saat sholat jumat pun, khatib lupa menyapa anak2. Lebih fokus kepada jamaah dewasa. Anak2 dianggap warga kelas dua di masjid

12| Masjid sbg pusat display agama, seharusnya menjadi tmpt utk mengajarkan hakikat islam sesungguhnya : kasih sayang dan keramahan di masjid

13| Tidak berminatnya remaja saat ini terhadap Islam, sebagian besar krn trauma di masa kecil akan tampilan islam khususnya di masjid

14| Masjid kalah bersaing dgn mall, warnet dan tempat permainan lain dimana penjaganya ramah dan murah senyum di bandin di masjid

15| Banyak jamaah berebut menjalankan sunah di masjid. Lupa akan sunah yg lain yg diajarkan rasul : memuliakan anak2 di masjid

16| Sungguh indah saat rasul membawa cucunya, umamah dan husain ke masjid. Digembirakan mereka dgn digendong seraya bermain di masjid

17| Demi memuaskan husain bermain di masjid, Rasul melamakan sujudnya agar ia puas menungganginya seperti kuda. Tak memarahinya di masjid

18| Sahabat menduga lamanya sujud akibat datangnya wahyu. Mereka salah. Rasul menyengajakannya supaya anak2 puas bermain di masjid

19| Kisah2 Rasul yg memuliakan anak di masjid mngkn jarang trdengar/sengaja dilupakan sbagian orang. Pdhl mrk mngaku pncinta rasul.

20| Alhamdulillah sebagian pengurus masjid yg melarang anak2, akhirnya ada jg yg tercerahkan meski awalnya marah2 di masjid

21| Bahkan ada yg berinisiatif membuat ruang bermain bg anak2 serta menyediakan pampers bagi anak2 masjid

22| Biarlah anak betah bermain di masjid daripada memilih bermaih di tempat lain yg menjauhkan mereka dr agama. dan masjid

23| Jk sudah merasa nyaman di masjid. Barulah buat peraturan. Kpn harus bermain dan kapan harus ibadah. Mereka tentu bisa menerima di masjid

24| Indahnya jk anak2 saat waktu luang, izin ke ortunya untuk pergi ke mesjid. Berlama2 di sana. Masjid pun ramai. Oleh kegiatan di masjid

25| Orang dewasa lain yg malas ke masjid pun jadi bergairah melihat masjid yg ramai. Jadilah setiap masyarakat memakmurkan  masjid

26| Jk masjid ramai, mk tak ada lagi yg ribut dgn perang2 kelompok, begal dan kenakalan2 lain. Sebab mrk semua hatinya terpaut ke masjid

27| Jd dari skrng, mari buat masjid sbg tempat yg nyaman, ramah, bersih dan menyenangkan bagi anak2. Kelak mereka yg akan memakmurkan masjid

28| Mulailah sekrng bikin iklan ke warnet2 dan game online, bahwa masjid skrng punya tempat bermain. Niscaya warnet sepi dan semua ke masjid

29| Mudah2an ada pengurus masjid  yg baca WA  ini dan memulai gerakan ajak anak ke masjid
*semoga terwujud
Aamiin..............

30| Mari di viralkan dan semoga kita tergolong Pemakmur Masjid
Baca selengkapnya

Mengenal Gus Baha, Kesederhanaan dan kealimannya!

Bintang baru yang langsung merebut perhatian publik, Gus Baha'.

” Lah emangnya beliau nggak bawa mobil.. ? ” tanyaku heran.

” masak.. ? Sekelas beliau ? Aku seakan tak percaya.

” Haha.. Iya , beliau emang orang pe-ngebis-an. Kemana-mana lebih suka naik bis ”.

Gus Baha’ ternyata memang seperti itu orangnya. Bahkan di momen penting seperti akad nikahnya pun Gus Baha’ lebih memilih naik bis kelas ekonomi dari rumahnya ke rumah mertuanya di Sidogiri. Beliau memang Sesederhana itu..


Penampilannya yang sederhana, justru menunjukkan kepercayaan dirinya yang kuat.
Tak ada serban yang menjuntai ataupun jubah. Bahkan, cara memakai pecinya yang agak semerawut, seperti santri yang sedang leyeh-leyeh di serambi asrama.

Kemewahannya adalah saat mengutip beragam riferensi kitab-kitab klasik. Bahasanya yang sederhana dan lugas, mudah dicerna oleh pendengar dan pemirsa.

