Showing posts with label Mengapa. Show all posts
Showing posts with label Mengapa. Show all posts

Monday, 24 July 2017

MasyaAllah!!! Jenazah Mujahid Palestina Gunakan Kain Kafan Merah Putih!!!

[laskarsyahadat] Kain Kafan Merah Putih,  Mujahid Palestina Memanggil Indonesia!

Mujahid Palestina korban Kebiadaban Yahudi memanggil Indonesia. Hal tersebut tersiirat dari kain kapan yang digunakan.  Dengan keadaan terbaring,  jenazah Mujahid yang sedang diaholatkan menggunakan kain Kafan merah putih.


Baca selengkapnya

ALLAHU AKBAR! REMAJA PALESTINA KORBAN ISRAEL INI MENUNJUK KE LANGIT SAMBIL BILANG "AKU LIHAT SURGA"


[laskarsyahadat] ALLAHU AKBAR! REMAJA PALESTINA KORBAN ISRAEL INI MENUNJUK KE LANGIT SAMBIL BILANG "AKU LIHAT SURGA"

Foto yang jadi headline di beberapa media di Timur Tengah ini membuat merinding. Hasyim (17) remaja yatim piatu yang jadi korban kebrutalan Israel ini menunjuk ke langit saat jelang ajalnya. Sambil tersenyum ia berkata, "Wahai saudaraku, aku melihat surga."

Ahmad (38) warga Palestina yang ikut mengevakuasi remaja tersebut bercerita bahwa remaja tersebut akhirnya meninggal dunia.


"Saat kami evakuasi, kulihat tangan anak itu menunjuk ke langit sambil berbicara pelan dan memberitahu kami, kalau dia melihat surga," ujar Ahmad sambil menyeka airmatanya.
"Banyak yang iri pada perjuangannya. Ini adalah janji Allah untuk para syuhada," sambung Ahmad dan disambut teriakan "Allahu Akbar" warga Palestina yang masih menciumi jasad remaja pemberani itu.
Baca selengkapnya

Tak Mampu Menjamin Warga yang Miskin, Jokowi Libatkan Siswa untuk Memberi Makan ORANG miskin!

[laskarsyahadat] Tak Mampu Menjamin Warga yang Miskin,  Jokowi Libatkan Siswa untuk Memberi Makan ORANG miskin!

 Presiden Joko Widodo menyampaikan usulan agar kurikulum juga memasukkan kegiatan sosial sebagai pekerjaan rumah (PR) bagi pelajar di sekolah. "Bisa saja mereka diberikan PR misalnya menengok tetangganya yang sakit. PR-nya itu menengok tetangganya yang sakit, atau menengok kawannya yang sakit," kata Jokowi dalam sambutannya saat menghadiri pembukaan Rapat Koordinasi Pimpinan Nasional PGRI di Hotel Sahid Jaya Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (22/7).

Selain itu, Presiden juga mengusulkan contoh PR lain seperti memberi makan warga miskin dan mengikuti kerja bakti di daerah masing-masing. Hal itu diharapkan Presiden dapat menumbuhkan sikap tenggang rasa dan memupuk kerukunan di masyarakat.


Presiden mengaku sudah menyampaikan hal itu kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy agar pembelajaran tidak hanya dilakukan di dalam ruang kelas atau lingkungan sekolah. "Inilah pembangunan karakter yang lama kita lupakan. Oleh sebab itu, sekali lagi, marilah kita isi anak-anak kita dengan jiwa-jiwa yang baik, jiwa-jiwa yang mulia karena guru adalah tokoh panutan, guru adalah yang memberi inspirasi, guru adalah yang memberi teladan," tambah Kepala Negara.

Mantan gubernur DKI Jakarta itu menegaskan pendidikan dasar nilai-nilai kebangsaan perlu ditanamkan kepada siswa-siswi Indonesia antara lain yang berkaitan dengan etos kerja, kejujuran, kedisiplinan, integritas, kerja keras, hingga pantang menyerah. Jokowi telah melakukan kunjungan kerja di Yogyakarta sejak Jumat petang (21/7) hingga Sabtu sore.
Dia menghadiri Kongres Pancasila Ke-9 di Balairung UGM, membuka Rapat Koordinasi Pimpinan Nasional PGRI, serta memberikan kuliah umum di Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta sekaligus meletakkan batu pertama peresmian pembangunan Museum Muhammadiyah.

