Sunday, 19 March 2017

Kisah Nyata: Akhir hayat penggemar musik dan pencinta Al-Qur’an

[Laskarsyahadat] Kisah Nyata: Akhir hayat penggemar musik dan pencinta Al-Qur’an

Tatkala masih di bangku sekolah, aku hidup bersama kedua orangtuaku dalam lingkungan yang baik. Aku selalu mendengar do’a ibuku saat pulang dari keluyuran dan begadang malam. Demikian pula ayahku, ia selalu dalam shalatnya yang panjang. Aku heran, mengapa ayah shalat begitu lama, apalagi jika saat musim dingin yang menyengat tulang.
Aku sungguh heran. Bahkan hingga aku berkata kepada diri sendiri: “Alangkah sabarnya mereka…setiap hari begitu…benar-benar mengherankan!”


Aku belum tahu bahwa di situlah kebahagiaan orang mukmin, dan itulah shalat orang-orang pilihan…Mereka bangkit dari tempat tidumya untuk bermunajat kepada Allah.Setelah menjalani pendidikan militer, aku tumbuh sebagai pemuda yang matang. Tetapi diriku semakin jauh dari Allah. Padahal berbagai nasihat selalu kuterima dan kudengar dari waktu ke waktu.
Setelah tamat dari pendidikan, aku ditugaskan ke kota yang jauh dari kotaku. Perkenalanku dengan teman-teman sekerja membuatku agak ringan menanggung beban sebagai orang terasing.
Di sana, aku tak mendengar lagi suara bacaan Al-Qur’an. Tak ada lagi suara ibu yang membangunkan dan menyuruhku shalat. Aku benar-benar hidup sendirian, jauh dari lingkungan keluarga yang dulu kami nikmati.
Aku ditugaskan mengatur lalu lintas di sebuah jalan tol. Di samping menjaga keamanan jalan, tugasku membantu orang-orang yang membutuhkan bantuan.
Pekejaan baruku sungguh menyenangkan. Aku lakukan tugas-tugasku dengan semangat dan dedikasi tinggi.
Tetapi, hidupku bagai selalu diombang-ambingkan ombak.
Aku bingung dan sering melamun sendirian…banyak waktu luang…pengetahuanku terbatas.
Aku mulai jenuh…tak ada yang menuntunku di bidang agama. Aku sebatang kara. Hampir tiap hari yang kusaksikan hanya kecelakaan dan orang-orang yang mengadu kecopetan atau bentuk-bentult penganiayaan lain. Aku bosan dengan rutinitas. Sampai suatu hari terjadilah suatu peristiwa yang hingga kini tak pernah kulupakan.
Ketika itu, kami dengan seorang kawan sedang bertugas di sebuah pos jalan. Kami asyik ngobrol…tiba-tiba kami dikagetkan oleh suara benturan yang amat keras. Kami mengalihkan pandangan. Ternyata, sebuah mobil bertabrakan dengan mobil lain yang meluncur dari arah berlawanan. Kami segera berlari menuju tempat kejadian untuk menolong korban.
Kejadian yang sungguh tragis. Kami lihat dua awak salah satu mobil daIam kondisi sangat kritis. Keduanya segera kami keluarkan dari mobil lalu kami bujurkan di tanah.
Kami cepat-cepat menuju mobil satunya. Ternyata pengemudinya telah tewas dengan amat mengerikan. Kami kembali lagi kepada dua orang yang berada dalam kondisi koma. Temanku menuntun mereka mengucapkan kalimat syahadat.

Ucapkanlah “Laailaaha Illallaah…Laailaaha Illallaah…” perintah temanku.
Tetapi sungguh mengherankan, dari mulutnya malah meluncur lagu-lagu. Keadaan itu membuatku merinding.Temanku tampaknya sudah biasa menghadapi orang-orang yang sekarat…Kembali ia menuntun korban itu membaca syahadat.
Aku diam membisu. Aku tak berkutik dengan pandangan nanar. Seumur hidupku, aku belum pernah menyaksikan orang yang sedang sekarat, apalagi dengan kondisi seperti ini. Temanku terus menuntun keduanya mengulang-ulang bacaan syahadat. Tetapi… keduanya tetap terus saja melantunkan lagu.
Tak ada gunanya…