Gus Baha’ mungkin berhasil menyembunyikan kealimannya dibalik penampilan sederhananya itu, tapi ketika beliau berbicara beliau selalu gagal menampakkan bahwa beliau adalah orang biasa. Ketika berbicara Gus Baha’ benar-benar bagaikan lautan ilmu yang airnya meluber kemana-mana.

Tiap tetes ucapnya selalu mempunyai bobot keilmuan, kesederhaan dan ketawadhu’annya, hingga akhlak beliau yang apa adanya tanpa harus menjaga wibawa ‘kealimannya’ dihadapan siapapun.

Orang-orang seperti Gus Baha’  seakan ingin menegaskan bahwa kemuliaan sama sekali tak ada sangkut pautnya dengan penampilan atau pakaian.

Sama seperti Sayyidina Umar yang kala itu diminta untuk mengganti bajunya yang dipenuhi oleh belasan tambalan. Beliau menjawab :

” ู†ุญู† ู‚ูˆู… ุงุนุฒู†ุง ุงู„ู„ู‡ ุจุงู„ุงุณู„ุงู… .. ูุฅุฐุง ุงุจุชุบูŠู†ุง ุงู„ุนุฒุฉ ู…ู† ุบูŠุฑู‡ ุงุฐู„ู†ุง ุงู„ู„ู‡.. “

” kita ini adalah kaum yang telah Allah muliakan dengan islam. Jika kita mencari kemuliaan dengan selain Islam, maka Allah akan menghinakan kita.. ”
( Suryono Zakka )

Ingin Belajar Agama dengan Mudah Lewat Aplikasi dibimbing langsung oleh Kyai/Guru/Ustad Yang Bersanad dan Jelas Keilmuannya.....
Download disini : http://bit.ly/Kiyaikucom
Baca selengkapnya

Kenapa Kita Gak Bisa Lihat Allah?

Kenapa Kita Gak Bisa Lihat Allah?
(Tulisan dari akun lama, post ulang di sini, mudah-mudahan bermanfaat)

"Kenapa kita gak bisa lihat Allah?"
Pertanyaan itu diajukan oleh putera kedua saya. Tidak to the point, tapi pakai muter-muter diskusi sama abangnya.

“Kenapa kuman gak kelihatan?” Tanyanya lagi pada sang kakak yang berbeda usia hampir 4 tahun dengannya.

“Karena kecil.” Jawab abangnya.

“Allah besar. Kenapa ga kelihatan?” Ia bertanya kembali.

“Karena mata kita ga sanggup lihat Allah.” Abangnya menjawab lagi.

“Kenapaa?”

Sang kakak pun angkat tangan.

Bilal–putera kedua saya bukanlah type anak yang memiliki stok puluhan pertanyaan setiap harinya jika dibandingkan dengan abangnya di usia yang sama. Ia juga–sejauh ini, tidak pernah mengejar jawaban atas suatu pertanyaan sampai puas. Maka satu saja pertanyaan terucap darinya, adalah pe er yang harus saya tuntaskan. Tidak boleh disia-siakan.

Pertama-tama, saya suruh ia mengambil globe, beberapa lembar kertas bekas dan bola yang ukurannya lebih besar dari globe.


Selanjutnya, beberapa lembar kertas bekas tadi, saya remas-remas hingga membentuk bulatan. Anak itu, saya perintahkan untuk melakukan hal yang sama.

“Apaan sih? Orang Bilal nanya kenapa Allah gak keliatan, malah disuruh bikin kaya gini…” Keluhnya (tapi sambil tetap melakukan perintah)

“Nak, lihat… Ini bumi, tempat kita tinggal.”

“Iya.”

“Aa tahu di mana rumah kita?”

“Enggak.”

Saya tunjukkan pulau jawa “Di sini ada Bogor, sebelahnya Jakarta. Coba sebutkan, apa saja yang ada di Bogor dan Jakarta? Misalnya rumah, Mall, lalu apa lagi?”

“Kantor, sekolah, pasar, stasiun…”

“Kebun, sungai, gunung…” Lanjut saya

“Ya pokoknya banyak deh.” Ia menyimpulkan.

“Nah sebanyak itu tapi kalo dibandingkan sama bumi yg biru ini, jadi sangaaat kecil, yakan?”

“Iya, setitik.”

