Showing posts with label Pendidikan Islam. Show all posts
Showing posts with label Pendidikan Islam. Show all posts

Saturday, 22 July 2017

PKI 1953 Sebut Islam Agama Arab, Sama Seperti Ucapan Megawati dan Kroninya!

[laskarsyahadat] Kehebohan publik belum berhenti atas pidato Megawati yang menyebut “Kalau mau jadi orang Islam, jangan jadi orang Arab.”


Akun media sosial LASKAR CYBER mengunggah fakta sejarah Surat Ancaman PKI di tahun 1953 kepada tokoh-tokoh Islam dan para ulama, salah satunya kepada Kyai Haji DJAHARI.

Dalam surat ancaman PKI ini mirip propaganda di masa kini. Tinggalkan agama Arab, kembali ke ajaran leluhur nusantara.

Berikut isinya:

Tertanggal 25 Djuli 1953

Kepada

H. DJAHARI

Di

Tjibeureum

Bebas!

Dengan ini kami peringatkan kepada kamu, jang mempunjai kedudukan sebagai; Agen Agama ‘Arab, penjebar agama D.I, kawan/pembantu D.I, sebagaimana telah kami peringatkan pada rapat umum PKI di Lapang Oleh Raga Tjibeureum, SUPAJA SETERIMANJA PERINGATAN INI, SUPAJA TOBAT, SUPAJA MENGHENTIKAN SEMUA GERAKNJA, SUPAJA KEMBALI KEPADA AGAMA KARUHUN KITA SILIWANGI. Tentang Tuhan Allah jang kamu takuti tentang Muhammad penipu jang kamu pudja, biarkan kami jang menumpas/melawannja.

Kami menunggu bukti tobat kamu; AWAS AWAS, sekali lagi AWAS, Ingatlah pembalasan dari kami kaum PROLETAR.

Dari kami

RAKJAT PROLETAR TJIBEUREUM
Baca selengkapnya

Saturday, 10 June 2017

Siasat Popularitas! Ridwan Kamil opinikan Pilih Mundur di Pilgub Jabar!!! Mengejutkan : Rakyat Jabar tidak akan pilih Ridwan Kamil!

[Laskarsyahadat] Ridwan Kamil Mulai Pikirkan Mundur di Pilgub Jabar?
Opini Bangsa - Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil mengaku kesiapannya maju sebagai calon gubernur di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018, masih diterpa ketidakpastian.

Meski saat ini, mendapat dukungan Partai Nasional Demokrat.
Untuk menekan ketidakpastiannya itu, safari politik ke daerah-daerah menjadi aktivitas akhir pekan dia. Pria yang akrab disapa Kang Emil ini ,juga menjalin komunikasi dengan partai lain, mengingat NasDem saat ini hanya memiliki lima kursi di DPRD Jawa Barat.


"Karena, mau maju jadi calon juga belum pasti. Karena, baru lima kursi dari 20, jadi masih ikhtiar," ujar Kang Emil di Bandung Jawa Barat, Jumat 9 Juni 2017.

Mengingat potensi ketidakpastian tersebut, mundur dari kontes politik di Pilgub Jabar akan menjadi pilihannya. Termasuk jika peluang politiknya tidak bernasib baik, saat terjun ke Pemilihan Wali Kota Bandung 2018.

"Jadi, jangan kaget kalau saya enggak jadi maju. Enggak (ikut Pilwalkot lagi), saya mau pensiun saja. Jadi, arsitek saja," terangnya.

Kang Emil menuturkan, safari politik ke daerah-daerah di Jawa Barat tergolong sulit. Dengan situasi tersebut, silaturahmi dengan tokoh-tokoh Jawa Barat, menjadi solusi alternatif untuk menghubungkan dengan masyarakat.

"Saya hanya menjalin dengan tokoh-tokoh, supaya menjadi penyambung opini kepada masyarakat. Jadi, saya enggak ngumpul-ngumpul masyarakat dalam skala besar, atau acara-acara, belum ada waktunya," katanya. [opinibangsa.id / vnc]
Baca selengkapnya

Musim Stroke Menyerang! Staf Ahli BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) penasihat DENSUS 88 KENA STROKE!

[Laskarsyahadat] USTADZ ABDURRAHMAN AYYUB KENA STROKE DAN KOMA

Lagi musim sakit stroke dimana mana...
Staff Ahli BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) yaitu Ustad Abdurrahman Ayyub yang juga menjadi penasihat DENSUS 88 Kena stroke, info terakhir beliau koma..