Suara lagunya semakin melemah…lemah dan lemah sekali. Orang pertama diam, tak bersuara lagi, disusul orang kedua. Tak ada gerak… keduanya telah meninggal dunia.
Kami segera membawa mereka ke dalam mobil.
Temanku menunduk, ia tak berbicara sepatah pun. Selama pejalanan hanya ada kebisuan, hening.
Kesunyian pecah ketika temanku memulai bicara. Ia berbicara tentang hakikat kematian dan su’ul khatimah (kesudahan yang buruk). Ia berkata: “Manusia akan mengakhiri hidupnya dengan baik atau buruk. Kesudahan hidup itu biasanya pertanda dari apa yang dilakukan olehnya selama di dunia”. Ia bercerita panjang lebar padaku tentang berbagai kisah yang diriwayatkan dalam buku-buku Islam. Ia juga berbicara bagaimana seseorang akan mengakhiri hidupnya sesuai dengan masa lalunya secara lahir batin.

Perjalanan ke rumah sakit terasa singkat oleh pembicaraan kami tentang kematian. Pembicaraan itu makin sempurna gambarannya tatkala ingat bahwa kami sedang membawa mayat.
Tiba-tiba aku menjadi takut mati. Peristiwa ini benar-benar memberi pelajaran berharga bagiku. Hari itu, aku shalat kusyu’ sekali.
Tetapi perlahan-lahan aku mulai melupakan peristiwa itu.
Aku kembali pada kebiasaanku semula…Aku seperti tak pemah menyaksikan apa yang menimpa dua orang yang tak kukenal beberapa waktu lalu. Tetapi sejak saat itu, aku memang benar-benar menjadi benci kepada yang namanya lagu-lagu. Aku tak mau tenggelam menikmatinya seperti sedia kala. Mungkin itu ada kaitannya dengan lagu yang pemah kudengar dari dua orang yang sedang sekarat dahulu.
* Kejadian Yang Menakjubkan… Selang enam bulan dari peristiwa mengerikan itu…sebuah kejadian menakjubkan kembali terjadi di depan mataku.
Seseorang mengendarai mobilnya dengan pelan, tetapi tiba-tiba mobilnya mogok di sebuah terowongan menuju kota.
Ia turun dari mobilnya untuk mengganti ban yang kempes. Ketika ia berdiri di belakang mobil untuk menurunkan ban serep, tiba-tiba sebuah mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya dari arah belakang. Lelaki itu pun langsung tersungkur seketika.

Aku dengan seorang kawan, -bukan yang menemaniku pada peristiwa yang pertama- cepat-cepat menuju tempat kejadian. Dia kami bawa dengan mobil dan segera pula kami menghubungi rumah sakit agar langsung mendapatpenanganan.
Dia masih muda, dari tampangnya, ia kelihatan seorang yang ta’at menjalankan perintah agama.
Ketika mengangkatnya ke mobil, kami berdua cukup panik, sehingga tak sempat memperhatikan kalau ia menggumamkan sesuatu. Ketika kami membujurkannya di dalam mobil, kami baru bisa membedakan suara yang keluar dari mulutnya.
Ia melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an…dengan suara amat lemah.
“Subhanallah! ” dalam kondisi kritis seperti , ia masih sempat melantunkan ayat-ayat suci Al-Quran? Darah mengguyur seluruh pakaiannya; tulang-tulangnya patah, bahkan ia hampir mati.
Dalam kondisi seperti itu, ia terus melantunkan ayat-ayat Al-Qur’an dengan suaranya yang merdu. Selama hidup aku tak pernah mendengar suara bacaan Al Quran seindah itu. Dalam batin aku bergumam sendirian: “Aku akan menuntun membaca syahadat sebagaimana yang dilakukan oleh temanku terdahulu… apalagi aku Sudah punya pengalaman,” aku meyakinkan diriku sendiri.

Aku dan kawanku seperti kena hipnotis mendengarkan suara bacaan Al-Qur’an yang merdu itu. Sekonyong-konyong tubuhku merinding menjalar dan menyelusup ke setiap rongga.
Tiba-tiba suara itu berhenti. Aku menoleh ke belakang. Kusaksikan dia mengacungkan jari telunjuknya lalu bersyahadat. Kepalanya terkulai, aku melompat ke belakang. Kupegang tangannya, detak jantungnya nafasnya, tidak ada yang terasa. Dia telah meninggal dunia.