Pada Sabtu petang, Presiden beserta Ibu Negara Iriana Joko Widodo melanjutkan kunjungan kerja ke Kota Semarang untuk menghadiri halal bihalal Kebangsaan di YPI Nasima. Usai acara tersebut, Jokowi dan rombongan melanjutkan kunjungan kerja ke Pekanbaru, Riau menumpang pesawat kepresidenan Indonesia Satu untuk menghadiri Peringatan Hari Anak Nasional 2017 pada Ahad (23/7).
Red: Karta Raharja Ucu
Source: Antara
Baca selengkapnya

Kapolri Jendral Tito Karnavian Pembohong Besar dan Tukang Fitnah!!!

[laskarsyahadat] Komisaris Utama PT Tiga Pilar Sejahterah (TPS) Anton Apriyantono membantah tuduhan jika pihaknya memalsukan mutu beras dari jenis medium menjadi beras premium. Anton menegaskan tuduhan tersebut adalah fitnah bagi perusahaannya.


Anton menjelaskan bahwa beras IR 64 yang disebut-sebut kepolisian sebagai bahan baku yang digunakan sebagai beras produksinya juga keliru. Di lapangan lanjutnya beras varietas IR 64 sudah tidak banyak ditemukan karena berganti denganvarietasbaru yakni Inpari dan Ciherang.
"Selain itu tidak ada yang namanya beras IR 64 yang disubsidi, ini sebuah kebohongan publik yang luar biasa. Yang ada adalah beras raskin, subsidi bukan pada berasnya tapi pada pembeliannya, beras raskin tidak dijual bebas, hanya untuk konsumen kurang mampu," jelasnya melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Ahad (23/7).

Selain mengenai tuduhan bahwa perusahaan telah merugikan negara ratusan triliun, Anton juga membantahnya. Menurut dia omzet yang dimiliki PT TPS hanya empat triliun rupiah per tahun.

"Kalau dibilang negara dirugikan, dirugikan dimananya? Apalagi sampai bilang ratusan triliun, lha wong omzet beras TPS saja hanya 4 T per tahun, lagi-lagi Kapolri melakukan kebohongan publik. Apa enggak takut azab akhirat ya?," katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satgas Pangan menggerebek gudang beras di Bekasi yang diduga telah membohongi konsumen berbuntut panjang. PT Indo Beras Unggul (PT IBU) yang diduga telah memalsukan mutu beras medium menjadi bebas premium membuatnya harus berurusan dengan kepolisian.

Untuk diketahui pasca penggrebekan pada Kamis (20/7) sore itu telah diamankan 16 orang karyawan dan pengurus PT IBU. Hingga saat ini Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Porli masih belum menetapkan siapa tersangka dalam kasus tersebut.
Baca selengkapnya

Sunday, 23 July 2017

MasyaAllah Penduduk Gaza Berkata "Kami Sholat 6kali Sehari" Subuh, Zuhur, Ashar, Magrib, Isya dan Jenazah!

[laskarsyahadat]  Penduduk Gaza Berkata "Kami Sholat 6kali Sehari"!

Semoga Allah Azza wa Jalla senantiasa menjaga dan menolong saudara-saudaramuslim kita di seluruh dunia, khususnya saudara-saudara Muslim kita di Palestina yang sedang di dzolimi oleh zionis Israel Laa'natullah alaih.. Aamiin.


Baca selengkapnya

Polisi lebih Percaya Pembacok Mabok, Itu Polis Pemabuk Juga?

[laskarsyahadat] kasus Pembacokan Ahli IT,  Polisi lebih Percaya Pembacok yang Mabok,  Polisi mabok juga?

Pernyataan langsung dari Ustad Tengah Zulkarnain melalui akun twitternya. secara tidak langsung menyindir institusi
"Ada orang2 sedang Mabuk,  Terus Membacok Orang,  Bisa Ingat Detail Semua Kejadian Pembacokan,  Terus Di Percaya semua ceritanya.  MASUK BERAKAL! "


Baca selengkapnya

Saturday, 22 July 2017

Pulang dari Ziarah Makam Kamal Ataturk, Jokowi Berangus Ormas Islam!