“Kebayang gak orangnya segede apa?”

“Setitik titiiik.”

Saya ngikik

“Nah, sekarang lihat kertas yang tadi kita bikin bulat. Ceritanya itu Bulan, planet-planet dan bola yang besar ini adalah Matahari. Ingat film upin ipin yang tentang planet? Merkurius, Venus, bumi…?”

“Iya.”

“Siapa yang menciptakan semuanya, A?”

“Allah”

“Nah sekarang Aa bayangkan, smua benda-benda ini sangat banyak dan besar-besar ukurannya. Terbayang nggak, betapa Maha Besarnya Allah. Allaahu Akbar. Akbar itu Mahaaa Besar, gak ada tandingannya.”

“Jadi kenapa ga kelihatan?”

“Nah tadi manusia aja udah setitik titik (kecil banget), apalagi matanya. Mata kita gak akan sanggup melihat Allah. Bahkan Rasulullah saja nggak sanggup melihat Allah.”

“Kata siapa?”

“Kata hadist. Saat Rasulullah pulang dari Isra Mi’raj yang sampai langit ketujuh. Ketujuh lho A, kita langit pertama yang terlihat aja, gatau ujungnya di mana. Langit ketujuh pastinya lebih jauh lagi. Nah Rasulullah ditanya sama isterinya, Aisyah.

Ya Rasulullah, apakah Anda melihat Allah di langit ketujuh?

Jawab Rasulullah, di sana ada cahaya yang sangat terang. Dan Allah adalah cahaya di atas cahaya, yang tidak sanggup aku melihatnya.

Aa ngerti gak?”

“Gak.”

“Artinya, Rasulullah yang udah sampai ke langit ketujuh aja, gak bisa lihat Allah. Apalagi Kita manusia biasa. Padahal Aa tau kan kalau Rasulullah itu udah dijamin masuk surga?”

“Iya.”

“Ada satu cerita lagi nih, tentang Nabi Musa AS. Dulu saat beliau menerima wahyu, di hari ke-37, beliau meminta pada Allah untuk bisa melihat wujud Allah.”

“Dikasih nggak?”

“Allah bilang, Coba lihat gunung Batu di sekitarmu, wahai Musa. Jika gunung itu sanggup menerima kedatanganKu, maka Aku akan datang. Nggak lama kemudian gunung itu hancur beterbangan. Gak sanggup menerima kedatangan Allah. Padahal itu baru niat."

“Apalagi Nabi Musa yang lebih kecil dari gunung?”

“Ya iya, Nabi Musa sampai pingsan. Begitu sadar, bilang, Aku beriman kepada-Mu ya Allah.”

“Jadi, Nabi Musa aja merasa ga perlu lagi minta diperlihatkan wujud Allah, karena sudah bisa melihat wujud ciptaan-ciptaan Allah. Gunung, Matahari, Bulan, bintang, laut dan lain-lain. Dimana gunung aja bisa hancur saat baru dengar niat Allah untuk datang. Kebayang kalau datang beneran?”

*Bilal gak menjawab, tapi kurleb begini ekspresinya ??

“Jadi kenapa Kita ga bisa lihat Allah, A?” Pancing saya

“Karena Allahu Akbar, Allah Maha Besar. Dan kita keciiiil, setitik titik. Mata kita ga sanggup lihat Allah. Bisa-bisa pingsan kaya Nabi Musa.”

“Good!”

“Yang harus kita lakukan adalah beriman pada Allah. Percaya kalau Allah ada dan melihat smua yang Kita lakukan. Allah ada dan mendengar smua yang kita ucapkan. Kalau bohong, orang mungkin gatau, tapi Allah MahaTau.”

Bilal Ngangguk-ngangguk.

Pertanyaan sementara nggak berlanjut, karena dia sibuk memperhatikan globe dan bola-bola kertas tadi.

MasyaaAllah…

Kelak, Nak… Semoga kau jadi ulama besar yang menyampaikan firman Allah ke seluruh penjuru dunia.

Sampaikan dg cara yang jauh lebih cerdas, lebih baik, lebih menyeluruh, lebih detail dan lebih mengesankan. Agar semua orang tahu kebesaran Allah.

Salam hangat,
Pritha Khalida ๐Ÿ’
Ibu 3 anak yang setiap hari harus belajar guna menjawab beragam pertanyaan dari buah hatinya

Jawaban diringkas dari berbagai sumber buku dan video, dan Al Qur’an tentunya
Baca selengkapnya

Gus MIFTAH atau Si MIFTAH? Kepopuleran MIFTAH

SI MIFTAH

..                       