Aku lalu memandanginya lekat-lekat, air mataku menetes, kusembunyikan tangisku, takut diketahui kawanku. Kukabarkan kepada kawanku kalau pemuda itu telah wafat. Kawanku tak kuasa menahan tangisnya. Demikian pula halnya dengan diriku. Aku terus menangis, air mataku deras mengalir. Suasana dalam mobil betul-betul sangat mengharukan.

Sampai di rumah sakit…
Kepada orang-orang di sanal kami mengabarkan perihal kematian pemuda itu dan peristiwa menjelang kematiannya yang menakjubkan. Banyak orang yang terpengaruh dengan kisah kami, sehingga tak sedikit yang meneteskan air mata. Salah seorang dari mereka, demi mendengar kisahnya, segera menghampiri jenazah dan mencium keningnya.
Semua orang yang hadir memutuskan untuk tidak beranjak sebelum mengetahui secara pasti kapan jenazah akan dishalatkan. Mereka ingin memberi penghormatan terakhir kepada jenazah, semua ingin ikut menyalatinya.

Salah seorang petugas tumah sakit menghubungi rumah almarhum. Kami ikut mengantarkan jenazah hingga ke rumah keluarganya. Salah seorang saudaranya mengisahkan ketika kecelakaan, sebetulnya almarhum hendak menjenguk neneknya di desa. Pekerjaan itu rutin ia lakukan setiap hari Senin. Di sana, almarhum juga menyantuni para janda, anak yatim dan orang-orang miskin. Ketika tejadi kecelakaan, mobilnya penuh dengan beras, gula, buah-buahan dan barang-barang kebutuhan pokok lainnya. Ia juga tak lupa membawa buku-buku agama dan kaset-kaset pengajian. Semua itu untuk dibagi-bagikan kepada orang-orang yang ia santuni. Bahkan ia juga membawa permen untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak kecil.
Bila ada yang mengeluhkan-padanya tentang kejenuhan dalam pejalanan, ia menjawab dengan halus. “Justru saya memanfaatkan waktu perjalananku dengan menghafal dan mengulang-ulang bacaan Al-Qur’an, juga dengan mendengarkan kaset-kaset pengajian, aku mengharap ridha Allah pada setiap langkah kaki yang aku ayunkan,” kata almarhum.
Aku ikut menyalati jenazah dan mengantarnya sampai ke kuburan.
Dalam liang lahat yang sempit, almarhum dikebumikan. Wajahnya dihadapkan ke kiblat.
“Dengan nama Allah dan atas nama Rasulullah”.

Pelan-pelan, kami menimbuninya dengan tanah…Mintalah kepada Allah keteguhan hati saudaramu, sesungguhnya dia akan ditanya…
Almarhum menghadapi hari pertamanya dari hari-hari akhirat…
Dan aku… sungguh seakan-akan sedang menghadapi hari pertamaku di dunia. Aku benar-benar bertaubat dari kebiasaan burukku. Mudah-mudahan Allah mengampuni dosa-dosaku di masa lalu dan meneguhkanku untuk tetap mentaatinya, memberiku kesudahan hidup yang baik (khusnul khatimah) serta menjadikan kuburanku dan kuburan kaum muslimin sebagai taman-taman Surga. Amin…(Azzamul Qaadim, hal 36-42)
Begitulah akhir dari orang yg mencintai Alqur'an...

Sumber : [“ judul asli Kesudahan yang Berlawanan; Asy Syaikh Abdul Hamid Al-Bilaly; Penerbit : Akafa Press Hal. 48]
Allah subhanahu wa ta'ala berfirman :
(لَوْ أَنْزَلْنَا هَٰذَا الْقُرْآنَ عَلَىٰ جَبَلٍ لَرَأَيْتَهُ خَاشِعًا مُتَصَدِّعًا مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ ۚ وَتِلْكَ الْأَمْثَالُ نَضْرِبُهَا لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ)
"Kalau sekiranya Kami turunkan Al-Quran ini kepada sebuah gunung, pasti kamu akan melihatnya tunduk terpecah belah disebabkan ketakutannya kepada Allah. Dan perumpamaan-perumpamaan itu Kami buat untuk manusia supaya mereka berfikir."
[QS. Al-Hasyr : 21]