[laskarsyahadat]

عن ابْنِ عُمَرَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ - رواه أبو داود

Rosulullah bersabda :

"Barang siapa menyerupai suatu kaum, maka mereka itu dari bagian kaum itu"

Yah, siapa yg tidak kenal Mustafa Kamal Pasha atau dg panggilan tenarnya KAMAL ATTATURK (Si Kamal bapak demokrasi Turki), yg pernah berkolaborasi dg asing tanpa aseng memberangus PERADABAN ISLAM menjadi PERADABAN SEPILIS (Sekularis Pluralis dan Liberalis ). Ia berpura-pura sebagai orang Islam, padahal ia adalah seorang Yahudi suku Dunama.


Dg persekongkolan asing dari peletakan batu PERADABAN sampah pertama ini dimulai disini. Di TURKI.

Penjajahpun diseluruh dunia (MOSLEM WORLD) menyadari bahwa penjajahan fisik sudah tidak relevan lagi, karena Islam telah runtuh. Di era itulah para penjajajah di negeri-negeri muslim pulang kenegerinya masing-masing secara estafet dan berproses hingga mereka yakin bahwa penggantinya adalah orang-orang yang mereka didik, orang-orang yang mereka kader dengan pilar-pilar serta hukum buatan penjajah. Sehingga dapat bekerja dengan penjajah yang telah berobah modusnya menjadi penjajahan politik. Inilah penjajajah yang eksis dan relevan saat ini.

Penjajahpun cukup puas dengan kejadian ini, sebagaimana Allah swt menggambarkan kepuasan mereka ini jika muslim mengikuti langkah-langkah mereka. Surat 2- 120. Hingga ahirnya kitapun dengar dari para pecundang SEPILIS sebuah jargon HARGA MATI.

Disinilah negara bangsa menjadi harga mati. Nasionalisme menjadi harga mati. Demokrasi dengan versi kultur penduduknyapun menjadi harga mati. Di Indonesia yang rakyatnya mayoritas Muslim, Demokrasi yang berbalut PANCASILA pun HARGA MATI.

#Nursyamsi syabab HTI (Hizbut Tahrir International )
Baca selengkapnya

PKI 1953 Sebut Islam Agama Arab, Sama Seperti Ucapan Megawati dan Kroninya!

[laskarsyahadat] Kehebohan publik belum berhenti atas pidato Megawati yang menyebut “Kalau mau jadi orang Islam, jangan jadi orang Arab.”


Akun media sosial LASKAR CYBER mengunggah fakta sejarah Surat Ancaman PKI di tahun 1953 kepada tokoh-tokoh Islam dan para ulama, salah satunya kepada Kyai Haji DJAHARI.

Dalam surat ancaman PKI ini mirip propaganda di masa kini. Tinggalkan agama Arab, kembali ke ajaran leluhur nusantara.

Berikut isinya:

Tertanggal 25 Djuli 1953

Kepada

H. DJAHARI

Di

Tjibeureum

Bebas!

Dengan ini kami peringatkan kepada kamu, jang mempunjai kedudukan sebagai; Agen Agama ‘Arab, penjebar agama D.I, kawan/pembantu D.I, sebagaimana telah kami peringatkan pada rapat umum PKI di Lapang Oleh Raga Tjibeureum, SUPAJA SETERIMANJA PERINGATAN INI, SUPAJA TOBAT, SUPAJA MENGHENTIKAN SEMUA GERAKNJA, SUPAJA KEMBALI KEPADA AGAMA KARUHUN KITA SILIWANGI. Tentang Tuhan Allah jang kamu takuti tentang Muhammad penipu jang kamu pudja, biarkan kami jang menumpas/melawannja.

Kami menunggu bukti tobat kamu; AWAS AWAS, sekali lagi AWAS, Ingatlah pembalasan dari kami kaum PROLETAR.

Dari kami

RAKJAT PROLETAR TJIBEUREUM
Baca selengkapnya
loading...