Awalnya saya salut dengan kegiatan dakwah yang dia lakukan. Respek dan hormat buat orang yang melakukan berbeda dengan orang lain dengan tujuan dakwah.                                                                                                                                                                                                                                        Berdakwah di tempat gudangnya dosa, menjemput bola kata dia. Walau peluang mendapatkan penerimaan itu hanya 0,1%, tetap di lakukan. Wajar dong kalau 2 jempol diacungin.                           

Seiring mencuatnya nama miftah dan jadi pemberitaan, mulailah ia memperlihatkan ciri khas oknum ulama sebelah yang hanya pandai menebar kebaikan, tapi lupa mempraktekkan kebaikan itu sendiri. Miftah yang di gandrungi, miftah yang memperoleh kepopuleran setelah menjadi guru Deddy Corbuzier, miftah yang jadi ustad sosmed saat ini menjadi alat ujaran kebencian yang menjadi tujuan dirinya di orbitkan.

Udah jamak di negara ini, ketika sudah mendapatkan nama maka apa saja yang ia katakan akan di jadikan panutan bagi orang yang mengikutinya.

Kekurangan Nu itu adalah di sisi ulamanya yang hanya jago kandang. Hanya berdakwah di wilayah jawa lalu merasa besar di indonesia. Gak heran, ceramah mereka banyak beredar dalam bahasa jawa dan ini menyulitkan umat mendengarkan kajian mereka karena tidak semua orang indonesia bisa berbahasa jawa. Nu butuh sosok yang bisa menjadi pionir melawan ustad-ustad kondang yang sudah dulu berdakwah di sosial media dan mendapatkan tempat di hati umat.             

Keberadaan Imam besar,  Ustad somad, Ustad felix Shiauw, ustad Adi Hidayat, ustad Bachtiar Nasir yang selalu ramai di hadiri umat pengajiannya cukup mengkhawatirkan bagi NU.  Mereka tidak ingin kyai dan ulama mereka terpinggirkan dalam euforia keberadaan ustad yang menjadi rujukan. Berbagai upaya NU agar kyai dan ulama mereka di libatkan dalam keramaian atau memberikan dakwah di tengah umat. Merapat ke pemerintah dan memberikan pandangan atas hal ini, bisa jadi itu awalnya kementrian agama merekomendasikan ustad2 dari NU yang jika kita liat daftar namanya banyak yang gak kita kenal.

Ada beberapa oknum di NU yang gencar melancarkan serangan ke kalangan muslim dengan tuduhan radikal dan intoleransi berdasarkan pemahaman sendiri. Mereka para oknum ini, selalu merasa benar dengan tindakannya.


Berbagai tuduhan mereka sematkan agar Ustad-ustad yang jadi rujukan umat terpinggirkan atau terhinakan. Tuduhan Radikal dan menyebarkan kebencian adalah cara mereka untuk menjatuhkan nama ustad-ustad tersebut. Penghadangan dan pelarangan sudah mereka lakukan dan dukungan media berita mempublikasikan bahwa pelarangan karena penyebaran kebencian terus mereka upayakan agar nama si ustad tidak lagi naik.

Sayang,...

Usaha yang mereka lakukan tidak pernah berhasil. Sebaliknya, dari usaha itu justru kecintaan umat pada ustad larangan mereka makin menjadi. Publik menilai, tuduhan radikal justru lebih cocok di sematkan pada mereka karena sudah terbukti melakukan penghadangan tanpa landasan hukum yang jelas. 

Keberadaan dan kepopuleran miftah benar-benar di manfaatkan oleh mereka. Miftah yang dulu gak pernah nyenggol pihak manapun, saat ini sudah seperti papan iklan yang siap memasarkan pesanan yang di hadapkan padanya. IPF pernah di singgungnya. Khilafah pun ia katakan sebagai konsep yang gagal. Sekarang, acara Hijrah fest yang selalu mendapatkan sambutan meriah di katakan olehnya sebagai ajang menjual sertifikat doank.  Tuduhan keji ia berikan agar apa yang ia tunjuk mendapatkan cibiran. Apakah ini akhlah ulama sebelah?