Lihat infonya di https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=386490045081558&id=100011616975081



Semoga Allah angkat penyakitnya dan semoga Allah memberikan hidayah, Aamiin.

Sekian berita dari saya.
Oleh : Permadi Akhmad
Baca selengkapnya

Friday, 9 June 2017

Jokowi mau melakukan ritual Ibadah! Bersenjata Lengkap, Pasukan Bani keset, Susuri halaman sampai Injak-injak Sajadah Masjid Agung

[Laskarsyahadat] inillah kelakuan 'tim geblek'  ketika menginjak - Infak Masjid Agung!

Presiden Jokowi yang dimuliakan oleh bangsa kaum sipit dan para pengembang Tiongkok berencana mengunjungi Masjid Agung untuk sebuah ritual ibadah wajib.  Umat Islam menyebutnya 'Jumatan'.


Ada yang menghebohkan masyarakat sekitar, pihak Istana melakukan inspeksi mendadak dengan mengerahkan pasukan bersenjata lengkap.  Menyisir seluruh halaman.  Layaknya mau 'perang',  kayak ngeliat Masjid Al Aqsha yang selalu di jaga oleh pasukan bersenjata Israel.

Perbuatan keji dilakukan oleh tim pasukan bersenjata 'geblek' tak tau adab.  Dikira rumah 'kambing atau sapi'  pasukan geblek bersenjata lengkap memasuki Masjid Agung dengan senjata lengkap,  bahkan sepatu bebas berkeliaran menginjak Injak sajadah u tuk sujud umat Islam.

Selain itu,  Pintu masuk khusus jamaah dibuat detektor, setiap jamaah diperiksa bahkan digelar seperti akan masuk bandara..

Perbuatan yang dilakukan pasukan 'geblek'  telah nyata menghina rumah AllahTa’ala. Semoga AllahTa’ala melaknati pelaku penista rumah AllahTa’ala dan yang memerintahkan untuk melakukan tindakan konyol pihak Istana.

Lucunya,  Jokowi mau Jumatan apa mau cari sensasi dengan kemeja putih dan celana jin!
Baca selengkapnya

Tuesday, 6 June 2017

Merembet!! Keluarga Sukardiman Loyalis Jokowi Shock!

[Laskarsyahadat]  Keluarga Loyalis minta Doa malah Dapat Laknat!  Akibat melecehkan Ulama  keluarganya turut merasakan cacian Umat.

Umat Islam sudah mulai bersatu.  Tanda lahir zaman bahwa manusia akan terbagi dalam tiga golongan sudah mulai tampak.  Orang yang beriman dan cinta kepada keimanan,  kedua orang yang islam cinta kekafiran dn ketiga orang kafir yang memerangi orang orang beriman.

Semenjak kasus Ahok mencuat,  ummat Islam Indonesia semakin waspada terhadap kaum munafik,  arena lebih berbahaya dan menjadi musuh dalam selimut. Apa hubungannya dengan kasus loyalis Jokowi yang hendak memenjarakan Pimpinan Ponpes Gontor.

Ilustrasi 

Anak Koordinator Loyalis Jokowi, Sukardiman Sungkono bernama Kuniawan Gema Soekarno melayangkan protes atas berita berjudul “Ancam Polisikan KH Hasan Abdullah Sahal Gontor, Loyalis Jokowi Stroke”.

Berikut ini surat protes yang dikirimkan ke redaksi suaranasional.

Saya atas nama anak dari Bapak Sukardiman Sungkono kecewa atas pemberitaan berjudul “Ancam Polisikan KH Hasan Abdullah Sahal Gontor, Loyalis Jokowi Stroke”.

Judul itu telah membuat shock keluarga khususnya ibu saya dan seolah-olah stroke yang menimpa ayah saya terkait aktivitas politik dan sosial selama ini.
Pihak redaksi suaranasional telah mengubah permintaan dari keluarga Bapak Sukardiman Sungkono untuk memberitakan agar publik mendoakan kesembuhan penyakit yang menderita ayah saya.

Pemberitaan penghakiman di suaranasional terhadap ayah saya telah merusak hidup keluarga besar Bapak Sukardiman Sungkono.