Al-imam al-Baghowy rahimahullah berkata di dalam tafsir beliau :
لَوْ جُعِلَ فِي الْجَبَلِ تَمْيِيزٌ وَأُنْزِلَ عَلَيْهِ الْقُرْآنَ لَخَشَعَ وَتَشَقَّقَ وَتَصَدَّعَ مِنْ خَشْيَةِ اللَّهِ مَعَ صَلَابَتِهِ وَرَزَانَتِهِ حَذَرًا مِنْ أَنْ لَا يُؤَدِّيَ حَقَّ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِي تَعْظِيمِ الْقُرْآنِ
Seandainya gunung diberikan akal pikiran, lalu diturunkan kepadanya al-Qur'an, maka dia akan tunduk terpecah belah karena takutnya kepada Allah padahal dia kokoh dan keras, karena dia khawatir tidak menunaikan hak Allah dalam mengagungkan al-Qur'an.
Gunung saja yang demikian keras dan kokohnya, akan hancur karena takut, jika diturunkan kepadanya al-Qur'an..
Namun mengapa hati kita tidak bergetar ketika disebut nama Allah..
Mengapa hati kita tidak gentar ketika mendengar ayat-ayat Allah..
Mengapa jiwa kita tidak gemetar ketika membaca al-Qur'an yang mengisahkan kisah negeri akhirat..

Apakah hati kita telah menjadi lebih keras dari batuan gunung...
Bergetarlah wahai hati, gemetarlah wahai jiwa, lalu menjadi tenanglah karena mengingat Allah..
(اللَّهُ نَزَّلَ أَحْسَنَ الْحَدِيثِ كِتَابًا مُتَشَابِهًا مَثَانِيَ تَقْشَعِرُّ مِنْهُ جُلُودُ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ ثُمَّ تَلِينُ جُلُودُهُمْ وَقُلُوبُهُمْ إِلَىٰ ذِكْرِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُدَى اللَّهِ يَهْدِي بِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَمَنْ يُضْلِلِ اللَّهُ فَمَا لَهُ مِنْ هَادٍ)
Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang, gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun. [QS. Az-Zumar : 23]
Mudah-mudahan Allah memberikan taufiq-Nya kepada kita sekalian.. aamiin.

Oleh: Ustadz Askar Wardhana, Lc حفظه الله تعالى
--------------------------

Baca selengkapnya

(FOTO) Resmi Ridwan Kamil di dukung partai Pendukung Penista Agama! Bagaimana Reaksi Muslim Jabar?

[Laskarsyahadat] Ridwan Kamil dijagokan Nasdem,  Muslim Bandung Kecewa!

Ridwan Kamil secara resmi dijadikan calon gubernur melalui kendaraan NASDEM. adakah yang salah?  Pertanyaan sederhana namun itulah kenyataannya politik itu berpihak dan memang cari untuk kemenangan.

Ada apa dengan Nasdem,  secara tegas Nasdem melalui ketua Umum,  mendukung dan membela Penista Agama yang nyata sudah terdakwa.  Pemboikotan terhadap partai pendukung penista agama tentu sudah dilakukan oleh umat Islam. Terlepas apakah itu menguntungkan atau merugikan.

Ridwan Kamil yang memang memiliki popularitas di kalangan masyarakat Jabar memilih dan dipilih oleh Nasdem untuk maju sebagai cagub Jawa Barat. Bagaimana reaksi muslim Jawa Barat dalam menyikapi polemik politik yang ada.

Berikut foto peresmian dukungan Nasdem terkait pencalonan Gubernur Ridwan kamil



Muslim Jabar tentu akan mendengar pendapat dari kalangan ulama terkait memilih pemimpin dari partai pendukung Penista Agama.

Baca selengkapnya

Saturday, 18 March 2017

Belum Puas Menghina Alquran, Ahok Nistakan Umat Islam sebagai Kaum Bodoh dan Miskin!

[Laskarsyahadat] Pelaku penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok berdiri di tengah-tengah umat Islam yang berpakaian dominasi putih beserta peci. Ia berdiri layaknya seorang ustadz yang sedang memberikan tausiyah.


Ahok mengenakan baju batik lengan panjang. Di belakangnya backdrop bertuliskan "Rela NU; Maulid Nabi Muhammad SAW 1438 H. Meneguhkan Islam Rahmatan Lil Alamin. Silaturahmi Relawan NU bersama Bapak Basuki Tjahaja Purnama". Di bawahnya tertulis hari Ahad Januari 2017.