“Sama pelacur dan Pemabuk dia bisa berprasangka baik, namun sama saudara muslim yang membuat acara kebaikan justru berprasangka buruk”

Apa yang di katakan miftah adalah sebuah usaha. Usaha untuk memburukkan pihak lain agar umat bisa kembali menganggap organisasi mereka adalah organisasi yang melahirkan umat berkualitas. Ini sebenarnya hanya pertarungan meraih kesukaan umat atas eksistensi yang mereka lakukan di indonesia.

Secara Psikologis, NU itu sudah khawatir dan miris dengan banyaknya umat yang tidak berkiblat pada ajaran mereka. Bahkan, perkembangan ajaran salafy paling besar di basis daerah mereka, pulau jawa. Salafy adalah anti mainstream NU. Amalan yang di lakukan NU, selalu mendapatkan bantahan dari salafy hingga mereka berani katakan itu bid’ah. Perlahan namun pasti, terjadi pergeseran panutan di umat. Mereka yang dulunya NU, mulai meninggalkan kebiasaan yang di jalankan dalam hal amalan. Dan di pulau jawa sendiri, ajaran salafy cukup bagus perkembangannya. Kajian mereka selalu ramai dan di datangi umat.

Selain salafy, keberadaan ustad-ustad yang memenuhi pembicaraan ternyata bukanlah ustad mereka. Ustad somad itu Nu katanya, pernah menduduki jabatan di NU Riau. Namun ustad somad dalam memberikan pengajian, dirinya tegas mengatakan SALAH adalah SALAH dan BENAR adalah BENAR. Ketegasan ustad Somad ini mendapatkan perlawanan dari oknum NU dan mengatakan ia Radikal dengan ceramahnya.  Saat kasus salib, banyak tokoh Nu justru menyalahkan dirinya dan ada juga yang menghujatnya.

Felix shiauw pun demikian. Seorang mualaf yang menjadi Ustad, menggelitik syaraf oknum NU. Apalagi dengan pembawaannya yang keukuh dalam memberikan pandangan khilafah, membuat tuduhan pada FS semakin liar. Menjadi bagian dari HTI dan wajib di hadang. Tuduhan pada Fs bukan itu saja, menganggap dia hanya mualaf dan tidak pernah makan bangku pesantren  juga menja              di bahan bagi mereka. Bagi mereka, seorang ustad itu harus ada sejarah pesantren mana yang menjadi tempat bergurunya. Tapi, kalau ngikuti pola pikir mereka ya salah juga.  Karena kita bisa kasih bukti banyak bahwa gak semua lulusan pesantren itu berakhlak mulia.

Kasus suap di kemenag contohnya. Anak kyai, tapi gak mempunyai akhlak yang sama dengan bapaknya.

Hijrah Fest

Hijrah fest ini memang fenomena, di penampilan perdananya bisa meraih animo masyarakat yang datang. Membludak dan sangat antusias. Ada cerita haru dari orang-orang yang mencoba hijrah, dan ada semangat bagi yang mendengarkan hal itu sebagai motivasi baginya untuk berbuat kebaikan dan kebenaran. Rata-rata yang datang ke acara Hijrah fest adalah anak muda milenial. Dan ini menggembirakan jika anak muda sangat antusias, karena dengan godaan yang mereka dapatkan sebenarnya mereka adalah calon potensial yang bisa rusak imannya.

Kehadiran Hijrah fest dengan berbagai artis yang terlibat di dalamnya harus di apresiasi sebagai bentuk kebangkitan iman umat.

Tapi, ada yang gak senang dengan acara ini. Ketidak senangan mereka bisa jadi karena tidak ada undangan pada diri mereka sebagai  yang mengaku organisasi terbesar  di Indonesia. Antusias umat ini mereka anggap salah karena ketiadaan mereka di dalam, karena gak ada maka mereka bisa menuduh apapun atas acara tersebut. Ini yang saya sebut adalah Iri dan Dengki. Ketidak mampuan mereka membuat acara serupa membuat mereka menjadi kalap dan bermain tuduhan jahat.

Masalah harga tiket kok bisa jadi tuduhan menjual sertifikat. Ya wajar kalau harga tiket di tetapkan, karena dari harga tiket itu banyak yang di dapat oleh pengunjungnya. Ada donasi juga di dalamnya, berbagai macam event bisa di datangi dan moment itu hanya terjadi di acara hijrah fest. Ada 40 puluhan ulama datang dan siap memberikan siaraman rohani. Ulama yang kerap mereka liat di TV, saat ini hadir di hadapan mereka. Saya pikir suatu kebangaan apabila kita bisa bertatap muka secara langsung dengan ulama yang jadi rujukan.