Memang, ada permintaan yang disepakati pihak redaksi suaranasional atas foto ayah saya yang sedang menjalani perawatan di ICU tidak dipublikasikan tetapi ada sedikit penyimpangan dari isi dan judul beritanya.
Terakhir, kami dari pihak keluarga Sukardiman Sungkuno meminta doa untuk kesembuhan agar dapat menjalani aktivitas seperti biasanya.
Tertanda,

Kurniawan Gema Soekarno
(Putra dari Sukardiman Sungkono).
Baca selengkapnya

Wednesday, 10 May 2017

Tidak Terima Putusan Hakim, Ridwan Kamil :"Seharusnya Ahok bebas"

[Laskarsyahadat] Ridwan Kami pun Sedih atas Vonis 2tahun PENJARA Ahok, Kang Emil Waras???

Ridwan Kamil yang dijagokan oleh Partai Nasdem pendukung Kafir Ahok,  mulai angkat bicara terkait status hukum pe jarang Kafir Ahok. Alih bertempat dan bersimpati,  Ridwan Kamil malah semakin dijauhi oleh rakyat Jabar utamanya.

Sebelum didukung oleh Nasdem untuk jadi calon Gubernur Jawa Barat,  Ridwan Kamil sangat dicintai oleh Umat Muslim Jabar. Namun,  setelah diketahui Ridwan Kamil DI dukung Partai Nasdem,  RAKYAT Jabar secara tegas MENOLAK Ridwan Kamil naik jadi Gubernur.

Mengetahui umat Islam menjauhi Ridwan Kamil,  semakin hari status Rk semakin ga jelas dan ngelabui tidak sesuai dengan harapan umat. Tuduhan keji pun melontarkan hangat terkait kasus Ahok.


Baca selengkapnya

Friday, 21 April 2017

Marah dan Tegas! Wapres JK sebut Media Asing Tidak Adil terkait Kemenangan Anies-Sandi!

[Laskarsyahadat] Beberapa media asing, terutama yang berbasis diAmerika Serikat menyebut kemenangan Anies-Sandi di Pilkada DKI Jakarta merupakan kemenangan dari Kelompok Islam garis keras.

Wakil Presiden, Jusuf Kalla menegaskan, hal itu sama sekali tidak benar dan pemberitaan tidak adil kepada pasangan itu.


"Soal Pilkada, tadi saya ketemu Wakil Presiden Amerika. Saya bilang ndak (tidak) adil ini media luar, karena yang menang banyak didukung oleh teman-teman dari sisi Islam malah dianggap garis keras yang menang," kata JK di Kantor PP Muhammadiyah, Jakarta, Kamis (20/4/2017

"Kemenangan Anies-Sandi bukan kemenangan kelompok Islam garis keras," lanjutnya.

Dengan nada bercanda, justru kata dia, Anies merupakan orang yang paling ringan dan lembut di antara orang-orang yang keras.

"Justru saya kira Pak Anies itu paling ringan orangnya, buka paling keras. Paling lembut di antara yang keras itu karena ada Imam yang besar. Imam yang suka sama beliau, dianggap besar oleh pendukungnya padahal cuma pendukung saja," ucap JK seraya tertawa.

Dia meminta kepada semua pihak untuk menghormati pilihan dari masyarakat DKI Jakarta yang sudah memilih untuk memimpin daerahnya selama lima tahun mendatang.

Baca selengkapnya

Monday, 17 April 2017

Paslon Ahok-Djarot wajib didiskualifikasi! KPU DAN BAWASLU HARUS PATUHI Undang-undang!

[Laskarsyahadat] Paslon Ahok-Djarot wajib didiskualifikasi,  karena relawan dan tim suksesnya dengan nyata melakukan Money Politik!

DPR telah mengesahkan beberapa pasal perubahan Undang-undang Pilkada yag baru. Salah satu pasal yang dirubah adalah tentang hukuman terhadap pelanggaran money politik.

Menurut UU Pilkada sekarang kandidat dan tim sukses yang terbukti melakukan money politik bisa didiskualifikasi oleh KPU. Pemberian hukuman ini diharapkan praktek money politik di Pilkada bisa diminimalisir.

Pasal 73 ayat 1 dan 2 : Calon dan atau tim kampanye dilarang menjanjikan dan atau memberi uang atau materi lainnya untuk mempengaruhi penyelenggara pemilihan dan atau pemilih. Calon yang terbukti melakukan pelanggaran tersebut berdasarkan putusan Bawaslu dapat dikenakan sanksi pembatalan paslon oleh KPU Prov/KPU Kab Kota.

Berdasarkan pasal tersebut,  paslon Ahok-Djarot tidak berhak melanjutkan tahapan kampanye dan Gubernur dan wakil Gubernur  Jakarta sepenuhnya diberikan kepada Paslon Anies-Sandi!

Berikut foto Money Politik paslon Ahok-Djarot


Baca selengkapnya
loading...