Apa yang diucapkan Ahok dalam acara maulid tersebut? Berikut kutipan ucapannya.

"Umat Islam di Jakarta, kalau kita bilang lemah, ini lemah. Orang paling miskin di Jakarta rata-rata umat Islam,

Yang nggak sekolah umat Islam

Yang nggak sehat umat Islam

Yang nggak punya modal umat Islam,


Nah kita perlu model orang seperti Ahok yang membuat umat Islam ini jadi maju. (gemuruh tepuk tangan dan seruan ucapan "betul")"

Ahok berbicara dengan penuh percaya diri meski bernada meremehkan, namun umat Islam yang berada dalam kajian tersebut tampak nrimo. Dalam acara tersebut juga tidak ada yang "pasukan khusus" yang mengusirnya.




Baca selengkapnya

Perlu ANDA ketahui! INILAH misteri dibalik nama "INDONESIA"

[Laskarsyahadat] MISTERI DIBALIK NAMA
"INDONESIA"

Pernahkah Kita Menghitung Angka dari
Kata "INDONESIA" ???
SUBHANALLAH, Akan di dapat Keajaiban2x,
Mari, Kita Hitung :
Abjad = Urutan Angka
I : 9
N : 14
D : 4
O : 15
N : 14
E : 5
S : 19
I : 9
A : 1


Dari Semua Angka, yang Muncul Hanya
Angka "1-9-4-5", Tentu ini Bukan Kebetulan

Ini adalah Kehendak dan Karunia dari ALLAH SWT.

Nah Coba Kita Jumlahkan semua Angka dari
Kata "INDONESIA", jumlahnya "90",
Dalam AL QURAN,
Surat ke-90 adalah
Surat Al-Balad,
yang Artinya "NEGERI".

Tentu ini Bukan Suatu
Kebetulan ini semua Karunia yg Luar Biasa !!

Mungkin ini Juga Jawaban thd HADIST RASULLULAH
yg Mengatakan Bahwa akan Ada
Negeri di atas Awan Bernama Samudra, yg di-Kelilingi Air dan menghasilkan Banyak Ulama,
Ternyata Negeri itu adalah INDONESIA

Wallahuallam Bis Showab
Berarti .. NKRI Harga Mati
Baca selengkapnya

Jenderal Besar Wanita yang dicatat Dunia berasal dari Aceh! BIKSU Wirathu harus berpikir Ulang sebelum Menyerang Aceh!

[Laskarsyahadat] Tahukah anda, bahwa beberapa Jenderal Besar wanita yang dicatat dunia berasal dari Aceh? Dalam berbagai literatur, terdapat sederetan wanita dalam sejarah yang dijadikan sumber untuk dipelajari kepemimpinannya oleh berbagai studi di dunia. Saya menemukan beberapa nama yang tidak asing. Para wanita Aceh.

Perang Aceh, merupakan perang yang membawa kerugian besar bagi Belanda. Kehebatan para pejuangnya, dijadikan acuan studi oleh banyak pihak untuk mempelajari bagaimana para pejuang Aceh bisa membuat Belanda kehilangan sedemikian banyak harta dan tentara.


Dunia tidak dapat memandang remeh pejuang-pejuang Aceh. Beberapa diantaranya dimasukkan dalam jajaran pejuang besar dunia. Ada yang menyebutkan sebagai 7 Warlord Women in The World dimana beberapa diantaranya dari Aceh, 10 Best Female Warrior at All Time beberapa diantaranya dari Aceh, serta Women Warrior in South East Asia.

“Dari pengalaman yang dimiliki oleh panglima-panglima perang Belanda yang telah melakukan peperangan di segala penjuru dan pojok Kepulauan Indonesia, bahwa tidak ada bangsa yang lebih pemberani perang serta fanatik, dibandingkan dengan bangsa Aceh, dan kaum wanita Aceh yang melebihi kaum wanita bangsa lainnya, dalam keberanian dan tidak gentar mati. Bahkan, mereka pun melampaui kaum laki-laki Aceh yang sudah dikenal bukanlah laki-laki lemah dalam mempertahankan cita-cita bangsa dan agama mereka” - HC Zentgraaf

Berikut ini adalah nama-nama Jenderal Besar Aceh. Jabatan yang dikenakan di depan nama para pejuang ini, saya tulis dalam bahasa yang digunakan dunia. Agar anda dapat melihat mereka dari sudut pandang dunia. Dan dapat mengambil kesimpulan, bahwa dunia mencatat para Jenderal Besar ini sebagai orang orang-orang yang paling dihormati.