➡ Yang pasti uang tiket Hijrah fest bukan untuk membeli bibit jagung atau untuk uang welas asih pesugihan ilmu kebal dengan ayat-ayat alquran yang di tuliskan pada sekujur badan. Atau untuk membayar biduan dangdut, karena di Hijrah fest gak akan ada di temui dangdut koplo ala nganu.

Uang tiket itu sebagai ganti biaya yang sudah di keluarkan oleh panitia dalam menyewa gedung, dalam menyiapkan akomodasi para ulama yang di undang, juga ada donasi bagi korban bencana. Semuanya berbau positif. Jika ada yang negatif, berarti pikiran orang yang menganggap itu yang berbau.

Seharusnya gak perlu di komentari miring. Cukup buat acara serupa dan buktikan mampu mengemas acara demikian dan bertujuan baik bagi anak muda kita. Syukur-syukur acaranya juga mendapatkan sambutan baik atas keinginan hijrah umat.  Kalau hanya menuding dan berteriak fitnah, yakinlah

"Anjing pun sangat pandai menggonggong-i orang, yang baunya gak sama dengan tubuhnya."

Refly Harun berkata:

“lawan Tulisan dengan Tulisan. Dan biarkan Publik yang menilai sejauh apa tulisan itu bisa di jadikan kebenaran”

Silahkan lawan aksi dengan aksi, dan biarkan publik yang menilai aksi mu yang lebih baik atau aksi lawan mu yang memang memukau.  Jangan karena merasa gak senang, lalu melemparkan tuduhan sepihak yang gak bisa di pertanggung jawabkan.

Ulama mu gak laku? Maka cobalah mengubah sikap benci di badan sebelum melemparkan kebaikan pada orang lain. Cobalah berceramah dengan bahasa nasional, katanya kita NKRI. Bahasa nasional akan membuat umat bisa mengartikan apa yang di ceramahkan.

Organisasi mu di pandang miring saat ini? Bercerminlah, sebelum menyalahkan orang lain baiknya periksa orang dalam sendiri. Siapa tau ada penumpang gelap di sana dan dirinyalah yang membuat organisasi mu menjadi sasaran tembak umat

Acara mu hanya di ramaikan santritri pesantren tanpa ada kunjungan dari non pesantren? Maka berbaurlah dengan semua, bersosial tanpa harus menebarkan kebencian pada pihak lain. Jika ingin mengangkat nama, jangan sampai memijak kepala orang lain.

Kyaimu gak pernah ceramah di luar pulau jawa...?

Ya kamu harus tau, bahwa umat muslim ini tersebar di seluruh indonesia. Dan Indonesia itu bukan hanya pulau jawa. Pakaian nasional mereka bukan hanya kain kebaya. Berbaurlah dan pahami karakter daerah lain agar bisa di terima dan siapa tau di undang buat ceramah juga seperti ustad-ustad yang saat ini tetap eksis menjalani kegiatan dakwah.

Saya heran, Dalam kajiannya imam besar, ustad somad, Felix Siauw, Adi Hidayat, Bachtiar Nasir tidak pernah menjelekkan NU dan ulamanya. Acara hijrah Fest pun demikian, tidak ada menyinggung NU di dalamnya. Tapi mengapa selalu saja ada oknum-oknum seperti Miftah melakukan tudingan miring pada saudara seimannya sendiri.

Jika selama ini tidak ada kritik dari dalam, izinkan saya orang luar menuliskan tentang apa yang saya pikirkan.

Perbedaan itu katanya di sikapi dengan kegembiraan, lalu kenapa berbeda dengan saudara seiman justru menganggap itu lawan? Mengapa harus melemparkan tuduhan? Jika tabayun menjadi dasar berkomentar, dimanakah adab itu ketika berbicara liar?

Jangan di jawab, tapi MIKIR...!

Belum End.
Baca selengkapnya

KECELAKAAN FATAL DI TOILET DUDUK

KECELAKAAN FATAL DI TOILET DUDUK

Banyak orang, ketika harus menggunakan toilet umum, terpaksa naik dan jongkok di atas toilet duduk , untuk menghindari kontak langsung dengan bagian yang kotor. Namun, tindakan ini akan membuat orang tersebut berada pada posisi yang sangat berbahaya gan.

Berjongkok pada saat menggunakan WC duduk SANGAT DILARANG karena bahannya terbuat dari keramik / porselen, tidak dapat mendukung berat seluruh badan pada satu titik. Jika WC duduk tidak mampu menahan berat badan agan dalam posisi jongkok, WC duduk tersebut dapat saja terbelah dan menghasilkan pecahan yang tajam yang dapat melukai bagian tubuh jika jatuh di atasnya. Jika takut kotor, Bersihkan pinggiran WC, kemudian tutupi dengan kertas atau tissue/roll paper.


Selain bahaya yang mengerikan seperti halnya WC duduk yang terbelah dan dapat menyebabkan luka parah karena terkena pecahan toilet yang tajam, ada potensi bahaya-bahaya lainnya yang 'menghantui' agan:

- Kepleset tipe 1. Bisa bikin organ vital (alat kelamin) terbentur permukaaan WC duduk.
- Kepleset tipe 2. Bisa bikin salah satu kaki nyebur ke dalam lubang WC duduk.
- Kepleset tipe 3. Bisa bikin agan jatuh ke sebelah kanan atau ke kiri WC duduk.
- Kepleset tipe 4. Bisa bikin agan jatuh tersungkur ke arah depan dan nabrak pintu

PENCEGAHAN KECELAKAAN
a. Jangan pernah agan dan aganwati jongkok di toilet duduk.
b. Sediakan tissue/roll paper di lavatory untuk WC duduk di area publik.
c. Pasang petunjuk bagaimana menggunakan WC duduk yang benar.
d. Pasang poster peringatan akan bahaya yang dapat terjadi.
e. Jika perlu, bawalah tissue kemasan travel pack untuk alas duduk.
Baca selengkapnya

ketika dr. Gamal bersanding dengan Sherly, Netizen Gagap!

LAMBE-LAMBE JAHAT NETIZEN : JANGAN SUKA MENDOAKAN SUAMI ORANG BERJODOH DENGAN PEREMPUAN LAIN.

By Fissilmi Hamida

Siapa yang tak kenal dr. Gamal Albinsaid? Dokter berprestasi dengan berbagai penghargaan internasional.

Siapa yang tak kenal Sherly Annavita?
Gadis cantik ini tengah melejit namanya paska penampilannya di ILC yang lantang mengatakan bahwa RI 1 tengah mengonfirmasi kegagalannya sendiri.

๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™

Hari ini, dr. Gamal mengunggah foto bersama Sherly, duduk berjauhan, dengan caption :

-------------------------------------
Saat Indonesia mengalami kekosongan sosok pemudi yang mampu melahirkan narasi-narasi kebangsaan yang kritis dan berani, @sherlyannavita hadir mengisi kekosongan itu dengan gagasan-gagsan kebangsaan beliau yang visioner.

Bagi saya, kepintaran, keberanian, dan keanggunannya adalah kombinasi yang menakjubkan. Saya yakin, lewat dirinya kelak akan lahir karya besar nan mengagumkan.


Let me call her my ideological sister. Can't wait to collaborate with you, my ideological sister.

-------------------------------------

Tahu komentar netizen apa? Alih-alih fokus ke kolaborasi gagasan-gagasan kebangsaan yang visioner ini, mereka justru sibuk komentar mendoakan agar dr. Gamal berjodoh dengan Sherly. Bahkan, Ustad Felix Shiaw pun turut berkomentar :

"Mungkin nggak seumuran, tapi bisa jadi seumur hidup. #ehhh"

Astaghfirullah ....
Astaghfirullah ....
Astaghfirullah ....

Sebagai sesama perempuan, aku yang bukan siapa-siapanya dr. Gamal saja nyesek banget ketika membaca komentar ngawur netizen ini.

Mendoakan suami orang agar berjodoh dengan perempuan lain? Ya Rabb ... kejam sekali lidah netizen ini.

๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™

Ketika diingatkan jika dr. Gamal sudah beristri, ada sedikit yang langsung meralat komentarnya, lalu minta maaf atas ketidaktahuan mereka. Aku hargai mereka yang berbesar hati menyadari kesalahan mereka dan meminta maaf atas komentar mereka.