Admiral Keumalahayati (Laksamana Keumalahayati) Tahun 1585-1604, Keumalahayati memegang posisi Chief of the Imperial Guard Troop Commander Secret Government dan Chief of Protocol of Sultan Alauddin Saidil Mukammil Riayat Shah IV. Keumalahayati memimpin 2,000 tentara Balee Inong (janda-janda dari pahlawan yang terbunuh). Di bawah kepemimpinan Admiral Keumalahayati, Kesultanan Aceh Darussalam memiliki kekuatan 100 armada dengan kapasitas 400-500 tentara.

Admiral Keumalahayati terlibat perkelahian satu lawan satu di atas dek kapal perang melawan Cornelis de Houtman. Cornelis de Houtman dan beberapa anak buahnya tewas. Sementara Frederick de Houtman, adik dari Cornelis de Houtman dipenjara. Cornelis de Houtman dan Frederick de Houtman adalah Admiral dalam kapal perang Belanda. Kemalahayati bukan hanya Admiral dan Commander dari Angkatan Laut Kesultanan Aceh Darussalam, tapi juga memegang posisi Troop Commander sebagai Palace Guard. Kemalahayati juga menjadi diplomat bagi Sultan, dan merupakan negosiator dan memegang kendali hubungan luar negeri.

Commander Cut Nyak Dhien Wanita Aceh ini dilahirkan tahun 1848, adalah satu dari pejuang wanita terbaik (best female warrior) dunia yang dimiliki oleh Aceh dan Indonesia. Bersama suaminya, berperang mengusir penjajahan Belanda dari Aceh. Dalam berbagai sumber, Cut Nyak Dhien masuk dalam kategori 7 Warlord Women in The World, 10 Best Female Warrior at All Time, Women Warrior in South East Asia, General Cut Nyak Meutia (Jenderal Cut Nyak Meutia) Cut Meutia bersama suami keduanya, Cut Muhammad atau Teuku Cik Tunong, berjuang melawan Belanda bersama pasukannya.

Teuku Cik Tunong ditangkap Belanda dan dibunuh. Melanjutkan perjuangan suaminya, Cut Nyak Meutia memimpin pasukannya melawan Belanda hingga dia terbunuh pada tahun 1910. Uleebalang and General Pocut Baren Biheue (Hulubalang dan Jenderal Pocut Baren Biheue) Pocut Baren adalah jenderal dengan salah satu kakinya diamputasi. Letnan H. Scheurleer melaporkan, bahwa Pocut Baren mencoba menciptakan ketertiban, keamanan dan kemakmuran rakyat Aceh di bawah kolonial Belanda. Pocut Baren melakukan perlawanan kepada Belanda. Pada tahun 1910 Belanda melakukan penyerbuan besar-besaran terhadap pertahanan pocut Baren di bawah pimpinan Letnan Hoogers. Pocut Baren ditangkap dan dibawa ke Meulaboh.

Pocut Baren hidup tahun 1880-1933. H.C Zentgraff, penulis dan tentara Hindia Belanda, menyebut wanita Aceh sebagai “de leidster van het verzet” (pemimpin perlawanan) dan grandes dames (wanita-wanita besar). Keberanian dan kesatriaan wanita Aceh melebihi segala wanita yang lain, lebih-lebih dalam mempertahankan cita-cita kebangsaan dan agamanya. Baik di belakang layar, maupun secara terang-terangan menjadi pemimpin perlawanan. Dengan reputasi wanita Aceh yang mendunia. Pejuang-pejuang wanita dari Aceh yang dihormati dunia. Dunia menyebutnya Warlord Women in the World. Best Female Warrior at All Time. Woman Warrior. Apa pantas kemudian wanita Aceh dikriminalkan dan ditangkapi hanya karena cara duduk dan cara berpakaian?

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/estherlima/jenderal-jenderal-besar-wanita-dunia-ternyata-dari-aceh_552fa7d06ea834170b8b45ae

Baca selengkapnya

Alhamdulillah, Tower Koperasi Syariah 212 siap dibangun!