Tapi, tak sedikit juga yang tetap ngeyel dengan dalih semisal, "dalam Islam kan dr. Gamal masih punya 3 kesempatan lagi." Tetap kekeuh mendoakan dr. Gamal berjodoh dengan Sherly.

Bahkan ada akun i_bat*kso*o (milik seorang perempuan) yang terang-terangan komentar :

"Tanya aja sama istrinya keberatan apa nggak."

Akun ini salah satu yang kekeuh tentang poligami bahkan ketika sudah tahu jika dr. Gamal sudah beristri.

Innalillah ....
Apa mereka tidak memikirkan perasaan istri sah dr. Gamal?
Benar dalam Islam, poligami diperbolehkan. Tapi ingat, ada aturan. Tak bisa asal-asalan.

Memangnya dr. Gamal mau poligami?
Memangnya Sherly mau jadi istri kedua?
Lagian siapa kalian ngompor-ngomporin suami orang buat poligami?
Sherly juga pasti risih karena IG-nya dipenuhi komentar netizen yang mendoakan dia berjodoh sama suami orang.

Come on, netizen.
Use your brain and your empathy.

๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™

Saking kesalnya, aku juga sampai membuat story bahkan sampai memention akun instagram istri dr. Gamal untuk memberitahu, ini loh istri dr. Gamal.

Surprisngly, istri dr. Gamal mengirimkan DM padaku :

"Halo say, Assalamualaikum.
Makasih ya buat perhatiannya."

Kujawab :

"Mbak, Maaf (emot nangis).
Aku yang nyesek. Mewek (emot nangis).
Ah, sampai lupa jawab salam. Waalaikumsalam."

Beliau membalas lagi.

"Wkwkwk harus strong. Mungkin banyak yang yang nggak tahu."

Lalu kubalas lagi :

"He is yours and InsyaaAllah will always be yours."

Kalimat 'HARUS STRONG' mengindikasikan jika beliau juga sebetulnya nyesek dengan komentar jahat netizen ini.

Istri mana sih yang nggak nyesek ketika banyak orang mendoakan suaminya berjodoh dengan perempuan lain?
Karena nyesek ya nyesek aja. Nggak ada hubungannya dengan "risiko punya suami terkenal."
Status dr. Gamal yang terkenal tak lantas menjadikan komentar-komentar ngawur netizen ini jadi benar.

Sebagaimana komentar banyak perempuan gatal di instagram artis Andrew White, misalnya (buktikan sendiri. Akan ada banyak komentar menjijikkan di sana yang ditulis oleh para perempuan). Tak lantas itu jadi benar hanya karena Andrew terkenal. Bagaimana pun, dia adalah suami orang.

๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™

Benar. Mungkin banyak yang tak tahu jika dr. Gamal sudah beristri.
Tapi, hello ... lupakah netizen jika ada kemudahan akses informasi?
Kenapa masih membudayakan komentar dahulu, mencari tahu kemudian?
Bukannya mencari tahu dulu, baru komentar kemudian?

Jangan setiap ada orang tampak serasi, lalu didoakan semoga jadi suami istri.

Ironis karena bahkan ketika kemudian sudah tahu jika dr. Gamal sudah beristri, netizen nggak berhati ini banyak yang tetap kekeuh menjodoh-jodohkan dr. Gamal dengan Sherly.

Dan, ada yang tak tahu diri. Alih-alih minta maaf karena sudah berkomentar begitu, malah mencari kambing hitam, "Bukan salah kita, dong. Salah sendiri dr. Gamal nggak pernah posting foto bareng istrinya."

Duh!

๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™

Dear netizen +62.
Tahukah kalian jika Indonesia termasuk rendah dalam literasi?
Jangan kalian tambahi dengan kelakuan memalukan seperti ini.
Budayakan mencari tahu dulu, komentar kemudian.
Bukan komentar dahulu, mencari tahu kemudian.
Padahal ada hati yang tersakiti dengan yang telah kau tuliskan.

๐Ÿ’™๐Ÿ’™๐Ÿ’™

Di balik kehebatan, reputasi, dan prestasi dr. Gamal, ada sosok istri yang selalu mendukungnya.

Teruntuk Mbak Rania, istri sah dr. Gamal. Izinkan aku dan para perempuan lain yang berempati padamu 'memelukmu.'

He is yours and InsyaaAllah will always be yours ❤
Baca selengkapnya
loading...