[Laskarsyahadat]

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua 1 Dewan Pengurus Koperasi Syariah 212, Ustaz Valentino Dinsi, mengungkapkan pihaknya akan membangun apartemen Tower 212 yang peletakan batu pertamanya dimulai Ahad (19/3) besok di Depok. Peletakan batu pertama Tower 212 ini akan jadi yang pertama dan diresmikan langsung oleh Koperasi Syariah 212.



"Besok kita akan luncurkan Tower 212 di Grand Zamzam Depok," kata Valentino kepadaRepublika.co.id, Sabtu (18/3).

Ia menerangkan, Tower 212 memang dimiliki perorangan, sehingga akan dikenakan royalti kepada Koperasi Syariah 212. Nantinya, Tower 212 akan digunakan secara komersial, terutama untuk pelaksanaan program-program Koperasi Syariah 212.

Valentino menegaskan, peluncuran Tower 212 di Depok ini akan menjadi yang pertama, karena pembangunan rencananya akan dilakukan di tiap-tiap provinsi. Ia berpendapat, pembangunan Tower 212 bisa dijadikan semacam simbol awal, pembangunan ekonomi umat Islam di Indonesia. "Ini jadi yang pertama di Indonesia, rencananya nanti akan dibuat tiap-tiap provinsi," ujar Valentino.

Ia menambahkan, pengurus Koperasi Syariah 212 memang sangat berhati-hati menggunakan dana yang ada, mengingat begitu besarnya amanah yang dititipkan. Menurut Valentino, itu pula tujuan dikumpulkannya ahli-ahli ekonomi, dan komisaris-komisaris bank syariah di Indonesia.

Valentino mengatakan, pengurus Koperasi Syariah 212 selama ini melakukan tugas-tugasnya tanpa digaji, dan semata-mata untuk berkhidmat kepada umat. Bahkan, ia mengungkapkan, sampai saat ini belum ada dana Koperasi Syariah 212 yang terpakai sepeserpun.

"Selain berjamaah dan izzah, amanah jadi nomor satu, sebab Koperasi Syariah 212 milik umat bukan perorangan," kata Pimpinan Majelis Taklim Wirausaha tersebut.

Peletakan batu pertama Tower 212 rencananya akan dihadiri Wali Kota Depok Muhammad Idris Abdul Somad. Selain itu, turut hadir Ketua Umum Koperasi Syariah 212 Ustaz Syafii Antonio, Ketua Majelis Ulama Depok Ahmad Dimyati Badruzzaman dan Ustaz Habibullah Qomaruddin.
Baca selengkapnya

Istri ketiga Djan Faridz Ipar Ahok! Pantesan Mati-matian Dukung Ahok! Akhirnya Akidah tergadai juga!

[Laskarsyahadat] Ketua Umum PPP Djan Faridz mengaku di-bully mengenai fotonya dengan istri ketiga.

Pasalnya, istri ketiga Djan merupakan ipar calon Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

“Saya di-bully habis-habisan. Foto saya sama istri. (Dibilang) Djan Faridz itu kakak ipar Ahok dari istri ketiga. Istri ketiga emang kenapa? Ahok itu adik iparnya, salahnya di mana?” kata Djan saat memberikan sambutan dalam acara‎ deklarasi tim saksi relawan Badja Bhineka Tunggal Ika di Jalan Talang, Menteng, Jakarta, Sabtu (18/3).



Djan mengakui bahwa istri ketiganya merupakan keturunan Tionghoa.

Namun, dia menambahkan, istrinya telah menjadi muslim.

‎”Saya akui istri saya China, tapi beliau masuk Islam. Saya yang mengislamkan. Saya dapat pahala karena mengislamkan istri saya,” tegas Djan.

‎PPP Djan mendukung pasangan Ahok-Djarot pada Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.

Djan berseloroh, dia akan menikahi Ahok jika mantan Bupati Belitung Timur itu adalah perempuan.

“Kalau Ahok perempuan gue kawinin juga, jadi istri keempat,” ucap Djan disambut tawa para relawan yang hadir.

Terkait dukungannya, Djan meminta Ahok membuat kontrak politik untuk mendukung umat Islam ketika menjadi pemimpin DKI. Ahok, kata dia, menyetujui hal itu.

Menurut Djan, jika Ahok terpilih kembali menjadi gubernur akan memberikan‎ manfaat untuk umat Muslim.

“Marbut, muazin, ‎ustaz, dan ustazah digaji per bulan. Umat Islam diurusi, apalagi yang lain,” ujar Djan.



Baca selengkapnya
loading...